Sorgum Merah (novel)
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Juni 2025) |
| Bahasa | Mandarin |
|---|---|
| Latar tempat/waktu | Abad ke-20 di Shandong |
Tanggal terbit | 1986/1987 |
Sorgum Merah: Sebuah Novel Tiongkok (Hanzi sederhana: 红高粱家族; Hanzi tradisional: 紅高粱家族; Pinyin: Hóng Gāoliáng Jiāzú; harfiah: 'keluarga sorgum merah') adalah novel berbahasa Mandarin karya Mo Yan. Kelima bagiannya diterbitkan secara berseri di berbagai majalah pada tahun 1986 dan diterbitkan ulang bersama menjadi satu novel pada tahun 1987. Sorgum Merah adalah novel pertama Mo dan tetap menjadi salah satu karyanya yang paling terkenal.[1][2]
Novel ini merupakan kumpulan dari lima novela, yakni Sorgum Merah, Arak Sorgum, Aksi-Aksi Anjing, Pemakaman Sorgum dan Kematian yang Ganjil. Sorgum Merah diterbitkan dalam Sastra Rakyat (Edisi 3, 1986), Aksi-Aksi Anjing diterbitkan dalam edisi April 1986 dari Shiyue (majalah "Oktober"); Arak Sorgum dalam edisi Juli 1986 dari PLA Arts, Pemakaman Sorgum dalam edisi Agustus 1986 dari Beijing Wenxue dan Kematian yang Ganjil dalam edisi November-Desember dari majalah Kunlun . Novel ini diterjemahkan dari bahasa Mandarin oleh Howard Goldblatt pada tahun 1993 sebagai Red Sorghum: A Novel of China, tetapi juga disebut sebagai "The Red Sorghum Clan" di beberapa sumber.[3] The novel was translated from the Chinese by Howard Goldblatt in 1993 as Red Sorghum: A Novel of China, but has also been referred to as "The Red Sorghum Clan" in some sources.[4]
Alur cerita Red Sorghum berkisar pada tiga generasi keluarga Shandong antara tahun 1923 dan 1976. Narator menceritakan kisah perjuangan keluarganya, pertama sebagai pemilik penyulingan arak sorgum dan kemudian sebagai pejuang perlawanan selama Perang Tiongkok-Jepang Kedua. Novel ini juga merinci perang saudara di antara kelompok-kelompok di Tiongkok yang bertikai, termasuk geng-geng dan kekuatan politik yang bermusuhan. Buku ini juga menyinggung Revolusi Kebudayaan dan dimulainya kembali hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Jepang pada tahun 1972. Sebagai tanaman utama di Kecamatan Gaomi Timur Laut ,Provinsi Shandong (kampung halaman penulis), sorgum merah ( sorghum bicolor ) membingkai narasi itu sebagai simbol ketidakpedulian dan kekuatan. Di tengah pertumpahan darah dan kematian selama puluhan tahun, sorgum merah tumbuh subur untuk menyediakan makanan, tempat tinggal, arak, dan kehidupan.
Mo Yan menggunakan gaya ringkas dalam novelnya yang ditandai dengan keringkasan dan penceritaan yang tidak kronologis serta ditulis daai sudut pandang orang pertama. Karya tersebut mengandung unsur cerita rakyat yang berpadu dengan mitos dan takhayul sehingga menempatkannya dalam genre realisme magis.
Novel ini dibaca oleh sutradara Zhang Yimou yang mengusulkan Mo Yan agar membuat dua bagian (Sorgum Merah dan Arak Sorgum) menjadi sebuah film. Pada tahun 1988 film Sorgum Merah ditayangkan selama kompetisi dan memenangkan Golden Bear di Festival Film Berlin.
Adaptasi
[sunting | sunting sumber]Pada tahun 2014 Sorgum Merah diadaptasi menjadi serial TV yang disutradarai oleh Zheng Xiaolong .
Kutipan novel tersebut disertakan dalam antologi sastra Buku Merah Besar tentang Kesusasteraan Tiongkok Modern yang terbit pada tahun 2016 dan disunting oleh Yunte Huang.[5]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ A Subsersive Voice in China: The Fictional World of Mo Yan 2011 "Mo Yan, The Red Sorghum Family, 2. Translation from Mo Yan, Red Sorghum: A Novel of China, trans. Howard Goldblatt,"
- ↑ Edward L. Davis Encyclopedia of Contemporary Chinese Culture 2012 "He first published in 1981 and is best known for his 1986 novel, Red Sorghum (Hong gaoliang), which is a firstperson account of a grandson's visit to his ancestral home and his retelling of its history during the Japanese invasion."
- ↑ 叶开 莫言评传 2008 p270 "作为《红高粱家族》系列长篇小说中的第三部,中篇小说《狗道》发表于《十月》杂志 1986 年第 4 期,第二部《高粱酒》发表于《解放军文艺》 1986 年第 7 期,第四部《高粱殡》发表于《北京文学》 1986 年第 8 期,第五部《奇死》发表于《昆仑》 1986 年第 6 期。
- ↑ Jing Wang - High Culture Fever: Politics, Aesthetics, and Ideology in Deng's China -1996 p187 "Yet The Red Sorghum Clan is by no means a clear-cut case of classic modernism. Although framed in a temporal limbo somewhere between the past and the present that bears close resemblance to the root-searching literature, the novel ...
- ↑ Lovell, Julia (2016-02-05). "'The Big Red Book of Modern Chinese Literature,' Edited by Yunte Huang". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2024-06-17.