Siring Ulek
Siring Ulek Marabahan adalah kawasan tepi sungai di pusat Kota Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Kawasan ini terletak di tepi Sungai Barito, tepat di depan rumah dinas bupati, dan dikenal sebagai titik pertemuan arus Sungai Barito dan Sungai Negara yang membentuk pusaran air (ulek). Meskipun pengembangannya masih sederhana, siring ini menjadi spot rekreasi populer bagi warga lokal yang mencari pemandangan sungai indah, terutama saat matahari terbenam.[1]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Nama Siring Ulek Marabahan berasal dari bahasa Banjar dan Bakumpai; di mana siring berarti tepi sungai dan ulek merujuk pada pusaran air akibat pertemuan dua sungai yang diambil dari bahasa Bakumpai. Kawasan ini telah menjadi titik strategis sejak lama untuk aktivitas sungai, termasuk penyeberangan dan perdagangan. Pada 2020-an, siring ini mulai dikembangkan sebagai wisata oleh Pemerintah Kabupaten Barito Kuala melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar). Pada 2023, kelotok wisata disediakan untuk susur Sungai Barito, dengan titik tambat di siring ini. Kawasan ini juga menjadi lokasi acara rutin seperti Pasar Ramadhan.[2][3]
Lokasinya strategis di depan rumah dinas bupati memudahkan akses, meskipun pengembangan masih bergantung pada inisiatif lokal.[4]
Deskripsi
[sunting | sunting sumber]Siring Ulek Marabahan menawarkan pemandangan Sungai Barito yang lebar, dengan pusaran air yang terbentuk saat bertemu Sungai Negara, menciptakan arus dinamis menarik. Tepian sungai dikelilingi pepohonan hijau dan rumah panggung khas Banjar. Banyak orang berburu pemandangan matahari terbenam. Ini menjadikannya spot foto favorit. Fasilitas mencakup dermaga untuk kelotok, area duduk sederhana, dan warung makanan ringan. Pengunjung dapat menyaksikan kapal tongkang batubara melintas, yang menjadi ciri khas kawasan ini. Tidak ada penginapan resmi, tapi pengalaman santai di tepi sungai membuatnya cocok untuk kunjungan singkat.[1][4]
Akses dari Marabahan mudah melalui jalan darat atau sungai, dengan jarak 5–10 menit dari pusat kota.[3]
Pengunjung biasanya datang untuk memancing di tepi sungai, bersantai sambil menyaksikan pusaran air, atau berfoto saat senja. Kelotok wisata tersedia untuk susur Sungai Barito, dengan biaya Rp50.000–Rp100.000 per orang, memungkinkan melihat kehidupan sungai dan kapal tongkang. Piknik keluarga di area teduh juga populer, terutama akhir pekan. Saat acara seperti Pasar Ramadhan, siring menjadi pasar malam dengan kue tradisional dan hiburan rebana. Tidak ada aktivitas ekstrem, sehingga cocok untuk semua umur. Cuaca cerah ideal, meskipun musim hujan meningkatkan pusaran air.[1][3][4]
Siring Ulek Marabahan mendukung pariwisata Barito Kuala dengan menarik wisatawan lokal. Kehadirannya memberikan pendapatan kecil bagi warga melalui kelotok dan warung, sambil mempromosikan pelestarian sungai.[2][4]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 "Wisata Kalsel - Siring Ulek di Kota Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Ramai Didatangi Pengunjung". Banjarmasin Tribun News. 1 Juli 2023. Diakses tanggal 15 November 2025.
- 1 2 "Kalselpedia: Sejarah Nama Ulek Marabahan di Sungai Barito dan Artinya". Banjarmasin Tribun News. 15 Juli 2020. Diakses tanggal 15 November 2025.
- 1 2 3 "Penjabat Bupati Batola buka pasar Ramadhan di Siring Ulek Marabahan". Antara Kalimantan Selatan. 24 Maret 2023. Diakses tanggal 15 November 2025.
- 1 2 3 4 "Wisata Kalsel - Siring Ulek Marabahan Jadi Lokasi Hunting Lalulintas Kapal Tongkang Batubara". Banjarmasin Tribun News. 14 September 2024. Diakses tanggal 15 November 2025.