Sindrom disfungsi multiorgan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Sindroma Disfungsi Organ Multipel atau Multiple Organ Dysfunction Syndrome (MODS) merupakan gangguan progresif dan potensial reversibel dari dua sistem organ atau lebih setelah adanya gangguan homeostasis sistemik yang akut dan mengancam nyawa. MODS masih menjadi penyebab kematian utama di antara pasien yang membutuhkan perawatan ICU.[1]

Diagnosa[sunting | sunting sumber]

Setidaknya sebanyak 20 sistem penskoran telah diperikan untuk mendiagnosa dan mengukur tingkat keparahan sindroma disfungsi multiorgan (SDMO). Sistem penskoran ini cukup berbeda antara satu sama lainnya, sehingga sangat sulit untuk membandingkan hasil-hasil dari kelompok penelitian yang berbeda. Pada tahun 1994, European Society of Intensive Care Medicine mengadakan pertemuan untuk menyusun penskoran Penilaian Kegagalan Organ terkait Sepsis atau Sepsis-related Organ Failure Assesment (SOFA) untuk menjelaskan dan mengukur derajat kegagalan/gangguan organ dalam kelompok pasien dan pasien individu. Skor SOFA dibuat dengan menggunakan ukuran fisiologi sederhana dari gangguan pada enam sistem organ. Skor SOFA tidak dirancang untuk memperkirakan hasil tetapi lebih untuk menjelaskan dan mengukur rangkaian komplikasi pada pasien dengan sakit kritis.[2]

Skor SOFA 1 2 3 4
Pernafasan
PaO2 / FiO2 mm Hg
< 400 < 300 < 200
dengan dukungan pernafasan
< 100
Koagulasi
Trombosit x 103/mm3
< 150 < 100 < 50 < 20
Hati
Bilirubin mg/dL
1,2 - 1,9 2,0 - 5,9 6,0 - 11,9 > 12
Kardiovaskular
Hipotensi
MAP < 70 mmHg Dopamin ≤ 5
atau dobutamin (dosis bebas)
Dopamin > 5
atau epinefrin ≤ 0,1
atau norepinefrin ≤ 0,1

Dopamin > 15
atau epinefrin >0,1
atau norepinefrin > 0,1
Sistem Saraf Pusat
Glasgow Coma Score
13 - 14 10 - 12 6 - 9 < 6
Ginjal
Kreatinin mg/dl atau produksi kencing
1,2 - 1,9 2,0 - 3,4 3,5 - 4,9
atau < 500 mL/hari
> 5,0
atau <200 mL/hari

Sumber[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Pieracci, F. M.; Eachempati, S. R.; Barie, P. S. (2007). Rello, Jordi; Kollef, Marin; Díaz, Emili; Rodríguez, Alejandro, ed. Infectious Diseases in Critical Care (dalam bahasa Inggris). Berlin, Heidelberg: Springer. hlm. 477–487. doi:10.1007/978-3-540-34406-3_45. ISBN 978-3-540-34406-3. 
  2. ^ Marik, Paul Ellis (2001). Marik, Paul Ellis, ed. Handbook of Evidence-Based Critical Care (dalam bahasa Inggris). Berlin, Heidelberg: Springer. hlm. 433–437. doi:10.1007/978-3-642-86943-3_51. ISBN 978-3-642-86943-3.