Simpul Gordia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Alexander memotong ikatan Gordia, karya Jean-Simon Berthélemy (1743–1812)
Alexander Memotong Ikatan Gordia" (1767) karya Jean-François Godefroy
Alexander Memotong Ikatan Gordia karya André Castaigne (1898-1899)

Ikatan Gordia adalah sebuah legenda dari Gordium, Firgia yang dikaitkan dengan Alexander Agung. Ini sering kali dipakai sebagai kiasan untuk masalah pelik (diartikan sebagai ikatan yang "tak memungkinkan" yang diselesaikan secara mudah dengan menemukan celah atau berpikir kreatif ("memotong ikatan Gordia")

Legenda dimulai dengan cerita seorang peramal di Telmissus (Ibu Kota Kerajaan Phyrgia) mengatakan laki-laki yang nanti masuk ke dalam kota mengendarai gerobak akan menjadi raja mereka. Seorang petani bernama Gordias mengendarai gerobak dan akan menuju ke Telmissus. Ketika sebelum sampai Ibu Kota dia sudah tahu dengan apa yang terjadi saat seekor elang bertengger di gerobaknya. Sebuah pertanda dari dewa. Sesaat dia masuk ke dalam kota dia langsung di daulat menjadi Raja oleh para pendeta. Sebaga rasa terima kasih, anaknya yang bernama Midas memberikan gerobak ayahnya kepada dewa Sabazios. Bukannya menali gerobak itu ke tiang atau batang, dia membuat simpul di bagian tangkai penarik gerobak tersebut lalu menaruh gerobak itu di istana. Peramal itu juga kemudian mengatakan jika ada yang dapat melepaskan simpul itu dapat menguasai Asia.

Legenda kemudian hari yang membuat terkenal adalah ketika pada tahun 333 SM, datanglah Alexander yang Agung dengan pasukannya, saat itu phrygia sudah hancur dan masuk kedalam provinsi Persia, tetapi gerobak itu dan istananya masih ada. Alexander yang mengetahui tentang legenda tersebut tertarik untuk mencoba melepas simpul tersebut. Setelah beberapa waktu kesulitan dia kemudian menghempaskan pedangnya dan membelah simpul tersebut. Berpikir "out of the box" seperti ungkapan yang di gunakan sekarang. Alexander yang Agung dapat membuat simpul itu terlepas. Setelah itu tempat itu terjadi badai yang oleh Alexander dan orang-orangnya pertanda bahwa dia menyenangkan para Dewa. Dan benar saja setelah itu muncul kemenangan-kemenangan Alexander yang bahkan dapa menguasai Persia di kemudian hari.[1]

Penafsiran[sunting | sunting sumber]

Ikatan tersebut telah menjadi tanda ikatan relijius yang dipandu oleh para pendeta laki-laki dan perempuan Gordia/Midas. Robert Graves menyatakan bahwa ini menyimbolkan nama Dionysus yang, terikat seperti sebuah simpul, akan mengesahkan para generasi pendeta dan hanya dibocorkan kepada raja-raja Firgia.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Legenda Simpul Gordia". 
  2. ^ Graves, The Greek Myths (1960) §83.4