Sistem penulisan bahasa Jepang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

{{Infobox | bodystyle = | labelstyle = padding-right:0.6em;

| abovestyle =

      padding:0.25em;
   background:white;
        color:black;;

| above = Bahasa Jepang

| imagestyle = padding-top:0.4em;padding-bottom:0.4em; | image = Heibon-pp.10-11.jpg | captionstyle = border-bottom:1px solid #aaa; | caption = Novel Jepang dengan dua aksara sekaligus (kanji dan kana), contoh ortografi paling umum untuk bahasa Jepang modern. Karakter ruby juga digunakan untuk menuliskan kata-kata kanji. Terbitan tahun 1908.

| label1 = Jenis aksara

| data1 =

campuran logografik (kanji), silabik (hiragana, katakana), dan alfabetik (rōmaji)

| label2 = Bahasa | data2 = Bahasa Jepang

| label3 = Pencipta | data3 =

| label4 = Diciptakan | data4 =

| label5 = Disiarkan | data5 =

| label6 =

Periode

| data6 = abad ke-4 s.d. sekarang

| label7 = Status | data7 =

| label8 =

Silsilah

| data8 =

(Lihat kanji dan kana)
  • Bahasa Jepang

| label9 =

Dasar cetak

| data9 =

| label10 =

Aksara yang diturunkan

| data10 =

| label11 =

Aksara kerabat

| data11 =

| label12 = ISO 15924 | data12 = Jpan, 413

| label13 = Arah penulisan | data13 =

| label14 =

Nama Unicode

| data14 =

| label15 =

Jarak Unicode

| data15 = U+4E00–U+9FBF Kanji
U+3040–U+309F Hiragana
U+30A0–U+30FF Katakana

| data16 =

| belowclass = noprint selfref navbox-abovebelow | belowstyle = padding:0.3em 0.5em;text-align:left;line-height:1.3; | below = Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa dukungan multibahasa, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Sistem penulisan bahasa Jepang modern menggunakan tiga aksara penulisan utama: Kanji, yaitu ideograf dari aksara Tionghoa, Hiragana, yaitu seperangkat simbol untuk menggambarkan suku kata sebagai pembentuk kata-kata, dan Katakana, yaitu simbol-simbol lainnya untuk suku kata pinjaman bahasa asing atau bentuk suara lainnya.

Bahasa Jepang modern dalam cakupan yang lebih kecil juga ditulis menggunakan abjad Latin, misalnya untuk singkatan seperti "CD" dan "DVD", dan kadang-kadang juga menggunakan hentaigana. Rōmaji, yaitu penulisan bahasa Jepang dengan abjad Latin, sering dilakukan oleh mahasiswa asing yang sedang mempelajari bahasa Jepang namun belum menguasai tiga aksara utama, serta oleh penutur asli ketika mengetik di komputer.

Contoh[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah contoh kepala berita sebuah surat kabar (Asahi Shimbun tanggal 19 April 2004) yang menggunakan keempat aksara tersebut: kanji (merah), hiragana (biru), katakana (hijau), serta alfabet Latin and angka Arab (hitam).

ラドクリフマラソン五輪代表1m出場にも

Judul yang sama, ditransliterasikan ke abjad Latin:

Radokurifu, Marason gorin daihyō ni ichi-man mētoru shutsujō ni mo fukumi

Judul yang sama, diterjemahkan ke bahasa Indonesia:

"Radcliffe berlomba di maraton Olimpiade, mungkin pula tampil di 10.000 m"

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Gottlieb, Nanette (1996). Kanji Politics: Language Policy and Japanese Script. Kegan Paul. ISBN 0-7103-0512-5. 
  • Twine, Nanette (1991). Language and the Modern State: The Reform of Written Japanese. Routledge. ISBN 0-415-00990-1. 
  • Seeley, Christopher (1984). "The Japanese Script since 1900". Visible Language. XVIII 3: 267–302. 
  • Seeley, Christopher (1991). A History of Writing in Japan. University of Hawai'i Press. ISBN 0-8248-2217-X. 
  • Habein, Yaeko Sato (1984). The History of the Japanese Written Language. University of Tokyo Press. ISBN 0-86008-347-0. 
  • Unger, J. Marshall (1996). Literacy and Script Reform in Occupation Japan: Reading Between the Lines. OUP. ISBN 0-19-510166-9. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]