Simarouba glauca
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
| Simarouba glauca | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosidae |
| Ordo: | Sapindales |
| Famili: | Simaroubaceae |
| Genus: | Simarouba |
| Spesies: | S. glauca |
| Nama binomial | |
| Simarouba glauca | |
Simarouba glauca adalah pohon berbunga yang berasal dari Florida, Amerika Selatan, dan Karibia. Pohon ini cocok ditanam di daerah tropis yang hangat dan lembap, dengan pertumbuhan yang bergantung pada curah hujan, kemampuan tanah menahan air, dan kelembapan tanah. Pohon ini dapat tumbuh pada suhu antara 10–40 °C dan ketinggian dari permukaan laut hingga 1.000 m. Tingginya mencapai 12–15 m dengan lebar tajuk 7,6–9,1 m. Pohon ini menghasilkan bunga berwarna kuning dan buah berdaging berbentuk oval memanjang berwarna ungu.[3]
Kultivasi
[sunting | sunting sumber]Tanaman ini bisa diperbanyak melalui biji, cangkok, atau kultur jaringan. Buah dikumpulkan pada bulan April dan Mei saat matang, kemudian dijemur di bawah sinar matahari selama sekitar satu minggu. Setelah kulit buah dipisahkan, biji ditanam dalam kantong plastik hingga menjadi bibit muda. Bibit berusia 2–3 bulan siap dipindahkan ke perkebunan.[4]
Kegunaan
[sunting | sunting sumber]Kayu Simarouba glauca umumnya tahan terhadap serangga dan dimanfaatkan untuk membuat furnitur berkualitas, mainan, korek api, serta sebagai pulp untuk pembuatan kertas. Selain itu, kayu ini juga bisa digunakan dalam industri untuk memproduksi bahan bakar hayati, sabun, deterjen, pelumas, pernis, kosmetik, dan obat-obatan.[5] Biji Simarouba glauca juga dianggap potensial untuk menghasilkan minyak nabati di India.[6]
Klaim khasiat obat
[sunting | sunting sumber]Simarouba glauca telah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi diare, sakit perut, malaria, dan beberapa penyakit lainnya. Namun, hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan secara pasti efektivitas pohon ini untuk mengobati kondisi-kondisi tersebut. Meski demikian, penggunaannya tetap populer di beberapa komunitas karena warisan pengetahuan tradisional dan kepercayaan terhadap khasiatnya.[7]
Dampak lingkungan
[sunting | sunting sumber]Pohon ini memiliki sistem akar yang kuat dan kanopi yang lebat, yang membantu mencegah erosi tanah, mendukung kehidupan mikroba, dan menjaga tingkat air tanah. Sepanjang tahun, pohon ini mengubah energi matahari menjadi energi biokimia dan membantu menurunkan panas permukaan tanah, terutama di musim panas. Penanaman pohon ini dalam skala besar di wilayah gurun dapat membantu reklamasi lahan, mengubah karbon dioksida menjadi oksigen, dan berperan dalam mengurangi efek rumah kaca serta pemanasan global.[5]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Botanic Gardens Conservation International (BGCI).; IUCN SSC Global Tree Specialist Group (2019). "Simarouba glauca". 2019 e.T150108258A150108260. doi:10.2305/IUCN.UK.2019-3.RLTS.T150108258A150108260.en. ;
- ↑ "Simarouba glauca". Germplasm Resources Information Network (GRIN) online database. Diakses tanggal 2009-12-02.
- ↑ "Simarouba glauca Paradise Tree, Bitterwood, Dysentery-bark PFAF Plant Database". Planet For A Future. Diakses tanggal 2025-11-09.
- ↑ "Simarouba glauca". Advanced Biofuel Centre. Diakses tanggal 2025-11-09.
- 1 2 Lakshmi Taru tree answer to climate change problems: experts
- ↑ Simarouba – A potential tree borne oilseed for edible oil 5 May 2009 National Oilseeds and Vegetable Oils Development Board
- ↑ "SIMARUBA: Overview, Uses, Side Effects, Precautions, Interactions, Dosing and Reviews".