Setu, Cipayung, Jakarta Timur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Setu
Kelurahan
Jakarta timur.png
Peta lokasi Kelurahan Setu
Negara  Indonesia
Provinsi Jakarta
Kota Jakarta Timur
Kecamatan Cipayung
Kodepos 13880
Luas 300 ha (3 km2)
Jumlah penduduk 15.000 jiwa (SP2010)
Kepadatan 5.000 jiwa/km²

Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung memiliki kode pos 13880

Kelurahan ini terletak di Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Nama kelurahan Setu sudah terkenal sejak dekade 1980-an. Dahulu sebelum jadi kelurahan, Setu menjadi sebuah desa di Kabupaten Bogor.

Penjajahan Hindia-Belanda[sunting | sunting sumber]

Sejak 1930-an, kelurahan Setu telah ramai karena banyak orang Eropa dan Jawa tinggal di sini untuk bekerja di bidang industri gula dan pertambangan.

Karena dahulunya Setu terdapat Pabrik gula, daerah pertambangan, perkebunan dan pertanian yang memudahkan pengangkutan hasil gula dari PG Kalijereng, perkebunan dan pertanian dari kelurahan Setu dan sekitarnya dengan kereta api dari stasiun kereta api di kelurahan Setu untuk diangkut ke Stasiun Cipinang, Stasiun Pasar Minggu dan Stasiun Pasar Senen untuk dipasarkan, bahkan dibawa ke Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara untuk diekspor ke luar negeri, serta hasil pertambangan dari kelurahan Setu yakni pasir, batu bara dan batu kali untuk diangkut kereta api ke Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara untuk diekspor ke luar negeri.

Penduduk dan luas wilayah[sunting | sunting sumber]

Kelurahan ini memiliki penduduk sebesar 15.000 jiwa, yang terdiri dari:

  • Laki-laki 7.000 jiwa
  • Perempuan 8.000 jiwa
  • Seks rasio 88 (sangat sedang)
  • Angka beban ketergantungan 24 (sangat rendah)

Kelurahan ini memiliki 308 ha (3,08 km2), dengan perincian:

  • Lahan eks perkebunan tebu milik PG Kalijereng yang ditutup akibat Krisis ekonomi 1997 seluas 12,5 ha (0,125 km2)
  • Lahan pesawahan seluas 120 ha (1,2 km2)
  • Digunakan untuk pemukiman seluas 100 ha (1 km2)
  • Digunakan untuk industri seluas 22 ha (0,22 km2)

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Kelurahan ini berbatasan dengan:

Utara Kelurahan Lubang Buaya
Selatan Kelurahan Cipayung dan Bambu Apus
Barat Kelurahan Bambu Apus
Timur Kota Bekasi (Jawa Barat)

Yang ada di kelurahan ini[sunting | sunting sumber]

Showroom motor[sunting | sunting sumber]

Di kelurahan ini terdapat showroom sepeda motor, seperti:

  • AHASS 02164 KALIJERENG MOTOR, Bengkel resmi sepeda motor Honda di Jl Buya Hamka (dahulu Jl Jatiwarna-Cilangkap/dekat Kantor cabang PWRI wilayah Bekasi dan Jakarta Timur (ex. PG Kalijereng)) NO 9 KM 3,2 Setu Jaktim

telephone 08122862911 Setu

Sekolah[sunting | sunting sumber]

Di kelurahan ini terdapat sekolah-sekolah, seperti:

Bangunan bersejarah[sunting | sunting sumber]

Di kelurahan terdapat bangunan bersejarah, seperti eks PG Kalijereng, eks Halte Kalijereng, eks Markas tentara Hindia-Belanda dan eks Stasiun kereta api Setu.

Di era Hindia-Belanda, daerah Setu masih merupakan desa bagian dari wilayah eks Kawedanaan Cibinong dengan luas 25 ha (0,25 km2) dan saat ini masih sedikit ramai karena ada Stasiun kereta api yang cukup ramai, Kantor pos, Balai pemuda, Kantor desa, Kantor telepon, Pabrik gula dan Markas tentara. Stasiun kereta api ini sangat ramai karena banyak Kereta api penumpang dan Kereta api barang yang berhenti di sini. Setelah kemerdekaan Indonesia tahun 1945, Kereta api lokal, Kereta api Patas Purwakarta dan Kereta api antarkota (terutama yang ke arah Jakarta) berhenti di Stasiun kereta api Setu.

Pabrik gula ini dibuka tahun 1913 dan telah terhubung dengan jalur kereta api milik NIS pada tahun 1934 dari Halte Kalijereng dengan melewati Jl. Setu - Jl. Pemuka dan menyeberangi perlintasan sebidang di Jl. Buya Hamka. Pabrik gula ini terletak di Jl. Ir. Soekarno (d/h Jalan Kampung Kaliwates) nomor 5, Setu, Cipayung, Jakarta Timur.

Sedangkan, Stasiun kereta api telah ditutup sejak awal tahun 2001 setelah dibukanya jalur kereta api yang melewati Stasiun Tambun. Pada tahun 2002-2003, bangunan eks Stasiun kereta api Setu ini dibongkar akibat dari proyek Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta seksi Hankam-Cikunir. Namun PG Kalijereng sudah ditutup sejak terjadi Krisis 1997. Pada awal tahun 2001, bangunan eks Pabrik gula kini telah dijadikan Kantor cabang Perkumpulan Wredatama Indonesia wilayah Bekasi, Warung bakso dan Warung kopi.

Namun, sekitar awal bulan Agustus 2001, rumah-rumah dinas eks PG Kalijereng di Jalan M.H. Thamrin telah dirobohkan untuk pelebaran jalan yang dikerjakan selama 1 bulan 7 hari dari tanggal 2 Agustus 2001 sampai 9 September 2001.

Namun, sekitar tanggal 31 Agustus 2001, jembatan penyeberangan antara jalur rel Decauville milik PG Kalijereng dan Jalan raya di Jalan Buya Hamka telah dijadikan tempat nongkrong dan istirahat khusus orang remaja (baik SMP dan SMA) setelah capek berjalan kaki (usia 11-21 tahun) serta Warung sate dan sop kambing.

Selain itu, di kelurahan ini, terdapat benteng peninggalan era Hindia-Belanda, yang dibangun sejak era tahun 1665, tepatnya era VOC. Benteng itu melindungi serangan terhadap Kesultanan Bunyung Kampel dan Kesultanan Mataram

Peninggalan era Kesultanan Mataram/Bunyung Kampel[sunting | sunting sumber]

Selain itu, banyak peninggalan era Kesultanan Bunyung Kampel yang berdiri pada tahun 1613 (sempat digabung dengan Kesultanan Mataram pada tahun 1678), seperti:

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Jalan tol dan Jalan raya[sunting | sunting sumber]

Jalan tol adalah akses menuju kelurahan Setu. Akses jalan tol ke kelurahan Setu adalah Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta seksi TMII-Cikunir.

Saat ini daerah Setu dilewati oleh Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta yang memudahkan akses ke TMII, Jalan Tol Wiyoto Wiyono, Jalan Tol Jagorawi, Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Pondok Indah, Jatiasih dan Kampung Rambutan.

Perkeretaapian di Setu[sunting | sunting sumber]

Daerah Setu pernah memiliki Stasiun kereta api dan dilewati oleh Jalur kereta api Tanjung Barat-Jatiasih serta banyak percabangan ke berbagai Pabrik gula. Namun, sejak vakumnya perkeretaapian di kelurahan ini di era awal dekade 2000-an dan pergantian millenium akibat setelah dibukanya Jalur kereta api baru yang melewati Tambun, Stasiun kereta api beserta jalurnya dinonaktifkan akibat lalu lintas yang sudah lengang dan minimnya penumpang. Namun, seiring dengan perkembangannya, pada tahun 2002-2003, bekas Stasiun kereta api dibongkar serta jalur rel, persinyalan dan wesel dicabut akibat pembangunan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta seksi TMII-Hankam serta hanya menyisakan Pabrik gula, gudang dan tandon air. Bekas rel Decauville milik PG Kalijereng serta bekas rel cabang ke PG Kalijereng sudah dicabut sejak awal tahun 2003 akibat pelebaran jalan dan pembangunan jembatan. Namun kini perkebunan tebu milik PG Kalijereng telah beralih fungsi menjadi daerah perumahan.

Dahulu di wilayah ini pernah dilewati Jalur kereta api Tanjung Barat-Jatiasih serta mempunyai beberapa halte dan Stasiun kereta api yang melayani Kereta api lokal jurusan Jakarta Kota-Jatiasih. Dahulu, selain Stasiun kereta api ini memiliki beberapa halte atau stopplaats. Bahkan setiap halte memiliki jalur cabang ke Pabrik gula.

Prasarana[sunting | sunting sumber]

Stasiun Setu[sunting | sunting sumber]
Untuk bekas stasiun kereta api di Jalur nonaktif Cileungsi-Bantargebang, lihat Stasiun Setu (Bekasi).
Untuk bekas stasiun kereta api di Jalur aktif Cirebon-Prupuk, lihat Stasiun Setu (Cirebon).
Halte Setupasar[sunting | sunting sumber]

Halte Setupasar merupakan stasiun kereta api nonaktif.

Prasarana transportasi[sunting | sunting sumber]

Terminal bus[sunting | sunting sumber]

Terminal Setu adalah prasarana angkutan umum di kelurahan ini.

Terminal Setu merupakan salah satu prasarana angkutan umum di kelurahan ini. Terminal Setu ini hanya melayani trayek angkutan kota dan stabbling bus antarkota. Dahulu bus antarkota sering berhenti di Terminal bus ini. Namun sejak 2005, bus antarkota yang semula mangkal di sini dialihkan ke Terminal Kampung Rambutan serta hanya melayani trayek angkutan umum jarak dekat (seperti MetroMini, Kopaja, mikrolet, KWK dan KOASI).

Rel, percabangan dan stasiun kereta[sunting | sunting sumber]

Dahulu di kelurahan Setu dilalui oleh Jalur kereta api Tanjung Barat-Jatiasih serta memiliki banyak stasiun-stasiun KA, halte-halte KA atau "stopplaats" dan Pabrik gula karena jalur ini sangat ramai dilalui Kereta api penumpang dan Kereta api barang seperti mengangkut tebu, hasil pertanian, perkebunan dan pertambangan.

Layanan masyarakat[sunting | sunting sumber]

e-KTP[sunting | sunting sumber]

Artikel utama untuk mencari halaman e-KTP.

Hunting bus[sunting | sunting sumber]

Hunting bus merupakan salah satu pelayanan masyarakat kelurahan Setu. Hunting biasanya ada di Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta terutama di km 35-37.

Hunting bus merupakan salah satu layanan masyarakat Setu [1]. Daerah pinggir Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta, terutama di km 35-37, di Setu sering kali menjadi tempat BisMania yang suka hunting bus pada Jumat-Minggu.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Daryono Surbendi (23 Juni 2011), "Hunting Bus, Layanan Warga Setu", DetikCom, diupdate 1 Juli 2011