Sipirok, Tapanuli Selatan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Sipirok)
Sipirok
Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan (01).jpg
Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan (02).jpg
Kantor Kecamatan Sipirok
(Peta Lokasi) Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan.svg
Peta lokasi Kecamatan Sipirok
Lua error in Modul:Location_map at line 539: Tidak dapat menemukan definisi peta lokasi yang ditentukan. Baik "Modul:Location map/data/Indonesia Sumatera" maupun "Templat:Location map Indonesia Sumatera" tidak ada.
Koordinat: 1°36′13″N 99°16′22″E / 1.603523°N 99.272660°E / 1.603523; 99.272660
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Utara
KabupatenTapanuli Selatan
Pemerintahan
 • CamatParlindungan Harahap
Populasi
 • Total33.326 jiwa
 • Kepadatan81/km2 (210/sq mi)
Kode pos
22739
Kode Kemendagri12.03.04 Edit the value on Wikidata
Luas409,37 km²
Desa/kelurahan34 desa
6 kelurahan
Situs webwww.sipirok.net

Sipirok adalah salah satu kecamatan sekaligus ibu kota Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Indonesia. Jarak Sipirok ke Kota Medan adalah 356 km yang dapat ditempuh dalam delapan hingga sembilan jam perjalanan darat. Sipirok merupakan daerah kelahiran tokoh-tokoh penting Indonesia dan Sumatra Utara. Beberapa tokoh yang lahir di Sipirok adalah Merari Siregar, Luat Siregar, Lafran Pane, Nahum Situmorang, Hariman Siregar, dan Raja Inal Siregar.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada awalnya, Sipirok hanya berstatus salah satu kecamatan di Tapanuli Selatan. Setelah Padang Sidempuan, sebagai ibu kota Tapanuli Selatan pada saat itu berubah status menjadi kota madya, kecamatan Sipirok diangkat menjadi ibu kota baru Kabupaten Tapanuli Selatan.

Setelah Sipirok menjadi ibu kota Tapanuli Selatan, sejumlah kantor pemerintahan Tapanuli Selatan dipindahkan dari Padang Sidempuan ke Sipirok. Pemindahan ini direalisasikan pada pertengahan tahun 2014. Sejumlah kantor yang dipindahkan tersebut adalah kantor Sekretariat Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, kantor DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan, kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tapanuli Selatan, kantor Dinas Kesehatan Tapanuli Selatan, kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tapanuli Selatan, kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tapanuli Selatan, dan kantor Dinas Catatan Sipil dan Departemen Tenaga Kerja Tapanuli Selatan.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Sipirok terletak di lembah pegunungan Bukit Barisan sehingga memiliki hawa udara yang sejuk. Terdapat gunung stratovulkanik yang masih aktif, yaitu Gunung Sibualbuali. Banyak sumber air panas yang bisa dijadikan sebagai pemandian (aek milas) di Sipirok, di antaranya berada di Parandolok, Parau Sorat, Situmba, dan di Sosopan.

Lokasinya yang berada di lembah gunung juga memungkinkan pengaliran sumber air dari pegunungan ke wilayah persawahan dan perkebunan. Karenanya, sumber daya alam di Sipirok lebih dominan dikelola oleh sektor pertanian dan perkebunan.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Gereja GKPA di Sipirok

Dalam Sensus Penduduk Indonesia 2020, jumlah penduduk Kecamatan Sipirok adalah sebanyak 33.326 jiwa.[1] Masyarakat yang bermukim di kecamatan ini terdiri dari banyak marga, di antaranya Siregar, Harahap, Hasibuan, Simanjuntak, Pane, Ritonga, dan Hutasuhut. Bahasa umum yang dipakai oleh penduduk adalah bahasa Batak Angkola. Di beberapa daerah, ada juga yang mempergunakan bahasa Batak Toba dan bahasa Batak Mandailing sehingga masyarakat Sipirok masih sangat paham bahasa Toba dan Mandailing.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kabupaten Tapanuli Selatan mencatat bahwa mayoritas penduduk kecamatan ini memeluk agama Islam yakni 91,88%. Kemudian sebagian lagi beragama Kristen 8,12%, dimana Protestan 7,97% dan Katolik 0,15%.[2][3] Untuk sarana rumah ibadah, terdapat 89 masjid, 18 gereja Protestan, 2 gereja Katolik dan 9 mushola.[1]

Budaya[sunting | sunting sumber]

Seorang pengrajin ulos di Sipirok.

Di Sipirok terdapat rumah adat tradisional Batak Angkola yang disebut Bagas Godang (bahasa Angkola, artinya Rumah Besar). Sipirok juga memiliki banyak industri rumahan yang menenun songket dan ulos. Pesona tenun Sipirok pernah terangkat saat pernikahan putri kedua Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution, yang menggunakan adat Batak.

Perkebunan[sunting | sunting sumber]

Gunung Sibualbuali masih aktif di Sipirok membuat tanah di daerah ini sangat subur. Salah satu hasil perkebunan yang terkenal dari sipirok yaitu Kopi Sipirok yang di kenal dengan ciri khas rasanya yang berbeda dengan daerah lain. Tanaman padi yang tumbuh di Sipirok juga terkenal dengan kualitasnya, masyarakat Sipirok mempunyai padi/beras "Silatihan" (dinamakan beras "Silatihan" / Dahanon Silatihan). Makanan khas yang terkenal dari daerah ini adalah "Lomang/ Lemang" (makanan yang dimasak dalam bambu panjang dari beras pulut dan santan) dan dimakan dengan gula atau dengan bumbu rendang.

Makanan ini biasa di masak menjelang hari Raya Idul Fitri atau Lebaran atau biasa juga di jual di pasar besar. Makanan lainnya yaitu "Panggelong " dan "Golang golang" yang terbuat dari tepung beras. Makanan khas lainnya yang terkenal adalah "Ikan Arsik" (Ikan Mas yang di masak Arsik) dengan rempah rahasianya yaitu menggunakan "Sinyarnyar". Ikan Arsik ini juga sering disuguhkan dalam acara adat. Karena daerah Sipirok berhawa dingin, ada makanan yang di minati kebanyakan masyarakatnya yaitu "sambal gaor", keripik Keripik singkong goreng kemudian di "gaor" atau di aduk dengan sambal cabe yang di masak terpisah. Ada juga keripik sambal yang di kenal dengan merk Sambal Taruma Sambal taruma. Ciri khas kerajinan asal Sipirok yaitu Tenun Ulos dan Tenun Silungkang serta kerajinan yang terbuat dari manik-manik.

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Sipirok juga menghasilkan karet (dalam jumlah kecil) dan kopi. Di kecamatan Sipirok dibangun pusat produksi kerajinan di bawah naungan BUMD Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan. Sudah banyak memproduksi speed boat, kursi, meja, dan peralatan rumah tangga lainnya. selain itu, sebenarnya kecamatan Sipirok juga mempunyai potensi pertanian yang besar, akan tetapi sampai sekarang potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Kecamatan Sipirok juga terkenal dengan hasil kerajinan industri kecilnya seperti pengrajin manik-manik, pengrajin ulos, dan keramik.

Selain persawanan dan perkebunan, terdapat keanekaragaman hayati yang begitu besar di mana terdapat Cagar Alam Dolok Sibualbuali yaitu sebuah kawasan hutan konservasi seluas 5.000 Ha yang kaya akan keanekaragaman Flora dan Fauna. Kawasan konservasi ini telah disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 215/Kpts/Um/4/1982 pada tanggal 6 April 1982. Kawasan hutan konservasi ini berbatasan langsung dengan:

  • Sebelah Utara berbatasan dengan dataran tinggi Dolok Huraba.
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Baringin Baringin, Sipirok, Tapanuli Selatan
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan dataran tinggi Gunung Lubuk Raya.
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Marancar.

Hutan ini merupakan tipe hutan hujan basah dengan curah hujan tinggi. Berketinggian antara 700 – 1.700 mdpl dengan kontur pegunungan terdiri dari banyak lembah dan jurang yang dalam. Pepohonan yang tumbuh rapat dan menjulang tinggi dengan lantai hutan yang banyak ditumbuhi tumbuhan perdu. Pada puncak – puncaknya sering ditutupi kabut walaupun di siang hari panas terik. Kabut akan semakin tebal bila musim hujan tiba. Itu sebabnya batang pepohonan disini tertutup oleh lumut yang cukup tebal. Bentang hutan ini dapat kita lihat dari Kota Sipirok.

Ada banyak keanekaragaman flora dan fauna. Di antaranya terdapat pohon berdiameter raksasa yaitu pohon meranti, salah satu di antara jenis pohon yang biasanya menjadi sasaran utama pembalak hutan masih banyak dijumpai dihutan ini dengan ukuran yang besar. Sedangkan fauna nya terdapat beragam jenis burung, mamalia hingga serangga. Keistimewaan hutan ini adalah di mana masih terdapat satwa langka di lindungi, sebut saja Orangutan sumatera (pongo abelii) satwa langka Orangutan atau dalam bahasa lokal disebut Mawas, Harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) di sebut juga Babiat ( oppui ), Tapir (tapirus indicus) disebut juga Sipan, Rangkong Badak (buceros rhiniceros) dan juga berbagai jenis primata seperti Siamang, Sarudung, kukang dll.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c "Kabupaten Tapanuli Selatan Dalam Angka 2021" (pdf). www.tapanuliselatankab.bps.go.id. hlm. 7, 55, 124–125. Diakses tanggal 24 Mei 2021. 
  2. ^ "Visualisasi Data Kependuduakan - Kementerian Dalam Negeri 2020". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 24 Mei 2021. 
  3. ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Tapanuli Selatan". www.sp2010.bps.go.id. Diakses tanggal 24 Mei 2021. 

Green Coffee Andalkan Kopi Sipirok Berkualitas - www.apakabarsidimpuan.com Diarsipkan 2016-12-28 di Wayback Machine.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]