Lompat ke isi

Silang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Silang Yunani (seluruh lengan memiliki panjang yang setara) di atas saltire, sebuah silang yang lengannya miring

Silang, salib atau palang adalah sebuah figur geometri yang terdiri dari dua garis atau batang yang saling bersilangan, biasanya tegak lurus satu sama lain. Garis tersebut biasanya berbentuk vertikal dan horizontal. Silang bergaris miring, dalam bentuk huruf Latin X, juga disebut saltire dalam terminologi heraldik. Sepanjang abad, silang dalam berbagai bentuk dan ujudnya menjadi simbol berbagai kepercayaan.

Silang banyak dianggap sebagai simbol resmi kepercayaan Kristen secara khusus dari zaman awal pada sejarah agama tersebut sampai sekarang.[1][2][3] Pada zaman pra-Kristen, simbol tersebut dipakai sebagai simbol agama atau budaya di seluruh belahan Eropa, Asia Barat dan Asia Selatan (dalam bentuk swastika asli); dan di Mesir kuno, tempat Ankh menjadi sebuah hieroglif yang mewakili "kehidupan" dan dipakai dalam pemujaan dewa Aten. Simbol tersebut seringkali disertai dengan lingkaran genital perempuan atau oval untuk mensignifikasikan pernikahan sakral, seperti dalam amulet Mesir Nefer,[4] yang menampilkan silang laki-laki dan orb perempuan, yang dianggap sebagai amulet pemberkatan dan kerampingan harmoni seksual.[5]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Rebecca Stein, Philip L. Stein. The Anthropology of Religion, Magic, and Witchcraft. Taylor & Francis. hlm. 62. The cross is a symbol most clearly associated with Christianity.
  2. Christianity: an introduction by Alister E. McGrath 2006 ISBN 1-4051-0901-7 pages 321-323
  3. George Willard Benson. The Cross: Its History and Symbolism. hlm. 11.
  4. "Nefer". Metropolitan Museum of Art.
  5. Walker, Barbara G. (1983). The Woman's Encyclopedia of Myths and Secrets. San Francisco: Harper & Row, Publishers. hlm. 188.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]