Sipirok, Tapanuli Selatan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Sipirok
Kecamatan
Peta Lokasi Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan.svg
Peta lokasi Kecamatan Sipirok
Negara  Indonesia
Provinsi Sumatera Utara
Kabupaten Tapanuli Selatan
Pemerintahan
 • Camat Parlindungan Harahap
Luas 461,75 km²
Jumlah penduduk 30.775 (2012)
Kepadatan 67 jiwa/km²
Desa/kelurahan 34 Desa
6 kelurahan
Seorang pengrajin ulos di Sipirok.

Sipirok, Kota Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Sipirok pada awalnya adalah sebuah Kecamatan (salah satu Kecamatan) di Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Setelah Kota Padangsidimpuan burubah menjadi Kota Madya (yang sebelumnya adalah ibu kota Kabupaten Tapanuli Selatan), kemudian Sipirok berubah menggantikan menjadi ibu kota Kabupaten Tapanuli Selatan.

Sejak Sipirok menjadi ibu kota Kabupaten Tapanuli Selatan, sejumlah kantor pemerintahan di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) di pindahkan dari Kota Padangsidimpuan ke Sipirok. Pemindahan ini direalisasikan di pertengahan tahun 2014. Sejumlah kantor yang di pindahkan tersebut adalah Sekretariat Pemkab Tapsel, kantor DPRD, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Catatan Sipil dan Departemen Tenaga Kerja.

Sipirok terletak di dataran tinggi (berhawa sejuk/dingin), karena terletak di lembah gunung Sibualbuali yang masih aktif. Daerah ini dihuni oleh kebanyakan masyarakat dengan Marga Siregar. Bahasa Batak yang digunakan di Sipirok adalah bahasa Batak Angkola (bahasa Batak Toba dan bahasa Batak Mandailing sedikit digunakan/di daerah tertentu saja), namun Masyarakat Sipirok masih mengerti bahasa Toba dan Mandailing. Masyarakat Sipirok di kenal sebagai Suku Batak Angkola.

Sumber Daya Alam di Sipirok bisa di katakan baik. Air pegunungan yang bersih dan sejuk mengalir untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dan tidak pernah habis. Gunung Sibualbuali yang masih aktif juga mengalirkan air panas alami yang dikenal dengan "aek milas" Padang bujur dan "aek milas" Sosopan, sebagai objek wisata.

Keanekaragaman hayati yang begitu besar di mana terdapat Cagar Alam Dolok Sibualbuali yaitu sebuah kawasan hutan konservasi seluas 5.000 Ha yang kaya akan keanekaragaman Flora dan Fauna, di sahkan melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 215/Kpts/Um/4/1982 pada tanggal 6 April 1982. Kawasan hutan ini berbatasan langsung dengan:

  • Sebelah Utara berbatasan dengan dataran tinggi Dolok Huraba.
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Baringin, Kecamatan Sipirok.
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan dataran tinggi Gunung Lubuk Raya.
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Marancar.

Hutan ini merupakan tipe hutan hujan basah dengan curah hujan tinggi. Berketinggian antara 700 – 1.700 mdpl dengan kontur pegunungan terdiri dari banyak lembah dan jurang yang dalam. Pepohonan yang tumbuh rapat dan menjulang tinggi dengan lantai hutan yang banyak ditumbuhi tumbuhan perdu. Pada puncak – puncaknya sering ditutupi kabut walaupun di siang hari panas terik. Kabut akan semakin tebal bila musim hujan tiba. Itu sebabnya batang pepohonan disini tertutup oleh lumut yang cukup tebal. Bentang hutan ini dapat kita lihat dari Kota Sipirok.

Ada banyak keanekaragaman flora dan fauna. Di antaranya terdapat pohon berdiameter raksasa yaitu pohon meranti, salah satu di antara jenis pohon yang biasanya menjadi sasaran utama pembalak hutan masih banyak dijumpai dihutan ini dengan ukuran yang besar. Sedangkan fauna nya terdapat beragam jenis burung, mamalia hingga serangga. Keistimewaan hutan ini adalah di mana masih terdapat satwa langka di lindungi, sebut saja Orangutan Sumatera (pongo abelii) satwa langka Orangutan atau dalam bahasa lokal disebut Mawas, Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae), Tapir (tapirus indicus), Rangkong Badak (buceros rhiniceros) dan juga berbagai jenis primata seperti Siamang, Sarudung, kukang dll.

Gunung Sibualbuali yang masih aktif di Sipirok membuat tanah di daerah ini sangat subur. Salah satu hasil perkebunan yang terkenal dari sipirok yaitu Kopi Sipirok yang di kenal dengan ciri khas rasanya yang berbeda dengan daerah lain. Tanaman padi yang tumbuh di Sipirok juga terkenal dengan kualitasnya, masyarakat Sipirok mempunyai padi/beras "Silatihan" (dinamakan beras "Silatihan" / Dahanon Silatihan). Makanan khas yang terkenal dari daerah ini adalah "Lomang" (makanan yang dimasak dalam bambu panjang dari beras pulut dan santan) dan dimakan dengan gula atau dengan bumbu rendang. Makanan ini biasa di masak menjelang hari Raya Idul Fitri atau Lebaran atau biasa juga di jual di pasar besar. Makanan lainnya yaitu "Panggelong" dan "Golang golang" yang terbuat dari tepung beras. Makanan khas lainnya yang terkenal adalah "Ikan Arsik" (Ikan Mas yang di masak Arsik) dengan rempah rahasianya yaitu menggunakan "Sinyarnyar". Ikan Arsik ini juga sering disuguhkan dalam acara adat. Karena daerah Sipirok berhawa dingin, ada makanan yang di minati kebanyakan masyarakatnya yaitu "sambal gaor", keripik singkong yang di goreng kemudian di "gaor" atau di aduk dengan sambal cabe yang di masak terpisah. Ada juga keripik sambal yang di kenal dengan merk Sambal Taruma. Ciri khas kerajinan asal Sipirok yaitu Tenun Ulos dan Tenun Silungkang serta kerajinan yang terbuat dari manik-manik.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]