Skadron Udara 12
| Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin | |
|---|---|
Lambang Skadron Udara 12 | |
| Dibentuk | 12 September 1963 |
| Negara | |
| Cabang | |
| Tipe unit | Satuan Tempur Buru Sergap |
| Bagian dari | |
| Markas | Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau |
| Julukan | Black Panther |
| Moto | "Nayaka Gagana Wijaya" |
| Maskot | Macan Hitam |
| Ulang tahun | 12 September |
| Pesawat operasional | Rafale EI/DI F4 |
| Situs web | www.tni-au.mil.id |
Skadron Udara 12 (atau Skadud 12) adalah sebuah skuadron udara dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, yang berbasis di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Saat ini skadron ini dilengkapi dengan pesawat tempur jenis terbaru Dassault Rafale.
Sebelumnya Skadron ini mengoperasikan Jenis Hawk 109/209, yang saat ini dipindah tugaskan ke Skadron Udara 1 yang berbasis di Pontianak.[1] Skadron Udara 12, pernah menggoperasikan berbagai pesawat tempur diantaranya MiG-19 (1962-1970), MiG-21 Fishbed (1962-1970), A-4 Skyhawk (1980-1996), Hawk 109/209 (1996-2026), dan saat ini mengoperasikan Dassault Rafale (2026-Sekarang).
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Pada tahun 1963 tepatnya tanggal 12 September 1963 untuk pertama kali diresmikan pembentukan Skadron Udara 12, dengan Komandan Skadron Mayor Udara Hashari Hasanuddin yang berkedudukkan di Lanud Kemayoran, Jakarta Pusat. Adapun jenis pesawat yang dikelola sebagai kekuatan intinya adalah pesawat jenis MiG-19 Farmer dan MiG-21 Fishbed buatan Negara Timur (Uni Soviet). Karena perubahan haluan politik Indonesia dari Blok Timur ke Blok Barat, utamanya AS, maka semua pesawat buatan Uni Soviet terpaksa di grounded akibat ketiadaan suku cadang, sehingga pada akhir tahun 1960-an atau awal tahun 1970-an Skadud 12 dengan kekuatan intinya dibekukan untuk sementara waktu dari tugasnya sebagai salah satu kekuatan tempur TNI AU.
Awal dasawarsa 1980-an skadron ini diaktifkan kembali dan mendapat penambahan kekuatan tempurnya, yaitu pesawat A-4 Skyhawk buatan Negara Barat (Amerika Serikat) oleh pabrik McDonnell Douglas, yang dibeli secara rahasia dari Angkatan Udara Israel dan berpangkalan di Lanud Iswahyudi, Madiun. A-4 Skyhawk yang dimiliki TNI Angkatan Udara merupakan pesawat handal dan Battle Proven karena pernah dipakai dalam Perang Enam Hari antara Israel melawan negara-negara Arab. A-4 Skyhawk didatangkan untuk menggantikan pesawat lama T-33 (T-Bird) buatan Amerika Serikat yang telah habis masa pakainya. Pada tahun 1983 Skadron Udara 12 dipindahkan ke Kota Pekanbaru, Riau melalui “Ops Boyong” untuk mengisi kekosongan pertahanan negara di Wilayah Udara Sumatra sehingga tanggal 2 Mei 1983 dicatat sebagai hari jadi Skadron Udara 12.[2][3]
Pada tanggal 17 Mei 1996, Skadron Udara 12 kembali diperkuat dengan tibanya tiga buah pesawat Hawk 109 buatan BAE Systems asal Inggris untuk menggantikan peran pesawat A-4 Skyhawk. Skadud 12 kembali mendapatkan tambahan pesawat Hawk 109/209 di tahun 1997.[4] Pada tanggal 7 Januari 2026, Skadud 12 akhirnya memindahkan sejumlah pesawat tempur Hawk 109/209 ke Skadron Udara 1, yang berpangkalan di Lanud Supadio, Pontianak. Prosesi pemindahan pesawat itu dipimpin langsung oleh Pangkoopsau, Marsda TNI Djoko Hadipurwanto.[5]
Skadron Udara 12 merupakan skadron pertama TNI AU yang menerima pesawat tempur baru Dassault Rafale, dengan tiga buah Rafale tiba pada tanggal 23 Januari 2026.[6]
Komandan
[sunting | sunting sumber]- Mayor Udara Hashari Hasanuddin (1962-1963)
- Mayor Udara Musidjan (1963-1964)
- Mayor Udara R. Ibnu Subroto (1964-1965)
- Mayor Udara Wardoyo Kusumo (1965-1966)
- Kapten Udara MR. Telepta (1966-1967)
- Mayor Udara F.PH. Wilhelm Politon (1968-1970)
- Letkol Pnb Irawan Saleh (1983-1984)⭐⭐
- Letkol Pnb Hanafie Asnan (1984-1987)⭐⭐⭐⭐
- Letkol Pnb Jefrey Zainal Abidin (1987-1990)⭐⭐
- Letkol Pnb R. Suprianto W. Saputro (1990-1992)
- Letkol Pnb Ganjar Wiranegara (1992-1994)⭐⭐
- Letkol Pnb Eddy Suyanto (1994-1994)⭐⭐
- Letkol Pnb R. Hari Muljono (1994-1998)⭐⭐
- Letkol Pnb Harsono, S.Sos. (1998-1999)⭐⭐
- Letkol Pnb Abdul Muis (1999-2000)⭐⭐
- Letkol Pnb Barhim (2000-2002)⭐⭐
- Letkol Pnb Dody Trisunu (2002-2003)⭐⭐
- Letkol Pnb Henri Alfiandi (2003-2004)⭐⭐⭐
- Letkol Pnb Nana Resmana, S.M., M.M. (2008-2010)⭐️
- Letkol Pnb Azhar Aditama Djojosugito, S.Sos., M.M. (2010-2012)⭐⭐
- Letkol Pnb M. Yani Amirullah (2012-2013)⭐
- Letkol Pnb Reka Budiarsa (2013-2014)⭐
- Letkol Pnb Jajang Setiawan, S.M., M.Han., PSC.(J). (2014-2015)⭐
- Letkol Pnb Dedy Supriyanto (2015-2017)
- Letkol Pnb Adhi Safarul Akbar (2017-2018)
- Letkol Pnb Asri Efendi Rangkuti (2018-2019)
- Letkol Pnb Fardinal Umar (2019-2021)
- Letkol Pnb Putut Hanggiro (2021-2023)
- Mayor Pnb Made Yogi Indra Prabowo, S.Sos., M.Han. (2023-2025)
- Mayor Pnb Martono (2025-2026)
- Mayor Pnb Binggi Nobel (2026)
- Letkol Pnb Arie Prasetyo (2026-Sekarang)
Galeri
[sunting | sunting sumber]- Pesawat A-4 Skyhawk dari Skadud 11 dan Skadud 12.
- Sebuah Hawk 109 dan tiga Hawk 209 di Palembang, tahun 2017.
- Pesawat Hawk 109 Skadud 12 menembakkan roket FFAR 70mm pada saat Latihan Tempur Jalak Sakti 2025.
- Pesawat Rafale DI Skadud 12.
- Rafale EI dan Rafale DI Skadud 12 diatas Kota Bekasi, tahun 2026.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Skadron Udara 12" Diarsipkan 2014-12-04 di Wayback Machine. website rsnafb.com
- ↑ "Skadron Udara 12"
- ↑ " Peringati HUT ke-36 Skadron Udara 12"
- ↑ Sudiro Sumbodo (17 Mei 2026). "Kedatangan Elang Generasi Baru di Pekanbaru". aviahistoria.com. Diakses tanggal 4 Juni 2026.
- ↑ "Sambut Rafale, TNI AU Pindahkan Hawk 109/209 dari Lanud Roesmin Nurjadin ke Supadio". nasional.kompas.com. 9 Januari 2026. Diakses tanggal 2 Juni 2026.
- ↑ "3 Unit Jet Tempur Rafale Akan Tiba di Indonesia pada Pertengahan 2026". nasional.kompas.com. Diakses tanggal 2026-05-09.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]
Media terkait 12th Air Squadron (Indonesian Air Force) di Wikimedia Commons