Senna

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
tanaman senna

Senna merupakan golongan obat pencahar yang digunakan untuk mengatasi sembelit atau konstipasi yang telah disetujui FDA. Senna berasal dari daun tanaman senna. Selain untuk mengatasi konstipasi, obat ini juga dapat digunakan untuk sindrom iritasi usus besar (IBS), wasir, penurunan berat badan dan membersihkan isi perut sebelum menjalani operasi. Senna berbentuk kapsul, termasuk dalam kategori obat bebas yang dapat dikonsumsi oleh anak-anak hingga dewasa.[1][2]

Proses kerja obat[sunting | sunting sumber]

Senna bekerja dengan cara merangsang otot saluran pencernaan agar bisa mendorong kotoran mendekati dubur, sekaligus meningkatkan frekuensi buang air. Selain itu Senna juga mengandung banyak bahan kimia yang disebut sennosides. Sennosides mengiritasi lapisan usus, yang menyebabkan pencahar. Efek dari obat yang tersedia dalam bentuk kapsul ini dapat berlangsung hingga 8-12 jam.[3][4]

Senna glikosida

Kegunaan[sunting | sunting sumber]

  • Persiapan usus sebelum kolonoskopi (Efektif).
  • Pencitraan diagnostik (Tidak efektif).
  • Wasir (Tidak cukup bukti untuk menilai efektivitas).
  • Iritasi usus besar (Tidak cukup bukti untuk menilai efektivitas).
  • Menurunkan berat badan (Tidak cukup bukti untuk menilai efektivitas). [1]

Nama lain[sunting | sunting sumber]

Alexandrian Senna, Alexandrinische Senna, Casse, Cassia acutifolia, Cassia angustifolia, Cassia lanceolata, Cassia senna, Fan Xie Ye, Indian Senna, Khartoum Senna, Sen, Sena Alejandrina, Séné, Séné d'Alexandrie, Séné d'Egypte, Séne d'Inde, Séné de Tinnevelly, Senna alexandrina, Sennae Folium, Sennae Fructus, Sennosides, Tinnevelly Senna, True Senna.[1]

Dosis[sunting | sunting sumber]

Dosis penggunaan obat senna agar tidak menimbulkan efek samping, pada orang dewasa dan anak-anak usia 12 tahun ke atas: dosis yang dianjurkan adalah 17,2 mg setiap hari. Jangan mengonsumsi lebih dari 34,4 mg per hari karena akan menyebabkan efek samping. Kemudian pada penderita konstipasi pada anak-anak: Dosis yang dianjurkan adalah 8,5 mg setiap harinya. Sedangkan untuk sembelit pada orang lanjut usia: Dosis yang dianjurkan adalah 17 mg setiap harinya dan untuk sembelit setelah kehamilan: Dosis yang dianjurkan adalah 28 mg dalam 2 dosis terbagi. [1]

Peringatan penggunaan[sunting | sunting sumber]

Tidak semua penggunaan senna disetujui oleh FDA. Senna sering dijual sebagai suplemen herbal. Tidak ada standar produksi yang diatur untuk banyak senyawa herbal dan bebrapa suplemen yang dipasarkan telah terkontaminasi dengan logam beracun atau obat lain.[3][4] Sebaiknya minta terlebih dahulu saran dan pengawasan dari dokter sebelum memberikan senna kepada anak-anak. Harap berhati-hati dalam menggunakan senna apabila sedang menderita kolitis ulseratif, perdarahan pada saluran cerna, penyakit Crohn, memiliki gejala-gejala radang usus buntu atau nyeri di perut. Selain itu hindari penggunaan senna untuk jangka panjang atau berlebih. Beri tahu dokter jika sedang menggunakan obat-obat lainnya, termasuk herba atau suplemen yang dikhawatirkan menimbulkan interaksi obat tidak diinginkan. Segera hubungi dokter jika terjadi reaksi alergi atau overdosis saat menggunakan senna.[1][3][4]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e "Senna: Health Benefits, Uses, Side Effects, Dosage & Interactions". RxList (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-12-12. 
  2. ^ "Senna (Senokot): laxative to treat constipation". nhs.uk (dalam bahasa Inggris). 2018-08-29. Diakses tanggal 2019-12-12. 
  3. ^ a b c "Senna: Uses, Side Effects, Interactions, Dosage, and Warning". www.webmd.com. Diakses tanggal 2019-12-12. 
  4. ^ a b c "Senna: Uses, Dosage & Side Effects Information". Drugs.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-12-13.