Siklon Senyar
Senyar mendarat di Sumatra pada 26 November | |
| Sejarah meteorologi | |
|---|---|
| as Siklon Senyar | |
| Terbentuk | 25 November 2025 |
| Menghilang | 30 November 2025 |
| Badai siklon | |
| 3-minute sustained (IMD) | |
| Angin tertinggi | 40 |
| Tekanan terendah | 998 hPa (mbar); 29,47 inHg |
| Badai tropis | |
| 1-minute sustained (SSHWS/JTWC) | |
| Angin tertinggi | 45 |
| Tekanan terendah | 996 hPa (mbar); 29,41 inHg |
| Depresi tropis | |
| 10-minute sustained (JMA) | |
| Angin tertinggi | 30 |
| Tekanan terendah | 1006 hPa (mbar); 29,71 inHg |
| Efek keseluruhan | |
| Korban jiwa | 1.290–2.061+ |
| Luka | 5.213+ |
| Hilang | 222+ |
| Kerusakan | ≥$19.8 miliar (2025 USD) |
| Daerah yang terkena dampak |
|
Bagian dari Musim siklon Samudra Hindia 2025 | |
Siklon Tropis Senyar adalah sebuah siklon tropis langka dan mematikan yang menerjang Semenanjung Malaysia, Thailand Selatan, dan Sumatra, Indonesia pada bulan November 2025. Siklon tropis ini memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 49 mph (80 km/jam) dan membawa hujan deras serta banjir bandang ke Semenanjung Malaysia, Thailand, dan Sumatra, Indonesia. Siklon tropis tersebut terbentuk akibat tekanan rendah pada 22 November, daerah tekanan rendah tersebut menguat menjadi depresi ketika bergerak ke arah barat. Kemudian badai depresi tersebut menguat menjadi depresi yang dalam karena konveksi berkembang dan bertahan. Namun, perkembangan lebih lanjut terbatas karena kedekatannya dengan daratan. Sistem tersebut mendarat di Sumatra timur laut menjelang tengah malam dan mulai memburuk karena meningkatnya geseran angin. Ini adalah siklon tropis kedua yang terdokumentasikan di Selat Malaka setelah Badai Tropis Vamei pada tahun 2001
Siklon tropis Senyar menimbulkan angin kencang, tanah longsor, dan banjir bandang menewaskan setidaknya 1.290 hingga 2.061 orang pada ketiga negara. Indonesia terdampak sangat parah, dengan 990 korban jiwa, lebih dari 5.000 korban luka, dan 222 korban hilang dilaporkan di Sumatra (407 korban jiwa di Aceh, 343 di Sumatera Utara, 240 di Sumatera Barat). Thailand sendiri melaporkan 297 atau 1.068 korban jiwa di 10 provinsi, termasuk 229 di Provinsi Songkhla.
Sisa-sisa badai Senyar bergerak melintasi Malaysia dan muncul kembali di Laut Cina Selatan pada 28 November, setelah itu Badan Meteorologi Jepang mulai melacaknya. Pusat Peringatan Topan Bersama juga melanjutkan peringatan, menyatakan bahwa badai tersebut telah bergerak ke cekungan Pasifik Barat dan beregenerasi.
Perkembangan
[sunting | sunting sumber]
Badai tropikal (39–73 mph, 63–118 km/h)
Kategori 1 (74–95 mph, 119–153 km/h)
Kategori 2 (96–110 mph, 154–177 km/h)
Kategori 3 (111–129 mph, 178–208 km/h)
Kategori 4 (130–156 mph, 209–251 km/h)
Kategori 5 (≥157 mph, ≥252 km/h)
Tidak diketahui

Pada tanggal 20 November, Departemen Meteorologi India (IMD) mulai melacak sirkulasi udara atas di Selat Malaka.[1] Pada tanggal 22 November, daerah bertekanan rendah terbentuk sebagai akibat dari sirkulasi tersebut. Pada tanggal 25 November, daerah bertekanan rendah tersebut menguat menjadi badai depresi saat bergerak ke arah barat.[2] Pusat Peringatan Topan Bersama (JTWC) juga mengeluarkan peringatan pembentukan siklon tropis dan menetapkan sistem tersebut sebagai Siklon Tropis 04B karena menunjukkan daerah sirkulasi tingkat rendah yang sebagian terbuka tetapi terdefinisi dengan baik. Kemudian pada hari itu, depresi tersebut menguat menjadi depresi yang dalam saat konveksi berkembang dan bertahan. Namun, perkembangan lebih lanjut terbatas karena kedekatannya dengan daratan. Sistem tersebut mendarat di Sumatra timur laut menjelang tengah malam dan mulai memburuk karena meningkatnya geseran angin. Pada awal tanggal 26 November, IMD menamai sistem tersebut Siklon Senyar. Sistem ini bergerak di sepanjang pantai Sumatra dan melemah, dengan pusat sirkulasi tingkat rendah yang kecil.[3]
Siklon Tropis 95B tersebut mengalami intensifikasi dan resmi berstatus sebagai Siklon Tropis Senyar yang saat ini terpantau berada di perairan Selat Malaka, bagian Timur Aceh. Siklon Senyar saat ini memiliki pusat di 5 derajat LU dan 98 derajat BT dengan tekanan udara minimum di pusat mencapai 998 hPa. Siklon tropis ini memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 43 knot atau sekitar 80 km/jam. Sejak 6 jam terakhir, siklon Senyar saat ini bergerak ke arah barat menuju wilayah daratan Aceh dengan kecepatan sekitar 10 km/jam dan memicu pertumbuhan awan konvektif di sekitarnya.[4]
Pada 27 November, Senyar melemah menjadi badai depresi dan bergerak ke arah timur.[5] Kemudian melemah lagi menjadi depresi setelah muncul kembali di Selat Malaka pada hari yang sama.[6] IMD kemudian mengeluarkan nasihat terakhirnya pada sistem tersebut saat melemah menjadi daerah bertekanan rendah.[7] Badan Meteorologi Jepang (JMA) menyebutnya sebagai depresi tropis setelah melintasi 100ºE. Kemudian melakukan pendaratan kedua di Selangor, bergerak di atas semenanjung Malaysia.[8] Senyar terus bergerak ke timur perlahan-lahan sepanjang malam itu, mempertahankan intensitas depresi tropis.[9] JMA terus melacak Senyar sebagai depresi tropis pada 28 November saat muncul di Laut Cina Selatan bergerak ke arah timur laut.[10] JTWC juga mulai memantaunya lagi sebagai 34W, menyatakan bahwa itu adalah regenerasi Senyar.[11]
Dampak dan akibat
[sunting | sunting sumber]| Negara | Tewas | Luka | Hilang | Kerusakan (USD) |
|---|---|---|---|---|
| Indonesia | 990 |
5.111 |
222 |
>$4.13 miliar |
| Malaysia | 3 |
Tidak ada |
Tidak ada |
Tidak diketahui |
| Thailand | 297–1.068 |
102 |
Tidak diketahui | >$15.7 miliar |
| Total | 1.290–2.061 | 5.213+ | 222 | >$19.8 miliar |
Indonesia
[sunting | sunting sumber]

Siklon ini melintasi Selat Malaka, dan mendatangkan banjir serta tanah longsor ke Indonesia yang menewaskan 969 orang.[12] Siklon ini juga membuat lebih dari 3,3 juta orang terdampak serta 1 juta orang mengungsi pada ketiga provinsi yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.[13]
Setidaknya 343 korban tewas, dan 98 korban hilang akibat banjir dan longsor di seluruh wilayah Sumatera Utara.[14] Data BNPB juga menyampaikan sebanyak 3.500 rumah rusak berat, 4.100 rumah rusak sedang, 20.500 rumah rusak ringan. Kemudian, 271 jembatan rusak hingga 282 fasilitas pendidikan rusak.[15] Daerah yang mengalami dampak terparah meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah dengan 103 korban jiwa dan 100 korban hilang,[16] 84 korban jiwa dan 31 korban hilang di Tapanuli Selatan,[17] lalu 53 korban jiwa dan 5 korban hilang di Kota Sibolga, 34 korban jiwa di Tapanuli Utara, 17 korban jiwa di Deli Serdang, 11 di Kabupaten Langkat, 9 di Humbang Hasundutan, 12 korban jiwa di Kota Medan, 2 di Kabupaten Pakpak Bharat, dan 1 masing-masing di, Nias dan Kota Padangsidimpuan.[18][19]
Banjir bandang dan longsor terjadi di 30 lokasi berbeda.[20] Sebanyak 50 unit rumah terdampak dan dua jembatan terputus akibat banjir serta tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Utara.[21] Di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, sebanyak 1.902 unit rumah terdampak banjir di sembilan kecamatan, antara lain Kecamatan Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukak, Lumut, Barus, Sorkam dan Pinangsori.[22] Seorang ibu dan ketiga anaknya meninggal akibat tertimbun longsor di Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah.[23] Dua orang lainnya tewas akibat longsor di Kecamatan Adian Koting, Tapanuli Utara, sekitar 17 orang lainnya dilaporkan hilang.[24]
Akses jalan utama, yaitu Jalan Tarutung-Sibolga lumpuh total akibat banjir setinggi 3 meter serta tertimbun longsor di beberapa lokasi.[25] Jalan Padangsidimpuan-Sibolga tertutup akibat tanah longsor,[26] jalan nasional tersebut juga putus total di Kecamatan Angkola Barat, Tapanuli Selatan.[27] Sebuah truk tangki Pertamina tertimbun material longsor di badan jalan. Beberapa rumah juga tertimbun akibat longsor.[28] Sejumlah infrastruktur ketenagalistrikan milik PLN rusak akibat peristiwa longsor dan banjir bandang di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Manager PLN UP3 Sibolga, Bachtiar, menyampaikan, sejumlah gardu hubung tergenang banjir, beberapa tiang distribusi patah, serta jaringan listrik di sejumlah lokasi mengalami gangguan akibat material longsor.[29]

Di Kota Padangsidimpuan, satu orang tewas, 870 warga terdampak, dan satu rumah ibadah hanyut terbawa arus.[30] Di Kabupaten Tapanuli Tengah, 47 orang tewas, 51 lainnya hilang, akses darat menuju Tapanuli Tengah terputus total dan terisolasi sehingga sulit untuk melakukan evakuasi.[31][32] Di Kabupaten Tapanuli Selatan, 47 orang dilaporkan tewas, menurut informasi yang dihimpun BPBD, 21 korban meninggal berada di Kecamatan Batang Toru, sebanyak 113 orang lainnya terluka, 9 korban jiwa lainnya tercatat di Kecamatan Angkola Sangkunur serta 1 lagi di Kecamatan Sipirok dan Angkola Barat.[33][34] Tanah longsor di Angkola Sangkunur menyebabkan 20 orang hilang di dua desa.[35] Seorang warga Tapanuli Selatan melaporkan bahwa "puluhan" jenazah korban banjir disimpan di kamar mayat darurat di sebuah balai desa.[36] Di Kota Sibolga, 33 orang tewas, 56 orang hilang.[37] Di Kabupaten Tapanuli Utara, 15 orang tewas, 36 hilang.[38] Banjir dan longsor berdampak pada 53 desa dan menyebabkan 39 orang hilang, termasuk 29 orang di Desa Sibalanga di Kecamatan Adian Koting dan 10 orang lagi di Kecamatan Parmonangan.[39] Banjir di Kabupaten Langkat mencapai ketinggian hingga 1,6 m (5,2 kaki) di beberapa daerah.[40] Sekitar 3.000 kepala keluarga juga mengungsi akibat banjir dan tanah longsor di wilayah tersebut.[41]
Di Aceh, 407 orang tewas, 4.300 luka-luka dan 31 lainnya hilang, serta 831.124 orang mengungsi, dan 1.9 juta orang terdampak.[42] Korban tewas termasuk 154 di Kabupaten Aceh Utara,[43] 22 korban jiwa di Kabupaten Bener Meriah, 20 korban jiwa di Kabupaten Aceh Tengah,[44] 16 korban tewas di Kabupaten Pidie Jaya, 11 korban jiwa di Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Aceh Tenggara, 2 korban jiwa di Kabupaten Gayo Lues,[45][46] serta satu korban tewas lainnya di Kota Subulussalam, Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Timur, dan Kabupaten Aceh Tamiang.[47][48] Sementara 526.098 orang terdampak, dan lebih dari 50% gampong (desa) di Aceh terdampak banjir dan longsor tersebut.[49] Diperkirakan 46.000 rumah rusak akibat banjir dan longsor di seluruh Provinsi Aceh.[50] Pemadaman listrik terjadi di sebagian wilayah Aceh akibat tower transmisi 150 KV di ruas Arun-Bireuen roboh diterjang banjir bandang, sementara jaringan internet ikut terganggu.[51]

Akses jalan yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tengah dengan Kabupaten Bireuen lumpuh akibat tertimbun tanah longsor di Jamrujung, akses ke Kabupaten Aceh Utara juga tertutup oleh longsor di Gunung Salak, kemudian akses jalan menuju Kabupaten Gayo Lues juga mengalami longsor di Isak, akses menuju Kabupaten Nagan Raya tertutup longsor di Paya Kolak, selanjutnya akses jalan menuju Kabupaten Aceh Barat tertutup longsor di daerah Genting dan akses ke Kabupaten Pidie longsor terjadi di Ruseb.[52] Di Kabupaten Aceh Utara sebuah tanggul sungai jebol pada beberapa titik. Titik-titik kerusakan tanggul tersebut terjadi di Sungai Krueng Peuto, Desa Krueng Km 5, Kecamatan Lhoksukon, Gampong Kumbang LT Km 7 Kecamatan Lhoksukon, dan tanggul Sungai Krueng Pase Desa Teupin Jok, Kecamatan Nibong.[53] di Kota Langsa, hujan dengan intensitas tinggi, mengakibatkan banjir pada Selasa 25 November pukul 10.20 WIB, ketinggian banjir tersebut terjadi hingga 2 meter.[54] Sebanyak 420 warga dari Kecamatan Langsa Baro terdampak akibat banjir. Ketinggian muka air berkisar antara 20 sampai 40 sentimeter, sebanyak 2.376 orang terdampak.[55]

Di Sumatera Barat, 240 orang tewas, 93 hilang, dan 113 orang terluka.[56] 171 korban jiwa akibat banjir bandang di Kabupaten Agam dan 71 lainnya masih hilang.[57] Banjir bandang di gerbang masuk Padang Panjang menewaskan 30 orang.[58] Di Kota Padang, 11 orang tewas,[59] dengan 31.845 orang terdampak.[60] Sekitar 15.000 warga di Lubuk Minturun terdampak banjir. Ketinggian air di kawasan tersebut mencapai hingga 2 meter[61] Empat tewas akibat banjir dan longsor di Kabupaten Pasaman Barat.[62] 7 orang meninggal di Kabupaten Padang Pariaman,[63] satu orang tewas di Kota Solok, dan dua orang tewas di Kabupaten Tanah Datar.[64]
Malaysia
[sunting | sunting sumber]Siklon tropis Senyar membawa banjir besar ke Semenanjung Malaysia, di mana lebih dari 34.000 orang dievakuasi pada 10 negara bagian di Malaysia.[65] Tiga orang dilaporkan tewas,[66] termasuk dua korban tewas akibat banjir di Kelantan.[67][68] Departemen Meteorologi Malaysia mengeluarkan peringatan badai tropis saat Senyar mendekat dari barat pada 27 November.[69]
Thailand
[sunting | sunting sumber]Siklon ini mengakibatkan banjir di Thailand berdampak pada 3,6 juta orang pada 1,2 juta rumah di 20 Provinsi di Thailand, terutama di bagian selatan negara tersebut.[70][71] Setidaknya 297 korban jiwa dilaporkan di negara tersebut, termasuk 229 korban jiwa di Provinsi Songkhla,[72][73] 19 di provinsi Phra Nakhon Si Ayutthaya, 10 di provinsi Nakhon Si Thammarat, 9 di Pattani, 5 di provinsi Satun dan Yala, 4 di provinsi Narathiwat dan Phatthalung, 3 masing-masing di provinsi Sing Buri dan Suphan Buri, 2 di provinsi Trang dan 1 masing-masing di provinsi Phitsanulok, Nonthaburi dan Pathum Thani.[74][75] Surachate Hakparn, mantan wakil komisaris jenderal Kepolisian Kerajaan Thailand, mengklaim bahwa jumlah korban tewas di provinsi Songkhla mendekati 550 orang, dan mengkritik pemerintah Thailand karena tidak melaporkan jumlah korban tewas,[76] sementara petugas penyelamat melaporkan setidaknya 1.000 korban jiwa di Songkhla.[77] Pada tanggal 2 Desember, sebagai tanggapan atas dugaan kurangnya transparansi dari pemerintah Thailand tentang jumlah korban sebenarnya, Surachate membuat situs web dengan tujuan memberikan kompensasi kepada keluarga korban jiwa yang tidak tercatat, menekan pemerintah Thailand untuk meningkatkan responsnya terhadap bencana dan memberikan angka kematian yang lebih akurat, terutama untuk korban jiwa Muslim yang mungkin tidak dilaporkan karena langsung dikuburkan oleh kerabat karena alasan agama,[78] karena sepertiga penduduk Songkhla adalah Muslim.[79] Pada tanggal 6 Desember, seorang direktur pemakaman di Hat Yai melaporkan bahwa jenazah sekitar 700 korban banjir sedang dipersiapkan untuk dikremasi.[80]
Hingga 28 November, banjir di provinsi Songkhla menghancurkan dua rumah dan merusak 1.074 rumah lainnya, serta 228 jalan, 12 jembatan, 41 sekolah, dan 38 kuil.[81] Dampak terburuk banjir terjadi di Hat Yai, karena kondisi geografis dan keterbatasan drainase air. Kota ini mencatat curah hujan tertinggi dalam setidaknya 300 tahun; 335 milimeter (13,2 inci) dalam satu hari, dimana banjir mencapai kedalaman 2 m (6,6 kaki), dan mengakibatkan 7.000 wisatawan asing terlantar.[82][83] Kerusakan akibat banjir di Thailand diperkirakan mencapai 100 miliar baht (US$3,11 miliar).[84]
Respons
[sunting | sunting sumber]Indonesia
[sunting | sunting sumber]
Pasca bencana menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pengungsi diberikan kebutuhan darurat berupa 3.000 paket sembako, 200 family kit, 200 kitchen kit, lima tenda pengungsi, 50 tenda keluarga, 500 kasur lipat dan selimut, serta lima unit perahu karet.[85] Sementara Kemensos salurkan bantuan sebesar Rp 2,6 miliar dan membangun tenda darurat serta dapur umum di sejumlah wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang terdampak bencana.[86][87] Presiden Indonesia, Prabowo Subianto memberangkatkan bantuan besar-besaran menggunakan tiga pesawat Hercules C-130 dan satu A-400.[88] Sementara Pemprov DKI Jakarta menyalurkan 1.000 paket bantuan bagi warga terdampak, bantuan tersebut meliputi, makanan siap saji, selimut, serta perlengkapan keluarga dan anak. Bantuan dari BUMD DKI Jakarta juga mengalir dari berbagai sektor. Bantuan dari BUMD yang diberikan berupa sembako, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, bahkan tandon air bersih dan kebutuhan pokok lainnya.[89] Polri mengirimkan bantuan untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, total logistik yang dikirimkan mencapai 6 ton.[90] Pengiriman bantuan tersebut dilakukan menggunakan dua pesawat Polri berjenis Fokker 50 dan CN295. Wakil Asisten Utama Bidang Operasi Kapolri, Irjen Laksana, menyebut pesawat berjenis CN membawa bantuan untuk wilayah Sumatera Barat, sementara pesawat Fokker digunakan untuk Aceh dan Sumatera Utara.[91] Sementara itu, Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, merinci bantuan yang dikirim berupa makanan cepat saji, perlengkapan sekolah, tenda, selimut, hingga perangkat Wifi, pakaian sekolah, tas sekolah, obat-obatan, makanan cepat saji, kasur lipat, air mineral, obat anti-serangga atau nyamuk, selimut, dan pelampung.[92] Ia menambahkan beberapa kapal milik Polri turut digunakan untuk mendistribusikan bantuan, yaitu kapal Polair Jalak 5002, Kapal Polri Kutilang 5005, dan Kapal Polri Pinguin 5011. Polda Riau juga mengirimkan kapal Polri Air, yaitu Kapal Polri Air Barata 8004 dan Kapal Polri Bangau 5006.[93]
Layanan internet satelit milik Elon Musk, Starlink, digratiskan bagi korban banjir dan longsor di Sumatra hingga akhir Desember 2025. Elon Musk telah membenarkan langkah tersebut dan menyatakan keputusan ini sesuai dengan kebijakan perusahaan.[94]
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat menyerahkan bantuan logistik pangan serta membangun akses jembatan darurat yang sebelumnya terputus oleh derasnya arus sungai di Nagari Koto Hilalang, Kecamatan Kubung. Sebanyak 102 paket sembako telah didistribusikan kepada warga terdampak. 56 paket sembako diserahkan kepada warga Nagari Koto Hilalang, 10 paket untuk warga di Nagari Koto Sani, empat paket untuk warga di Nagari Saning Baka, 12 paket untuk warga di Paninggahan, 10 paket untuk warga serta 10 paket untuk dapur umum di Nagari Salayo.[95]
Thailand
[sunting | sunting sumber]Provinsi Songkhla dinyatakan sebagai zona bencana (setara dengan keadaan darurat).[96] Angkatan Laut Kerajaan Thailand mengerahkan 14 kapal serta kapal induk HTMS Chakri Naruebet dalam operasi bantuan.[97][98] Banjir juga menyebabkan beberapa acara SEA Games 2025 mendatang yang awalnya akan diadakan di Songkhla dipindahkan ke Bangkok dan Chonburi.[99]
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]- Siklon tropis di Indonesia
- Daftar siklon tropis di Indonesia
- Badai Tropis Vamei (2001) - Badai siklon yang juga berdampak pada Sumatra, dan Semenanjung Malaysia
- Siklon Cempaka (2017) - Siklon tropis lemah tetapi mematikan yang melanda Pulau Jawa
- Siklon Viyaru (2013) - Badai siklon yang melanda Sumatra, menewaskan 15 orang
- Siklon Seroja (2021) - Badai siklon yang melanda Nusa Tenggara Timur, tahun 2021
- Siklon Flores (1973) - Badai siklon paling mematikan yang tercatat di Indonesia
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "TROPICAL WEATHER OUTLOOK FOR THE NORTH INDIAN OCEAN (THE BAY OF BENGAL AND THE ARABIAN SEA) VALID FOR THE NEXT 168 HOURS ISSUED AT 0600 UTC OF 20.11.2025 BASED ON 0300 UTC OF 20.11.2025" (PDF). Departmen Meteorologi India. 20 November 2025. Diakses tanggal 25 November 2025.
- ↑ "SPECIAL TROPICAL WEATHER OUTLOOK FOR THE NORTH INDIAN OCEAN (THE BAY OF BENGAL AND THE ARABIAN SEA) VALID FOR THE NEXT 168 HOURS ISSUED AT 0800 UTC OF 25.11.2025 BASED ON 0300 UTC OF 25.11.2025" (PDF). Departemen Meteorologi India. 25 November 2025. Diakses tanggal 25 November 2025.
- ↑ Umasankar Das (November 26, 2025). "Tropical Cyclone Advisory No. 1 based on 0000 UTC of 26.11.2025" (PDF). Departemen Meteorologi India. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal November 26, 2025. Diakses tanggal November 26, 2025.
- ↑ "Siklon Tropis Senyar Muncul, Aceh-Sumut Waspada Hujan Ekstrem". CNN Indonesia. 26 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ "TROPICAL CYCLONE ADVISORY NO. 9 FOR NORTH INDIAN OCEAN (THE BAY OF BENGAL AND ARABIAN SEA) VALID FOR NEXT 120 HOURS ISSUED AT 0430 UTC OF 27.11.2025 BASED ON 0000 UTC OF 27.11.2025" (PDF). Badan Meteorologi India. 27 November 2025. Diakses tanggal 27 November 2025.
- ↑ "TROPICAL CYCLONE ADVISORY NO. 11 FOR NORTH INDIAN OCEAN (THE BAY OF BENGAL AND ARABIAN SEA) VALID FOR NEXT 120 HOURS ISSUED AT 0900 UTC OF 27.11.2025 BASED ON 0600 UTC OF 27.11.2025" (PDF). 27 November 2025. Diakses tanggal 27 November 2025.
- ↑ "TROPICAL CYCLONE ADVISORY NO. 15 FOR NORTH INDIAN OCEAN (THE BAY OF BENGAL AND ARABIAN SEA) VALID FOR NEXT 120 HOURS ISSUED AT 2000 UTC OF 27.11.2025 BASED ON 1800 UTC OF 27.11.2025" (PDF). 27 November 2025. Diakses tanggal 27 November 2025.
- ↑ "Cyclone Senyar Best Track". Pusat Peringatan Topan Bersama. Diakses tanggal 28 November 2025.
- ↑ "WWJP27 RJTD 271800". Badan Meteorologi Jepang. 27 November 2025. Diarsipkan dari asli tanggal 27 November 2025. Diakses tanggal 27 November 2025.
- ↑ "WTPQ31 RJTD 280000". Badan Meteorologi Jepang. 28 November 2025. Diarsipkan dari asli tanggal 28 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
- ↑ "TROPICAL DEPRESSION 34W (THIRTYFOUR) WARNING NR 008". Pusat Peringatan Topan Bersama. 28 November 2025. Diarsipkan dari asli tanggal 28 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
- ↑ "Korban Meninggal Banjir Sumatera Jadi 990 Jiwa". Tempo.co. 11 Desember 2025. Diakses tanggal 12 Desember 2025.
- ↑ "Update Korban Banjir dan Longsor di Sumatera: 964 Orang Meninggal, 264 Hilang, 894.101 Mengungsi". Liputan 6. 10 Desember 2025. Diakses tanggal 10 Desember 2025.
- ↑ "Pusdalops: Korban jiwa bencana alam di Sumut bertambah jadi 340 orang". Antaranews. 9 Desember 2025. Diakses tanggal 9 Desember 2025.
- ↑ "Data Terbaru BNPB: Korban Meninggal Bencana Sumatera Capai 604 Orang". CNBC Indonesia. 1 Desember 2025. Diakses tanggal 1 Desember 2025.
- ↑ "Pemkab Tapteng Update Korban Banjir-Longsor: 103 Tewas dan 100 Hilang". Detik.com. 7 Desember 2025. Diakses tanggal 7 Desember 2025.
- ↑ "Update Korban Bencana Tapsel, 84 Meninggal dan 31 Masih Hilang". Metro24.co. 5 Desember 2025. Diakses tanggal 5 Desember 2025.
- ↑ "BPBD Update Korban Banjir-Longsor di Sumut: 309 Tewas dan 165 Hilang". Detik.com. 4 Desember 2025. Diakses tanggal 4 Desember 2025.
- ↑ "Update Banjir-Longsor Sumut: 116 Warga Meninggal, 42 Orang Dalam Pencarian". Kompas.com. 2 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
- ↑ Nikson Sinaga (26 November 2025). "25 Orang Tewas akibat Banjir Bandang dan Longsor di Sumut, Tapanuli Tengah dan Selatan Terisolasi". Kompas.id. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ "Aceh hingga Tapanuli Porak-poranda Diterjang Banjir Bandang dan Longsor". Aceh.inews.com. 26 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ "Banjir dan Longsor di Tapanuli Selatan: 8 Orang Meninggal, 2.851 Warga Mengungsi". Media Indonesia. 26 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ "Ibu dan 3 Anak Tewas Tertimpa Longsor di Tapteng". Detik.com. 26 November 2025. Diakses tanggal 27 November 2025.
- ↑ Shintaloka Pradita Sicca, ed. (27 November 2025). "Update Banjir dan Longsor di Tapanuli Utara: 53 Titik Terdampak, 2 Orang Tewas, 17 Orang Hilang". Kompas.com. Diakses tanggal 27 November 2025.
- ↑ "Banjir 4 Meter Tapanuli Utara, Jalan Tarutung-Sibolga Lumpuh Total". CNN Indonesia. 26 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ "Bencana Banjir & Longsor Melanda Sejumlah Wilayah Sumut: Akses Barat Lumpuh, Ribuan Warga Mengungsi". Sidaknews.com. 26 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ "Brimob Polda Sumut Bantu Buka Akses Jalan Sibolga–Padangsidimpuan yang Terputus Akibat Longsor". Radar Bangkalan Jawapos.com. 26 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ "Longsor Lumpuhkan Jalur Padangsidimpuan-Sibolga, Truk Tangki dan Rumah Warga Tertimpa Material". Sidaknews.com. 26 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ "Banjir dan Longsor di Sibolga-Tapteng, Infrastruktur PLN Rusak, Akses Terputus". Medan.kompas.com. 26 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ Oryza Pasaribu; Irfan Maullana (26 November 2025). "Satu Warga Tewas, 870 Terdampak Banjir dan Longsor di Padangsidimpuan". Medan.kompas.com. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ "Presiden Prabowo Kirim 17 Starlink dan Bantuan Darurat Atasi Banjir di Sumut". Time Today. 29 November 2025. Diakses tanggal 29 November 2025.
- ↑ "Update Bencana di Tapteng: 47 Orang Tewas, 51 Hilang, Akses Masih Terputus". Kompas.com. 28 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
- ↑ "Banjir Bandang dan Longsor Tapanuli Selatan sudah renggut 32 nyawa, Batangtoru paling parah". Sumut.antaranews.com. 28 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
- ↑ "15 Orang Meninggal dalam Banjir-Longsor di Tapanuli Selatan, 3.000 Keluarga Mengungsi". Kompas.id. 26 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ "Longsor di Angkola Sangkunur Tapsel: 25 warga tertimbun, 5 Ditemukan Meninggal". Kompas.id. 27 November 2025. Diakses tanggal 27 November 2025.
- ↑ "Korban Banjir Bandang dan Longsor di Batang Toru Bertambah,Jadi 18 Orang Meninggal". Medan Pos Online. 26 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ "Sibolga Terisolir, 33 Orang Tewas dan Puluhan Lainnya Hilang". CNN Indonesia. 29 November 2025. Diakses tanggal 29 November 2025.
- ↑ "Update Banjir dan Longsor di Tapanuli Utara: 15 Orang Tewas, 36 Hilang". Kompas.id. 29 November 2025. Diakses tanggal 29 November 2025.
- ↑ "Update Banjir dan Longsor di Tapanuli Utara: 53 Titik Terdampak, 2 Orang Tewas, 17 Orang Hilang". Kompas.id. 26 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ "Lansia Tewas Terjebak Banjir di Langkat Sumut". Kompas.id. 27 November 2025. Diakses tanggal 27 November 2025.
- ↑ "15 Orang Meninggal dalam Banjir-Longsor di Tapanuli Selatan, 3.000 Keluarga Mengungsi". Kompas.tv. 26 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ "Korban Meninggal Bencana Banjir Aceh Bertambah 407 Jiwa". RRI.co.id. 11 Desember 2025. Diakses tanggal 12 Desember 2025.
- ↑ "Update Banjir Aceh Utara: 154 Tewas, 10 Warga Belum Ditemukan". Layar Berita. 11 Desember 2025. Diakses tanggal 11 Desember 2025.
- ↑ "Angka Korban Banjir, Tanah Runtuh Di Indonesia Meningkat Kepada 174". Bernama.com. 28 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
- ↑ "Bencana Banjir dan Longsor Aceh, 9 Warga Aceh Tengah Meninggal Tertimbun di Lereng Perkebunan Kopi". Jawa Pos. 26 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ "Update Banjir Longsor Aceh: 30 Orang Meninggal Dunia, 16 Masih Hilang". CNN Indonesia. 28 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
- ↑ "Data Terbaru Korban Tewas Banjir & Longsor Aceh, Sumut & Sumbar". CNBC Indonesia. 30 November 2025. Diakses tanggal 30 November 2025.
- ↑ "97.384 Orang Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh, Terbanyak di Aceh Timur". Detik.com. 28 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
- ↑ "Korban Bencana di Aceh Bertambah, 345 Tewas dan 174 masih Dicari". Media Indonesia. 5 Desember 2025. Diakses tanggal 5 Desember 2025.
- ↑ "2 Orang Tewas Akibat Banjir di Aceh, 1.497 Jiwa Mengungsi". Detik.com. 26 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ "Listrik di Aceh Padam Imbas Banjir, Internet Terganggu". CNN Indonesia. 26 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ {{cite news|title=Aceh Tengah Terisolasi, Banjir dan Longsor Lumpuhkan Total Akses Jalan, Butuh Alat Berat|url=https://regional.kompas.com/read/2025/11/27/092246278/aceh-tengah-terisolasi-banjir-dan-longsor-lumpuhkan-total-akses-jalan-butuh.%7Cdate=27 November 2025|access-date=27 November 2025|agency=[[Kompas.com}}
- ↑ "Banjir Meluas di Aceh Utara, Satu Warga Tewas dan Akses Jalan Lumpuh". Metrotvnews. 26 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ -seluruh-wilayah-permukiman "Kota Langsa Lumpuh! Banjir Besar Landa Seluruh Wilayah Permukiman". Aceh.tribunnews.com. 26 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ Chairul. "Banjir Langsa Meluas 2,376 Jiwa Terdampak". AJNN.net. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ "Korban Meninggal Bencana Sumbar Bertambah Jadi 240 Orang, 93 Masih Hilang". klikpositif.com. 11 Desember 2025. Diakses tanggal 11 Desember 2025.
- ↑ "Korban Meninggal di Agam Bertambah Jadi 171 Orang". Metrotvnews. 6 Desember 2025. Diakses tanggal 6 Desember 2025.
- ↑ Nasional, Admin (2025-11-30). "Kapolres Padang Panjang: Sudah 30 Korban Meninggal Dunia Bencana Galodo dan Longsor Jembatan Kamba | Berita Merdeka Online". Diakses tanggal 2025-11-30.
- ↑ "Hari Ke-4 Pencarian, Korban Banjir Bandang Padang Ditemukan di Laut". BeritaSatu. 28 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
- ↑ "Update Terkini Banjir Padang: Korban Meninggal Bertambah jadi 8 Orang, 31.845 Warga Terdampak". Jawa Pos. 28 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
- ↑ "Banjir Padang Sumbar, 4 Warga Lubuk Minturun Tewas Terbawa Arus". Kompas.com. 27 November 2025. Diakses tanggal 27 November 2025.
- ↑ ""Update" Bencana Sumbar: Seorang Remaja Tewas Tertimbun Longsor di Pasaman Barat". Kompas.id. 26 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ Sadri, Rendi Hakimi (2025-11-29). "3.963 Rumah Terendam, 27 Warga Meninggal di Padang Pariaman Akibat Banjir dan Longsor". Sumbarkita.id. Diakses tanggal 2025-11-30.
- ↑ "Korban Banjir-Longsor di Sumbar: 90 Orang Meninggal-85 Hilang". Detik.com. 28 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
- ↑ Leong, Mandy; Hussain, Hasnoor (27 November 2025). "'Like an ocean': Malaysians recall race against rising waters after major flood". Reuters. Diarsipkan dari asli tanggal 29 November 2025. Diakses tanggal 29 November 2025.
- ↑ "Tropical storm deaths top 600 in Southeast Asia, over 4 million affected". Reuters. 30 November 2025. Diakses tanggal 30 November 2025.
- ↑ "Warga emas korban banjir kedua di Kelantan, kereta dihanyut air" (dalam bahasa Melayu). Sinar harian.com. 28 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
- ↑ "Thailand Terbangkan Pasien Kritis Saat Banjir di Selatan Tewaskan 33 Orang". Tempo.co. 26 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ "Malaysia floods displace 33,000; tropical storm warning up through weekend". Channel NewsAsia. 27 November 2025. Diakses tanggal 29 November 2025.
- ↑ "Thailand flood death toll doubles as government faces mounting criticism". South China Morning Post. 28 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
- ↑ "ปภ.เผยน้ำท่วม 9 จังหวัดภาคใต้ กระทบ 986,018 ครัวเรือน เสียชีวิต 18 คน". Thai Public Broadcasting Service (dalam bahasa Thai). 26 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ "สธ.เผยน้ำท่วมภาคใต้เสียชีวิต 267 คน เฉพาะหาดใหญ่ 142 คน". Thai PBS (dalam bahasa Thai). 2025-12-02. Diakses tanggal 2025-12-02.
- ↑ "ยอดผู้เสียชีวิตอุทกภัยใต้ 170 คน สธ. แจง "สงขลา" ตายจากน้ำท่วม 65 คน". Thai Public Broadcasting Service (dalam bahasa Thai). 30 November 2025. Diakses tanggal 30 November 2025.
- ↑ "Update Banjir Hat Yai: 145 Orang Tewas, KBRI Bangkok Ikut Fokuskan Bantuan Bagi WNI di Songkhla". Tribun Network. 28 November 2025. Diakses tanggal 29 November 2025.
- ↑ "ปภ.เผยน้ำท่วม 9 จังหวัดภาคใต้ กระทบ 986,018 ครัวเรือน เสียชีวิต 18 คน". Thai Public Broadcasting Service (dalam bahasa Thai). 26 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ "ผงะ 'บิ๊กโจ๊ก' นับได้ 550 ศพ! จี้นายกฯ เปิดเผยตัวเลขจริงของผู้เสียชีวิต". Thai Post (dalam bahasa Thai). 29 November 2025. Diakses tanggal 29 November 2025.
- ↑ ""ชัยชนะ" จี้นายกฯ รับผิดชอบน้ำท่วมหาดใหญ่ ทำคนตายนับพันศพ". Amarin TV (dalam bahasa Thai). 29 November 2025. Diakses tanggal 29 November 2025.
- ↑ "บิ๊กโจ๊ก เปิดเว็บไซต์รับแจ้งผู้เสียชีวิตจากน้ำท่วมในพื้นที่อำเภอหาดใหญ่จังหวัดสงขลา... อ่านข่าวต้นฉบับได้ที่". Khaosod (dalam bahasa Thai). 2 December 2025. Diakses tanggal 2 December 2025.
- ↑ "เอกสารตรวจราชการ รอบ 2 ปี 2562". Songkhla Provincial Public Health Office. 26 July 2019. Diakses tanggal 19 March 2020.
- ↑ "บุกวัดพิสูจน์! หลังลือศพสังเวยน้ำท่วมรอเผากว่า 700 ร่าง". Amarin TV (dalam bahasa Thai). 6 December 2025. Diakses tanggal 6 December 2025.
- ↑ "โฆษกรัฐบาลเผย "น้ำท่วมสงขลา" ยอดผู้เสียชีวิตเฉียด 200 ราย". TNN. 28 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
- ↑ "Thailand begins airlifting critical patients as southern floods kill 33". Firstpost.com. 26 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ "Thailand to airlift flood-hit people as death toll rises to 13". Anadolu Agency. 25 November 2025. Diakses tanggal 25 November 2025.
- ↑ "กรุงศรีชี้น้ำท่วมใต้ทำเศรษฐกิจสูญ1.18-2.36หมื่นล้าน ยิ่งท่วมนานยิ่งแย่". Amarin TV (dalam bahasa Thai). 26 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ "15 Orang Meninggal dalam Banjir-Longsor di Tapanuli Selatan, 3.000 Keluarga Mengungsi". Kompas.tv. 27 November 2025. Diakses tanggal 27 November 2025.
- ↑ "Kemensos Salurkan Bantuan Rp 2,6 M ke Korban Banjir dan Longsor di Sumatera". Kompas.com. 28 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
- ↑ "Kemensos Salurkan Bantuan Logistik-Bangun Dapur Umum di Sumatera-Aceh". Detik.com. Diakses tanggal 27 November 2025.
- ↑ "Armada Hercules dan A-400 Terbang Maraton Kirim Bantuan ke Sumatera". Merdeka.com. 28 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
- ↑ "Pemprov DKI Kirim 1.000 Paket Bantuan untuk Korban Banjir-Longsor di Sumatera". Detik.com. 28 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
- ↑ "Polri Kerahkan Pesawat CN295 dan Fokker 50 Kirim 6 Ton Bantuan ke Wilayah Bencana di Sumatera". Suara.com. 28 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
- ↑ "Polri Kirim 6 Ton Bantuan Banjir-Longsor Sumatera: Makanan, Obat, hingga Wifi". Kumparan.com. 28 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
- ↑ "Polri Kirim 6 Ton Bantuan Banjir-Longsor Sumatera: Makanan, Obat, hingga Wifi". Kumparan.com. 28 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
- ↑ "Polri Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Sumatera dengan Pesawat CN dan Fokker". Tempo.co. 28 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
- ↑ Iskandar (29 November 2025). "Internet Starlink Gratis untuk Korban Banjir Sumatra, Ini Respons Elon Musk". Liputan6. Diakses tanggal 30 November 2025.
- ↑ "Pemkab Solok serahkan bantuan logistik untuk korban banjir bandang". AntaraNews.Sumbar. 27 November 2025. Diakses tanggal 27 November 2025.
- ↑ "Thailand declares state of emergency in southern province due to floods" (dalam bahasa Inggris). Xinhua. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ "Deadly floods hit southern Thailand after heavy rains". dw.com (dalam bahasa Inggris). 25 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ "Malaysia floods: Number of people affected rises, with over 13,000 evacuated across seven states". The Straits Times (dalam bahasa Inggris). 24 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ Terrado, Reuben (26 November 2025). "Boxing, nine other SEA Games events moved from Songkhla due to floods". Sports Interactive Network Philippines (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 26 November 2025.