Lompat ke isi

Sistem reproduksi laki-laki

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sistem reproduksi laki-laki (manusia)
Sistem reproduksi laki-laki
Rincian
Pengidentifikasi
Bahasa Latinsystema genitale masculinum
MeSHD005837
TA98A09.0.00.002
TA23574
FMA45664
Daftar istilah anatomi

Sistem reproduksi laki-laki terdiri atas sejumlah organ seksual yang berperan dalam proses reproduksi manusia. Organ-organ ini terletak pada bagian luar tubuh serta di dalam rongga panggul.

Organ seksual utama pada laki-laki meliputi penis dan skrotum, yang di dalamnya terdapat testis—penghasil semen dan sperma. Sel-sel ini, sebagai bagian dari hubungan seksual, kemudian membuahi sebuah ovum di dalam tubuh perempuan; ovum yang telah dibuahi (zigot) berkembang menjadi janin dan selanjutnya lahir sebagai seorang bayi. Sistem yang bersesuaian pada perempuan adalah sistem reproduksi perempuan.

Genitalia luar

[sunting | sunting sumber]
Genitalia luar laki-laki: penis dan skrotum

Penis adalah sebuah organ intromiten dengan batang yang memanjang, berujung pada struktur bulbosa yang membesar yang disebut glans, serta dilindungi oleh kulup. Di dalam penis terdapat uretra laki-laki, saluran yang digunakan untuk mengeluarkan semen dan juga untuk ekskresi urin. Keduanya keluar melalui meatus urinarius.

Ketika seorang laki-laki mengalami rangsangan seksual, terjadi ereksi akibat sinus-sinus dalam jaringan erektil (corpora cavernosa) dan corpus spongiosum terisi darah. Arteri penis melebar, sementara vena tertekan, sehingga darah masuk dan tertahan di dalam jaringan erektil di bawah tekanan. Penis dipasok darah oleh arteri pudenda.

Skrotum adalah kantung kulit yang menggantung di belakang penis. Kantung ini menahan dan melindungi testis, dan kaya akan jaringan saraf serta pembuluh darah. Pada suhu rendah, otot kremaster berkontraksi dan menarik skrotum mendekati tubuh, sedangkan fasia dartos memberikan tampilan berkerut. Ketika suhu meningkat, keduanya mengendur sehingga skrotum turun menjauhi tubuh dan permukaannya menghalus.

Skrotum memiliki hubungan dengan rongga abdomen atau panggul melalui kanalis inguinalis. (korda spermatika, yang terbentuk dari arteri, vena, dan saraf spermatika yang terbungkus jaringan ikat, masuk menuju testis melalui kanalis tersebut.)

Genitalia dalam

[sunting | sunting sumber]
Ilustrasi berlabel jalur pelepasan sperma pada genitalia dalam laki-laki
Persarafan dan suplai darah pada genitalia luar laki-laki
Otot-otot genitalia luar laki-laki dan perineum

Testis adalah sepasang gonad yang menghasilkan sperma melalui pembelahan meiosis sel-sel germinal di dalam tubulus seminiferus,[1] serta mensintesis dan mensekresikan androgen yang mengatur fungsi reproduksi laki-laki. Tempat produksi androgen adalah sel Leydig yang berada pada jaringan interstisial di antara tubulus seminiferus.[1]

Epididimis

[sunting | sunting sumber]

Epididimis adalah massa panjang berwarna keputihan yang tersusun dari tabung sangat berkelok-kelok. Sperma yang diproduksi di tubulus seminiferus mengalir menuju epididimis. Selama melalui epididimis, sperma mengalami pematangan dan dipadatkan melalui kerja saluran ion pada membran apikal epididimis.[2]

Vas deferens

[sunting | sunting sumber]

Vas deferens, atau yang juga dikenal sebagai duktus sperma, adalah sebuah tabung tipis sepanjang kurang lebih 30 sentimeter (0,98 ft) yang bermula dari epididimis menuju rongga panggul. Saluran ini membawa spermatozoa dari epididimis ke duktus ejakulatorius.

Kelenjar aksesori

[sunting | sunting sumber]

Tiga kelenjar aksesori menyediakan cairan yang melumasi sistem duktus serta memberi nutrisi bagi sel-sel sperma.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 Sharma S, Hanukoglu A, Hanukoglu I (2018). "Localization of epithelial sodium channel (ENaC) and CFTR in the germinal epithelium of the testis, Sertoli cells, and spermatozoa". Journal of Molecular Histology. 49 (2): 195–208. doi:10.1007/s10735-018-9759-2. PMID 29453757. S2CID 3761720.
  2. Sharma S, Hanukoglu I (2019). "Mapping the sites of localization of epithelial sodium channel (ENaC) and CFTR in segments of the mammalian epididymis". Journal of Molecular Histology. 50 (2): 141–154. doi:10.1007/s10735-019-09813-3. PMID 30659401. S2CID 58026884.

Bibliografi

[sunting | sunting sumber]