Soka Gakkai International

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Soka Gakkai International
Sanshokuki2.svg
Bendera Soka Gakkai International
SingkatanSGI
Tanggal pembentukan26 Januari 1975
Kantor pusatTokyo, Jepang
Lokasi
  • Seluruh dunia
Presiden
Daisaku Ikeda
(26 Januari 1975–sekarang)
AfiliasiSoka Gakkai
Situs webwww.sgi.org

Soka Gakkai International (SGI) adalah sebuah organisasi berdasarkan filosofi humanis Buddhisme Nichiren, yang berbasis komunitas dan mempromosikan perdamaian, kebudayaan, dan pendidikan, dengan mengutamakan rasa menghargai terhadap martabat kehidupan setiap manusia.[1][2]

SGI didirikan pada tahun 1975 oleh Daisaku Ikeda, dengan jumlah anggota yang tersebar di 192 negara dan wilayah.[3] SGI memiliki 12 juta anggota yang mempraktikkan Buddhisme Nichiren, sebuah sekte berdasarkan ajaran seorang pendeta Buddhis Jepang abad ke-13 yang bernama Nichiren.[4]

SGI telah masuk dalam status konsultatif dengan Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak tahun 1983. Sebagai lembaga swadaya masyarakat yang bekerja dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa, SGI telah aktif dalam pendidikan publik dengan fokus utama pada perdamaian dan pelucutan senjata, hak asasi manusia, dan pembangunan berkelanjutan.[5]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Asal mula organisasi SGI berawal pada tahun 1930 di Jepang, ketika Tsunesaburo Makiguchi dan Josei Toda mendirikan pendahulu dari Soka Gakkai yang bernama Perhimpunan Masyarakat Penciptaan Nilai. Organisasi ini pada mulanya berfokus pada reformasi pendidikan, terdiri dari sekelompok guru dengan Makiguchi sebagai presiden pertamanya. Pada perkembangan selanjutnya, organisasi ini menjadi sebuah gerakan yang didedikasikan untuk perbaikan masyarakat melalui transformasi batin setiap individu berdasarkan ajaran Buddhisme Nichiren.[1][2]

Pada tahun 1943, Makiguchi dan Toda dipenjara sebagai "kriminal pemikiran" karena menentang tekanan dari pemerintah militer Jepang untuk meninggalkan keyakinan agama mereka. Toda muncul pada tahun 1945 untuk membangun kembali Soka Gakkai, yang kemudian menjadi presiden kedua. Sementara Makiguchi meninggal dunia di penjara.[1][2]

Pada tahun 1947, di tengah kekacauan Jepang pascaperang, Daisaku Ikeda bertemu Josei Toda yang menjadi gurunya dan bergabung dengan Soka Gakkai. Tahun 1960, Ikeda menjadi presiden ketiga saat keanggotaannya sedang tumbuh di seluruh dunia.[1][2]

Pada 26 Januari 1975, Soka Gakkai International diresmikan pada Konferensi Perdamaian Dunia Pertama di Guam, lokasi pertempuran sengit antara pasukan militer Amerika Serikat dan Jepang dengan korban jiwa warga sipil tak bersalah yang tak terhitung jumlahnya selama Perang Dunia II. Sekitar 158 perwakilan dari 51 negara dan wilayah menghadiri pertemuan tersebut dan atas permintaan mereka, Daisaku Ikeda menerima posisi sebagai presiden dari SGI yang baru dibentuk ini. Tanggal 26 Januari sekarang dirayakan setiap tahun sebagai Hari SGI.[6]

Buddhisme Nichiren diperkenalkan ke Indonesia pada tahun 1960-an dan pada 13 Juli 2004, Soka Gakkai Indonesia terbentuk, sebagai sebuah lembaga yang tergabung dalam jaringan komunitas penganut Buddhisme Nichiren.[1]

Tujuan dan prinsip[sunting | sunting sumber]

Tujuan dan prinsip organisasi SGI sebagaimana termaktub dalam Piagam SGI yang disetujui pada 23 November 1995, adalah:[7]

  1. SGI akan berkontribusi pada perdamaian, budaya, dan pendidikan untuk kebahagiaan dan kesejahteraan seluruh umat manusia berdasarkan penghormatan Buddhisme terhadap kemuliaan kehidupan.
  2. SGI, berdasarkan cita-cita kewarganegaraan dunia, harus melindungi hak asasi manusia yang mendasar dan tidak mendiskriminasi individu mana pun dengan alasan apa pun.
  3. SGI akan menghormati dan melindungi kebebasan beragama dan ekspresi keagamaan.
  4. SGI akan mempromosikan pemahaman tentang ajaran Buddha dari Nichiren Daishonin melalui pertukaran akar rumput, sehingga berkontribusi pada kebahagiaan individu.
  5. SGI, melalui organisasi-organisasi konstituennya, akan mendorong anggotanya untuk berkontribusi terhadap kemakmuran masyarakat mereka masing-masing sebagai warga negara yang baik.
  6. SGI akan menghormati independensi dan otonomi organisasi-organisasi konstituennya sesuai dengan kondisi yang berlaku di masing-masing negara.
  7. SGI, berdasarkan semangat toleransi Buddhis, akan menghormati agama-agama lain, terlibat dalam dialog dan bekerja bersama mereka menuju penyelesaian masalah-masalah mendasar mengenai kemanusiaan.
  8. SGI akan menghormati keanekaragaman budaya dan mempromosikan pertukaran budaya, sehingga menciptakan suatu masyarakat internasional yang saling pengertian dan harmoni.
  9. SGI, berdasarkan pada idealisme simbiosis Buddhis, akan mempromosikan perlindungan alam dan lingkungan.
  10. SGI akan berkontribusi pada promosi pendidikan, dalam mengejar kebenaran serta pengembangan pengetahuan, untuk memungkinkan semua orang untuk membina karakter individu mereka dan menikmati kehidupan yang memuaskan dan bahagia.

Praktik harian[sunting | sunting sumber]

Inti praktik harian umat Buddhis anggota SGI yaitu melafalkan Namu Myōhō Renge Kyō dan membaca beberapa bagian dari Sutra Teratai (mengacu pada gongyō), dan berbagi ajaran Buddhis kepada sesama untuk membantu mereka mengatasi masalah di dalam kehidupan. Praktik melafalkan Namu Myōhō Renge Kyō dicetuskan oleh Nichiren (1222-1282), seorang biksu reformis Buddhis yang memperkenalkan Sutra Teratai sebagai intisari ajaran Buddha Sakyamuni.[8] Bagian dari Sutra Teratai yang sering dibaca adalah kutipan dari Bab II dan XVI.[9]

Anggota terkemuka[sunting | sunting sumber]

Di antara pesohor-pesohor terkemuka dunia yang menjadi anggota SGI adalah:[9]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e "Soka Gakkai International". Pusat Kebudayaan Soka Gakkai Indonesia. Diakses tanggal 6 Mei 2020. 
  2. ^ a b c d "SGI: A Snapshot". Soka Gakkai International. Diakses tanggal 8 Mei 2020. 
  3. ^ Andrew Gebert (5 Mei 2017). "Soka Gakkai". Oxford Bibliographies. Diakses tanggal 8 Mei 2020. 
  4. ^ Tricycle Buddhist Review (3 Februari 2015). "No more nukes, Sokka Gakkai International's president calls for nuclear nonproliferation". Diakses tanggal 8 Mei 2020. 
  5. ^ Aoi Sato. "UN Office for Disarmament Affairs Meets Youth Representatives of Soka Gakkai Japan and of SGI-USA Engaged in Disarmament Issues". United Nations: Office for Disarmament Affairs. Diakses tanggal 8 Mei 2020. 
  6. ^ "January 26: SGI Day". Soka Gakkai International. Diakses tanggal 8 Mei 2020. 
  7. ^ "SGI Charter". Soka Gakkai International. Diakses tanggal 8 Mei 2020. 
  8. ^ "Daily Practice". Soka Gakkai International. Diakses tanggal 8 Mei 2020. 
  9. ^ a b Minerva Lee (10 November 2019). "10 Celebrities who are Members of Soka Gakkai". Lotus Happiness. Diakses tanggal 8 Mei 2020. 

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • Causton, Richard: The Buddha in Daily Life: An Introduction to the Buddhism of Nichiren Daishonin. Rider, 1995; ISBN 978-0712674560
  • Dobbelaere, Karel: Soka Gakkai: From Lay Movement to Religion. Signature Books, 2001; ISBN 978-1560851530
  • Seager, Richard: Encountering the Dharma: Daisaku Ikeda, Soka Gakkai, and the Globalization of Buddhist Humanism. University of California Press, 2006; ISBN 978-0520245778
  • Strand, Clark: Waking the Buddha: How the Most Dynamic and Empowering Buddhist Movement in History Is Changing Our Concept of Religion. Middleway Press, 2014; ISBN 978-0977924561

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Situs web resmi SGI

Situs web afliasi resmi nasional