Sipirok, Tapanuli Selatan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Sipirok
Kecamatan
(Peta Lokasi) Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan.svg
Peta lokasi Kecamatan SipirokKec. Sipirok, Tapanuli Selatan 01.jpg
Kantor Kecamatan Sipirok
Negara  Indonesia
Provinsi Sumatera Utara
Kabupaten Tapanuli Selatan
Pemerintahan
 • Camat Parlindungan Harahap
Luas 461,75 km²
Jumlah penduduk 30.775 (2012)
Kepadatan 67 jiwa/km²
Desa/kelurahan 34 Desa
6 kelurahan
Seorang pengrajin ulos di Sipirok.

Sipirok adalah salah satu kecamatan, sekaligus pusat pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Indonesia. Jarak ibu kota Medan ke Sipirok sekitar 356 km, atau sekitar 8- 9 jam dengan transportasi darat. Kecamatan ini merupakan tempat lahir beberapa tokoh seperti Merari Siregar, seorang pengarang angkatan Balai Pustaka. Luat Siregar, wali kota Medan dari 3 Oktober 1945 hingga 10 November 1945. Lafran Pane Pendiri Organisasi Mahasiswa tebesar se Indonesia yakni Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI), Hariman Siregar tokoh besar Pergerakan Mahasiswa yang diingat sejarah dalam peristiwa "MALARI" dan juga Raja Inal Siregar (Pendiri SMU YPMHB Sipirok) sekaligus yang memprakarsai istilah "Marsipature huta be" yang berarti mari membangun kampung masing - masing. Semboyan tersebut jelas ditujukan kepada putra putri asli Sipirok yang berada di perantauan agar selalu ingat dan selalu membantu saudara- saudarinya yang dianggap masih tertinggal (pendidikan) dibanding wilayah lain pada saat itu.

Ciri khas dari kecamatan ini adalah hawanya yang sejuk karena berada di lembah gunung Sibualbuali (Pengunungan Bukit Barisan), maka tidak heran bnayak sumber air panas (aek milas/ pemandian yang mengandung belerang) yang tereletak di beberapa lokasi : Aek milas parandolok, Sosopan, Parau sorat, situmba dll.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sipirok pada awalnya adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Setelah Kota Padangsidimpuan burubah menjadi Kota Madya (yang sebelumnya adalah ibu kota Kabupaten Tapanuli Selatan), kemudian Sipirok berubah menggantikan menjadi ibu kota Kabupaten Tapanuli Selatan.

Sejak Sipirok menjadi ibu kota Kabupaten Tapanuli Selatan, sejumlah kantor pemerintahan di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) di pindahkan dari Kota Padangsidimpuan ke Sipirok. Pemindahan ini direalisasikan di pertengahan tahun 2014. Sejumlah kantor yang di pindahkan tersebut adalah Sekretariat Pemkab Tapsel, kantor DPRD, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Catatan Sipil dan Departemen Tenaga Kerja.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Ditinjau dari segi geografisnya, Kecamatan Sipirok terletak di lembah pegunungan Bukit Barisan (berhawa sejuk/dingin), karena terletak di lembah gunung Sibualbuali yang masih aktif. Masyarakat yang bermukim di kecamatan ini terdiri dari banyak marga : Siregar, Harahap, Hasibuan, Simanjuntak, Pane, Ritonga, dan Marga Huta Suhut. Bahasa umum yang dipakai masyarakat yang bermukim di kecamatan ini adalaha bahasa Batak Angkola (bahasa Batak Toba dan bahasa Batak Mandailing sedikit digunakan/di daerah tertentu saja), namun masyarakat Sipirok masih mengerti bahasa Toba dan Mandailing.

Dikarenakan lokasinya berada di lembah Gunung Sibual-Buali, maka sumber air mengair dari pengunungan ke wilayah persawahan dan perkebunan. Karenanya, sumber daya alam kecamatan ini lebih dominan pada sektor pertanian dan perkebunan. Sebagian besar pendapatan masyarakat yang bermukim di wilayah ini bersumber dari persawahan, perkebunan, pegawai, dan wiraswasta.

Selain, persawanan dan perkebunan, terdapat keanekaragaman hayati yang begitu besar di mana terdapat Cagar Alam Dolok Sibualbuali yaitu sebuah kawasan hutan konservasi seluas 5.000 Ha yang kaya akan keanekaragaman Flora dan Fauna. Kawasan konservasi ini telah disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 215/Kpts/Um/4/1982 pada tanggal 6 April 1982. Kawasan hutan konservasi ini berbatasan langsung dengan :

  • Sebelah Utara berbatasan dengan dataran tinggi Dolok Huraba.
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Baringin, Kecamatan Sipirok.
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan dataran tinggi Gunung Lubuk Raya.
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Marancar.

Hutan ini merupakan tipe hutan hujan basah dengan curah hujan tinggi. Berketinggian antara 700 – 1.700 mdpl dengan kontur pegunungan terdiri dari banyak lembah dan jurang yang dalam. Pepohonan yang tumbuh rapat dan menjulang tinggi dengan lantai hutan yang banyak ditumbuhi tumbuhan perdu. Pada puncak – puncaknya sering ditutupi kabut walaupun di siang hari panas terik. Kabut akan semakin tebal bila musim hujan tiba. Itu sebabnya batang pepohonan disini tertutup oleh lumut yang cukup tebal. Bentang hutan ini dapat kita lihat dari Kota Sipirok.

Ada banyak keanekaragaman flora dan fauna. Di antaranya terdapat pohon berdiameter raksasa yaitu pohon meranti, salah satu di antara jenis pohon yang biasanya menjadi sasaran utama pembalak hutan masih banyak dijumpai dihutan ini dengan ukuran yang besar. Sedangkan fauna nya terdapat beragam jenis burung, mamalia hingga serangga. Keistimewaan hutan ini adalah di mana masih terdapat satwa langka di lindungi, sebut saja Orangutan Sumatera (pongo abelii) satwa langka Orangutan atau dalam bahasa lokal disebut Mawas, Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) di sebut juga Babiat ( oppui ), Tapir (tapirus indicus) disebut juga Sipan , Rangkong Badak (buceros rhiniceros) dan juga berbagai jenis primata seperti Siamang, Sarudung, kukang dll.

Perkebunan[sunting | sunting sumber]

Gunung Sibualbuali yang masih aktif di Sipirok membuat tanah di daerah ini sangat subur. Salah satu hasil perkebunan yang terkenal dari sipirok yaitu Kopi Sipirok yang di kenal dengan ciri khas rasanya yang berbeda dengan daerah lain. Tanaman padi yang tumbuh di Sipirok juga terkenal dengan kualitasnya, masyarakat Sipirok mempunyai padi/beras "Silatihan" (dinamakan beras "Silatihan" / Dahanon Silatihan). Makanan khas yang terkenal dari daerah ini adalah "Lomang" (makanan yang dimasak dalam bambu panjang dari beras pulut dan santan) dan dimakan dengan gula atau dengan bumbu rendang. Makanan ini biasa di masak menjelang hari Raya Idul Fitri atau Lebaran atau biasa juga di jual di pasar besar. Makanan lainnya yaitu "Panggelong" dan "Golang golang" yang terbuat dari tepung beras. Makanan khas lainnya yang terkenal adalah "Ikan Arsik" (Ikan Mas yang di masak Arsik) dengan rempah rahasianya yaitu menggunakan "Sinyarnyar". Ikan Arsik ini juga sering disuguhkan dalam acara adat. Karena daerah Sipirok berhawa dingin, ada makanan yang di minati kebanyakan masyarakatnya yaitu "sambal gaor", keripik singkong yang di goreng kemudian di "gaor" atau di aduk dengan sambal cabe yang di masak terpisah. Ada juga keripik sambal yang di kenal dengan merk Sambal Taruma. Ciri khas kerajinan asal Sipirok yaitu Tenun Ulos dan Tenun Silungkang serta kerajinan yang terbuat dari manik-manik.

Kecamatan Sipirok juga menghasilkan karet (dalam jumlah kecil) dan kopi. Di kecamatan Sipirok dibangun pusat produksi kerajinan di bawah naungan BUMD Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan. Sudah banyak memproduksi speed boat, kursi, meja, dan peralatan rumah tangga lainnya. selain itu, sebenarnya kecamatan Sipirok juga mempunyai potensi pertanian yang besar, akan tetapi sampai sekarang potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.

Kecamatan Sipirok juga terkenal dengan hasil kerajinan industri kecilnya seperti pengrajin manik-manik, pengrajin ulos, dan keramik.

Budaya[sunting | sunting sumber]

Di sini juga terdapat rumah adat tradisional Batak Angkola yang disebut Bagas Godang (bahasa Angkola yang artinya Rumah Besar).

Referensi[sunting | sunting sumber]

Green Coffee Andalkan Kopi Sipirok Berkualitas - www.apakabarsidimpuan.com

Pranala luar[sunting | sunting sumber]