Sensor parkir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Sensor parkir atau disebut juga sensor mundur adalah perangkat elektronik yang dipasang pada bagian belakang kendaraan yang mendeteksi bagian belakang kendaraan sehingga dapat menhentikan kendaraan sebelum menyentuh/menabrak bagian yang tidak terlihat dari cabin kendaraan. Sensor ini merupakan perlengkapan standar mobil mewah, namun sekarang banyak dijual perlengkapan sensor ini untuk dipasang pada kendaraan yang belum memiiki sensor parkir. Sensor ditempatkan pada bagian belakang kendaraan, biasanya di bumper belakang.

Bentuk sensor[sunting | sunting sumber]

Sensor ultrasonik yang biasa digunakan pada mobil.

Ada beberapa bentuk sensor yang biasa digunakan

  1. Sensor infrared, yang bekerja atas sinar inframerah ataupun sensor gelombang ultrasonik yang dipancarkan dan kemudian ditangkap lagi oleh sensor, yang kemudian diinformasikan kepada pengemudi melalui bunyi, lampu ataupun monitor LCD didashboard,
  2. Kamera, sensor berupa kamera video yang disorot kebelakang dan layar monitor dipasang pada dahboard. Layar monitor biasanya berfungsi ganda selain untuk melihat belakang kendaraan juga sebagai monitor audiovisual.

Kelemahan[sunting | sunting sumber]

Ketepatan informasi halangan yang ada di belakang kendaraan tergantung kepada jumlah sensor yang dipasang pada kendaraan, semakin banyak sensor semakin teliti hasil deteksi kondisi yang ada di belakang kendaraan, namun kadang-kadang tiang listrik/telepon yang berada di belakang mobil pada saat mundur sering tidak terdeteksi , sehingga penggunaan kamera dapat membantu kekurangan dari sensor ini.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  • Pasang Sensor Mundur Toyota Avanza [1]
  • Parkir Otomatis Cepat dan Aman dengan Sensor "Ultrasound" [2]