Sesetan, Denpasar Selatan, Denpasar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Sesetan
Kelurahan
Negara  Indonesia
Provinsi Bali
Kota Denpasar
Kecamatan Denpasar Selatan
Kodepos 80223
Luas 7,39 km²
Jumlah penduduk

49.893 jiwa (2017)[1]

50.303 jiwa (2010)[2]
Kepadatan 6.807 jiwa/km²(2010)
Jumlah RW 14 Banjar
Jumlah KK 7.471
Situs web https://sesetan.denpasarkota.go.id/

Kelurahan Sesetan merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Provinsi Bali, Indonesia dengan luas wilayah mencapai 739 hektar dan secara geografis terletak pada ketinggian di atas permukaan laut yang membujur ke utara.[3]

Geografis[sunting | sunting sumber]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayah Kelurahan Sesetan sebagai berikut:[4]

Utara Desa Dauh Puri Klod
Selatan Selat Badung
Barat Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan.
Timur Desa Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan.

Sejarah Nama Sesetan[sunting | sunting sumber]

Dari beberapa informasi dan menurut cerita-cerita dari tokoh masyarakat serta didukung oleh bukti-bukti peninggalan yang ditemukan diceritakan bahwa pada waktu Pemerintahan Dalem Waturenggong, kira-kira abad ke 15, Kelurahan Sesetan sekarang ini menjadi satu kesatuan dengan Kelurahan Pedungan. Kelurahan Pedungan awalnya bernama Desa Peduwungan. Nama ini bermula dari sebelah keris yang sakti. Keris itu dimiliki oleh wakil Dalem Waturenggong di Wilayah Badung yang bernama Arya Waringin. Keris sakti dibuatkan tempat yang disebut Pelinggih dan diberi nama Pura Peduwungan yang artinya keris, dan sekarang terletak di Banjar Kepisah. Dari Peduwungan ini akhirnya menjadi Desa Pedungan.

Pada saat itu, mata pencaharian penduduk di Desa Peduwungan adalah sebagai petani dan beberapa orang penduduk yang tinggal di Desa Peduwungan melakukan kegiatan pertanian di bagian Timur Desa Peduwungan, yang akhirnya menetap di tempat itu karena menurut mereka tempat di Timur itu adalah tempat yang subur dan sangat baik untuk bercocok tanam. Dan tempat itu diberi nama Kesetan atau Sepihan yang artinya Pecahan dari Desa Peduwungan, kemudian lama kelamaan seiring dengan perjalanan waktu dan karena proses perubahan kata, maka kata Kesetan berubah menjadi Sesetan.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Penduduk Sesetan sampai dengan tahun 2016 terdiri dari 25.447 laki-laki dan 24.446 perempuan dengan sex ratio 104. Proyeksi pertumbuhan penduduk sebesar 2,80 % dari tahun 2010.[5]

Pembagian Administratif[sunting | sunting sumber]

Penduduk Desa Sesetan hidup dengan berkelompok dalam wadah yang disebut Banjar, yang namanya disesuaikan dengan situasi dan kondisi di Banjar tersebut, seperti :

  • Banjar Gaduh karena yang bermukim disini adalah mayoritas keluarga dari Pasek Gaduh.
  • Banjar Lantang Bejuh yang artinya panjang membujur, karena geografi dari Banjar ini panjang membujur.
  • Banjar Pegok yang artinya dalam, karena pada mulanya mereka yang bermukim disini tinggal agak di dalam (jauh dari tempat keramaian).
  • Banjar Suwung Batan Kendal, karena dulu disana ada pohon Kendal (sejenis kepah).
  • Banjar Kaja yang artinya Utara, karena Banjar ini terletak di wilayah paling Utara Desa Sesetan.
  • Banjar Tengah yang artinya di tengah-tengah, karena letak Banjar ini di tengah-tengah Desa Sesetan.

Sampai dengan tahun 2018, Kelurahan Sesetan memiliki 14 lingkungan definitif, yakni :

  1. Lingkungan Kampung Bugis.
  2. Lingkungan Banjar Suwung Batan Kendal.
  3. Lingkungan Banjar Karya Dharma.
  4. Lingkungan Banjar Pegok.
  5. Lingkungan Banjar Taman Sari.
  6. Lingkungan Banjar Taman Suci.
  7. Lingkungan Banjar Lantang Bejuh.
  8. Lingkungan Banjar Dukuh Sari.
  9. Lingkungan Banjar Gaduh.
  10. Lingkungan Alas Arum.
  11. Lingkungan Banjar Tengah.
  12. Lingkungan Banjar Pembungan.
  13. Lingkungan Banjar Kaja.
  14. Lingkungan Banjar Puri Agung [4]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]