Silang balik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Contoh skema persilangan balik pada satu sifat beda

Silang balik (bahasa inggris: Back cross) adalah suatu jenis persilangan yang dilakukan di antara keturunan generasi pertama (F1) hasil suatu persilangan dengan salah satu tetuanya. [1] Perbedaan silang balik dengan silang uji adalah pada silang uji keturunan generasi pertama disilangkan dengan tetua ataupun bukan tetua yang bergentotipe homozigot resesif untuk sifat yang diamati dengan tujuan untuk identifikasi genetik. [2] Dalam pembentukan padi hibrida, silang balik dikenal sebagai persilangan antara keturunan generasi pertama hasil silang uji dengan suatu galur pelestari. [3] Silang balik umumnya dilakukan berulang-ulang terhadap salah satu tetua yang kekurangan gen untuk suatu sifat yang diminati misalnya gen ketahanan terhadap suatu penyakit. [4] Silang balik mempunyai dua sasaran utama yaitu memperbaiki kesuburan atau fertilitas dan mengembalikan genom tetua resipien yang kemudian mengandung satu atau beberapa gen dari tetua donor. [5] Para pemulia tanaman memanfaatkan metode silang balik untuk menambahkan gen suatu sifat yang diinginkan ke dalam tetua yang diinginkan atau untuk mengekstraksi gen yang menyandikan sifat kuantitatif. [2]

Silang balik sebagai metode pemuliaan tanaman[sunting | sunting sumber]

Metode silang balik pertama kali diterapkan pada tanaman oleh H. V. Harlan dan M. N. Pope pada tahun 1922. [4] Metode pemuliaan silang balik adalah suatu bentuk persilangan berulang dengan tujuan untuk memindahkan atau menambahkan gen suatu sifat yang superior ke dalam suatu kultivar atau varietas. [2] Secara prinsip metode silang balik tidak melakukan penambahan genotipe melainkan penggantian atau subtitusi gen. [4] Program silang balik relatif sederhana. [2] Dua kultivar yang berbeda dipilih dan disilangkan. [2] Salah satu tetua merupakan kultivar yang berdaya hasil tinggi untuk berbagai lokasi tetapi tidak memiliki gen sifat unggul yang dimiliki oleh kultivar atau tetua kedua. [2] Keturunan generasi pertama disilangbalikkan dengan tetua yang berdaya hasil tinggi, diulangi hingga beberapa generasi. [2] Setelah itu tiap keturunan yang mempunyai karakter unggul disilangkan ke tetua yang berdaya hasil tinggi. [2] Tetua yang berdaya hasil tinggi, yang pada setiap silang balik ditambahkan gen pengendali sifat unggul disebut sebagai tetua resipien. [2] Tetua yang mempunyai gen sifat unggul yang digunakan dalam persilangan awal tetapi tidak diikutkan pada tiap silang balik disebut tetua donor. [2] Metode silang balik akan mudah dan berhasil dijalankan dengan baik apabila sifat atau karakter yang akan ditambahkan mudah diwariskan, bersifat dominan, dan mudah dikenali pada tanaman hasil persilangan. [2]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ L. D. Vijendra Das (2005). Genetics and Plant Breeding. New Delhi: New Age International Limited. hlm. 5. ISBN 81-224-1575-x Check |isbn= value (help). 
  2. ^ a b c d e f g h i j k Poehlman JM (1987). Breeding Field Crops. New York: Springer Science+Business Media, LCC. hlm. 47-204. ISBN 9789401572736. 
  3. ^ Yuniati, P. Munarso, Sudibyo, T. W. U., dan B. Suprihatno (1991). [file:///C:/Users/rizqidona/Downloads/9110_02p.pdf Silang Uji dan Silang Balik untuk Perbaikan Galur Mandul Jantan pada Padi Hibrida] 10. Sukamandi: Media Penelitian Sukamandi. 
  4. ^ a b c George Acquaah (2007). Principle of Plant Genetics and Breeding. United Kingdom: Blackwell Publishing. ISBN 9781405136464. 
  5. ^ M. Syukur, H. Aswidinnoor, dan Suharsono (2003). Perbanyakan Padi F1 Interspesifik untuk Bahan Silang Balik (Back Cross). (31) (2) 57 - 62. IPB Bogor: Buletin Agronomi.