Kota Semarang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Semarang kota)
Lompat ke: navigasi, cari
Kota Semarang
ꦑꦸꦛꦯꦼꦩꦫꦁ

Venetië van Java
Kota Lumpia
The Port of Java
Jawa 1rightarrow blue.svg Jawa Tengah
Dari atas searah jarum jam: Skyline Kota Semarang, Lawang Sewu, Masjid Agung Jawa Tengah, Klenteng Sam Po Kong, Simpang Lima Semarang, Tugu Muda.
Dari atas searah jarum jam: Skyline Kota Semarang, Lawang Sewu, Masjid Agung Jawa Tengah, Klenteng Sam Po Kong, Simpang Lima Semarang, Tugu Muda.
Lambang Kota Semarang ꦑꦸꦛꦯꦼꦩꦫꦁ
Lambang
Semboyan: Semarang Kota ATLAS
(Aman, Tertib, Lancar, Asri, dan Sehat)
Lokasi Kota Semarang ꦑꦸꦛꦯꦼꦩꦫꦁ di Pulau Jawa
Lokasi Kota Semarang
ꦑꦸꦛꦯꦼꦩꦫꦁ di Pulau Jawa
Kota Semarang ꦑꦸꦛꦯꦼꦩꦫꦁ berlokasi di Jawa
Kota Semarang ꦑꦸꦛꦯꦼꦩꦫꦁ
Kota Semarang ꦑꦸꦛꦯꦼꦩꦫꦁ
Lokasi Kota Semarang di Pulau Jawa
Kota Semarang berlokasi di Indonesia
Kota Semarang
Kota Semarang
Lokasi Kota Semarang di Peta Indonesia
Koordinat: 6°58′0″LU 110°25′0″BT / 6,96667°LS 110,41667°BT / -6.96667; 110.41667
Negara  Indonesia
Hari jadi 2 Mei 1547
Pemerintahan
 • Wali Kota Hendrar Prihadi, S.E, M.M.
Area
 • Total 373.67 km2 (144.27 mil²)
Populasi (2015)[1]
 • Total 1.773.905 jiwa
 • Kepadatan 4.747/km2 (12,290/sq mi)
Demografi
 • Suku bangsa Jawa, Tionghoa, Arab, dll.
 • Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha
 • Bahasa Jawa, Indonesia
Zona waktu WIB
Kode telepon +62 24
Kecamatan 16
Desa/kelurahan 177
Bandar udara Bandar Udara Internasional Achmad Yani
Pelabuhan Pelabuhan Tanjung Emas
Flora resmi Asam jawa
Fauna resmi Kuntul perak
Situs web www.semarangkota.go.id
Transformasi logo pariwisata Semarang
Logo lama.
Logo baru.
Kawasan Jalan Pahlawan Semarang pada tahun 2008.
Kawasan Tugu Muda
Simpang Lima Semarang dari udara

Kota Semarang (Hanacaraka: ꦑꦸꦛꦯꦼꦩꦫꦁ) adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia sekaligus kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia sesudah Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan.[2][3] Sebagai salah satu kota paling berkembang di Pulau Jawa, Kota Semarang mempunyai jumlah penduduk yang hampir mencapai 2 juta jiwa dan siang hari bisa mencapai 2,5 juta jiwa. Bahkan, Area Metropolitan Kedungsapur (Kendal, Demak, Ungaran Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, dan Purwodadi Kabupaten Grobogan) dengan penduduk sekitar 6 juta jiwa, merupakan Wilayah Metropolis terpadat keempat, setelah Jabodetabek (Jakarta), Gerbangkertosusilo (Surabaya), dan Bandung Raya. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan Semarang ditandai pula dengan munculnya beberapa gedung pencakar langit di beberapa sudut kota. Sayangnya, pesatnya jumlah penduduk membuat kemacetan lalu lintas di dalam Kota Semarang semakin macet. Kota Semarang dipimpin oleh wali kota Hendrar Prihadi, S.E, M.M dan wakil wali kota Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu. Kota ini terletak sekitar 558 km sebelah timur Jakarta, atau 312 km sebelah barat Surabaya, atau 621 km sebalah barat daya Banjarmasin (via udara).[4] Semarang berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Demak di timur, Kabupaten Semarang di selatan, dan Kabupaten Kendal di barat.Luas Kota 373.67 km2.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Daerah dataran rendah di Kota Semarang sangat sempit, yakni sekitar 4 kilometer dari garis pantai. Dataran rendah ini dikenal dengan sebutan kota bawah. Kawasan kota bawah seringkali dilanda banjir, dan di sejumlah kawasan, banjir ini disebabkan luapan air laut (rob). Di sebelah selatan merupakan dataran tinggi, yang dikenal dengan sebutan kota atas, di antaranya meliputi Kecamatan Candi, Mijen, Gunungpati, Tembalang dan Banyumanik. Pusat pertumbuhan di Semarang sebagai pusat aktivitas dan aglomerasi penduduk muncul menjadi kota kecil baru, seperti di Semarang bagian atas tumbuhnya daerah Banyumanik sebagai pusat aktivitas dan aglomerasi penduduk Kota Semarang bagian atas menjadikan daerah ini cukup padat. Fasilitas umum dan sosial yang mendukung aktivitas penduduk dalam bekerja maupun sebagai tempat tinggal juga telah terpenuhi. Banyumanik menjadi pusat pertumbuhan baru di Semarang bagian atas, dikarenakan munculnya aglomerasi perumahan di daerah ini. Dahulunya Banyumanik hanya merupakan daerah sepi tempat tinggal penduduk Semarang yang bekerja di Semarang bawah (hanya sebagai dormitory town). Namun saat ini daerah ini menjadi pusat aktivitas dan pertumbuhan baru di Kota Semarang, dengan dukungan infrastruktur jalan dan aksessibilitas yang terjangkau. Fasilitas perdagangan dan perumahan baru banyak bermunculan di daerah ini, seperti Carefour, Mall Banyumanik, Ada Swalayan, Perumahan Banyumanik, Perumahan Pucang Gading, dan fasilitas pendidikan baik negeri maupun swasta, seperti Undip, Polines, Unika, dll, dengan dukungan akses jalan tol dan terminal moda yang memperlancar transportasi. Cepatnya pertumbuhan di daerah ini dikarenakan kondisi lahan di Semarang bawah sering terkena bencana rob banjir.

Data iklim Semarang
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 29
(85)
29
(85)
30
(86)
31
(88)
32
(89)
32
(89)
32
(89)
32
(89)
32
(90)
32
(90)
31
(88)
30
(86)
31
(87.8)
Rata-rata terendah °C (°F) 25
(77)
25
(77)
25
(77)
26
(78)
26
(78)
25
(77)
24
(76)
24
(76)
25
(77)
26
(78)
26
(78)
25
(77)
25.2
(77.2)
Presipitasi mm (inci) 430
(16.93)
360
(14.17)
320
(12.6)
230
(9.06)
160
(6.3)
80
(3.15)
80
(3.15)
60
(2.36)
100
(3.94)
160
(6.3)
220
(8.66)
330
(12.99)
2.780
(109,45)
Sumber: Weatherbase [5]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Semarang pada tahun 1770.
Gambar Semarang pada tahun 1859 oleh C. Buddhing

Sejarah Semarang berawal kurang lebih pada abad ke-6 M, yaitu daerah pesisir yang bernama Pragota (sekarang menjadi Bergota) dan merupakan bagian dari kerajaan Mataram Kuno. Daerah tersebut pada masa itu merupakan pelabuhan dan di depannya terdapat gugusan pulau-pulau kecil. Akibat pengendapan, yang hingga sekarang masih terus berlangsung, gugusan tersebut sekarang menyatu membentuk daratan. Bagian kota Semarang Bawah yang dikenal sekarang ini dengan demikian dahulu merupakan laut. Pelabuhan tersebut diperkirakan berada di daerah Pasar Bulu sekarang dan memanjang masuk ke Pelabuhan Simongan, tempat armada Laksamana Cheng Ho bersandar pada tahun 1435 M. Di tempat pendaratannya, Laksamana Cheng Ho mendirikan kelenteng dan mesjid yang sampai sekarang masih dikunjungi dan disebut Kelenteng Sam Po Kong (Gedung Batu).

Pada akhir abad ke-15 M ada seseorang ditempatkan oleh Kerajaan Demak, dikenal sebagai Pangeran Made Pandan (Sunan Pandanaran I), untuk menyebarkan agama Islam dari perbukitan Pragota. Dari waktu ke waktu daerah itu semakin subur, dari sela-sela kesuburan itu muncullah pohon asam yang arang (bahasa Jawa: Asem Arang), sehingga memberikan gelar atau nama daerah itu menjadi Semarang.

Kantor KPM (Koninklijke Paketvaart Maatschappij) di Semarang (1918-1930)

Sebagai pendiri desa, kemudian menjadi kepala daerah setempat, dengan gelar Kyai Ageng Pandan Arang I. Sepeninggalnya, pimpinan daerah dipegang oleh putranya yang bergelar Pandan Arang II (kelak disebut sebagai Sunan Bayat atau Sunan Pandanaran II atau Sunan Pandanaran Bayat atau Ki Ageng Pandanaran atau Sunan Pandanaran saja). Di bawah pimpinan Pandan Arang II, daerah Semarang semakin menunjukkan pertumbuhannya yang meningkat, sehingga menarik perhatian Sultan Hadiwijaya dari Pajang. Karena persyaratan peningkatan daerah dapat dipenuhi, maka diputuskan untuk menjadikan Semarang setingkat dengan Kabupaten. Pada tanggal 2 Mei 1547 bertepatan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, tanggal 12 rabiul awal tahun 954 H disahkan oleh Sultan Hadiwijaya setelah berkonsultasi dengan Sunan Kalijaga. Tanggal 2 Mei kemudian ditetapkan sebagai hari jadi kota Semarang.

Kemudian pada tahun 1678 Amangkurat II dari Mataram, berjanji kepada VOC untuk memberikan Semarang sebagai pembayaran hutangnya, dia mengklaim daerah Priangan dan pajak dari pelabuhan pesisir sampai hutangnya lunas. Pada tahun 1705 Susuhunan Pakubuwono I menyerahkan Semarang kepada VOC sebagai bagian dari perjanjiannya karena telah dibantu untuk merebut Kartasura. Sejak saat itu Semarang resmi menjadi kota milik VOC dan kemudian Pemerintah Hindia Belanda.

Pada tahun 1906 dengan Stanblat Nomor 120 tahun 1906 dibentuklah Pemerintah Gemeente. Pemerintah kota besar ini dikepalai oleh seorang Burgemeester (Wali kota). Sistem Pemerintahan ini dipegang oleh orang-orang Belanda berakhir pada tahun 1942 dengan datangya pemerintahan pendudukan Jepang.

Pada masa Jepang terbentuklah pemerintah daerah Semarang yang dikepalai Militer (Shico) dari Jepang. Didampingi oleh dua orang wakil (Fuku Shico) yang masing-masing dari Jepang dan seorang bangsa Indonesia. Tidak lama sesudah kemerdekaan, yaitu tanggal 15 sampai 20 Oktober 1945 terjadilah peristiwa kepahlawanan pemuda-pemuda Semarang yang bertempur melawan balatentara Jepang yang bersikeras tidak bersedia menyerahkan diri kepada Pasukan Republik. Perjuangan ini dikenal dengan nama Pertempuran Lima Hari.

Tahun 1946 Inggris atas nama Sekutu menyerahkan kota Semarang kepada pihak Belanda. Ini terjadi pada tanggal l6 Mei 1946. Tanggal 3 Juni 1946 dengan tipu muslihatnya, pihak Belanda menangkap Mr. Imam Sudjahri, wali kota Semarang sebelum proklamasi kemerdekaan. Selama masa pendudukan Belanda tidak ada pemerintahan daerah kota Semarang. Namun para pejuang di bidang pemerintahan tetap menjalankan pemerintahan di daerah pedalaman atau daerah pengungsian di luar kota sampai dengan bulan Desember 1948. daerah pengungsian berpindah-pindah mulai dari kota Purwodadi, Gubug, Kedungjati, Salatiga, dan akhirnya di Yogyakarta. Pimpinan pemerintahan berturut-turut dipegang oleh R Patah, R.Prawotosudibyo dan Mr Ichsan. Pemerintahan pendudukan Belanda yang dikenal dengan Recomba berusaha membentuk kembali pemerintahan Gemeente seperti pada masa kolonial dulu di bawah pimpinan R Slamet Tirtosubroto. Hal itu tidak berhasil, karena dalam masa pemulihan kedaulatan harus menyerahkan kepada Komandan KMKB Semarang pada bulan Februari 1950. tanggal I April 1950 Mayor Suhardi, Komandan KMKB. menyerahkan kepemimpinan pemerintah daerah Semarang kepada Mr Koesoedibyono, seorang pegawai tinggi Kementerian Dalam Negeri di Yogyakarta. Ia menyusun kembali aparat pemerintahan guna memperlancar jalannya pemerintahan.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Ekonomi Kota Semarang cukup besar karena statusnya sebagai ibu kota provinsi Jawa Tengah. Perekonomian Kota Semarang menurut data BPS 2012 didominasi sektor Industri dan sektor Perdagangan[6]:43; PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) 2012 atas dasar harga berlaku mencapai Rp. 54,38 Triliun.[6]:38-39 Pertumbuhan ekonomi yang tinggi ditandai dengan banyaknya gedung tinggi berupa hotel, kantor dan apartemen di Kota Semarang; Daftar gedung tertinggi di Semarang menunjukkan Kota Semarang memiliki 30 gedung dengan ketinggian minimal 12 lantai dan 75 gedung dengan ketinggian berkisar antara 7-11 lantai.

Kawasan Bisnis Terpadu - Central Business Districts (CBD)[sunting | sunting sumber]

Sebagai ibukota provinsi Jawa Tengah dan kota metropolitan terbesar kelima di wilayah Republik Indonesia, Semarang telah bertransformasi dan berubah berdinamika menuju kearah yang lebih baik lagi. Dalam kurung waktu kurang dari 10 tahun Metropolitan Semarang terus membangun mempunyai andil dalam finansial yang vital di Indonesia dikarenakan sektor perdagangan dan industri serta jasanya yang berkembang. Sebagai konsekuensinya daya beli masyarakat meningkat, arus modal masuk, indeks kepercayaan konsumen dan doing business yang relatif kondusif berkembang beberapa Kawasan Bisnis Terpadu atau CBD (Central Business District). Beberapa CBD yang masuk dalam kawasan prime segitiga emas antara lain.

Simpang Lima City Center (SLCC)[sunting | sunting sumber]

Pemandangan Pahlawan Semarang
Pemandangan Simpang Lima Semarang
Pemandangan Simpang Lima Semarang

Simpang Lima Ciy Center (SLCC) adalah salah satu Central Business District (CBD) atau Kawasan Bisnis Terpadu yang terletak di Semarang Pusat dan salah satu CBD yang berkembang di jantung kota Semarang. Tidak heran apabila banyak bangunan-bangunan jangkung atau biasa disebut pencakar langit hadir dikawasan ini. Beberapa signature building yang menjadi ciri khas dari SLCC Semarang adalah Ciputa Swiss-Belhotel International Hotel Semarang, Ciputra Mall, Horison Hotel, Plaza Simpang Lima, Louis Kienne Serviced Apartment Hotel, HA-KA Hotel (coming soon), Santika Premiere Hotel, Wisma HSBC, INDOSAT Oooredoo Tower, Living Plaza ACE Hardware & InForma, Gramedia Center Pandanaran, Accor Ibis Simpang Lima Hotel, Amaris Simpang Lima Hotel, Tentrem MIxed-Use Tower (coming soon), Simpang Lima Residences, SMC (Semarang Medical Centerl) Telogorejo Hospital, Pandanaran Hotel, DBS Center, @Hom Hotel, SentraLand Superblock, Graha Bank Indonesia, Plaza Telkom, WIsma Telkomsel, XL Axiata Center Simpang Lima, Bank Mandiri Plaza, CitiBank Square, Pramuka Building,

Pemuda Central Business District (PCBD)[sunting | sunting sumber]

Pemandangan Pandanaran Semarang
Pemandangan Tugu Muda Semarang

Lawang Sewu Heritage Complex, Semarang Tourism Center, Pandanaran Building, Danamon Tower, Wisma BII Maybank, Menara Juang 45, Wisma Sucofindo (FWD & DanaReksa), DP Mall, SmartFren Galeri, Bank Panin Plaza, Menara Suara Merdeka, Premier Inn Hotel Office Tower (coming soon), The Pinnacle Apartment Tower, Menara Bank Mega, Manulife Building, ANZ Square, Graha BRI, House of Indonesia Stock Exchange (IDX) Pandanaran, Dafam Hotel, Graha Bina Artha (Bank JaTeng headquarter), Amaris Hotel, Gramedia Plaza Pemuda, Paragon City Mall, Crowne Plaza Hotel, Accor Novotel Hotel, Whiz Hotel, CitraDream Hotel, Accor Ibis Budget Hotel, Menara Bank Mandiri, Wisma BCA, Marquis de Lafayette Pollux, Sri Ratu Plaza.

Gajahmada Golden Triangle (GGT)[sunting | sunting sumber]

Kawasan Budaya Tionghoa (Pecinan) Semarang - Semarang Chinatown Heritage Complex, Gumaya Tower Hotel, ACE Gajahmada, MG Suites Maven Hotel & Residences, Chanti Hotel, Semarang Town Square (SETOS), 3 Store Gajahmada, Grandhika Hotel.

Daftar wali kota[sunting | sunting sumber]

Sejak 1945[sunting | sunting sumber]

Sejak tahun 1945 para wali kota yang memimpin kota besar Semarang yang kemudian menjadi Kota Praja dan akhirnya menjadi Kota Semarang adalah sebagai berikut:

  • Mr. Moch.lchsan (1945-1949)
  • Mr. Koesoedibiyono Tjondrowibowo (1949–1 Juli 1951)
  • RM. Hadisoebeno Sosrowerdoyo (1 Juli 1951–1 Januari 1958)
  • Mr. Abdulmadjid Djojoadiningrat (7 Januari 1958–1 Januari 1960)
  • RM Soebagyono Tjondrokoesoemo (1 Januari 1961–26 April 1964)
  • Mr. Wuryanto (25 April 1964–1 September 1966)
  • Letkol. Soeparno (1 September 1966–6 Maret 1967)
  • Letkol. R. Warsito Soegiarto (6 Maret 1967–2 Januari 1973)
  • Kolonel Hadijanto (2 Januari 1973–15 Januari 1980)
  • Kol. H. Iman Soeparto Tjakrajoeda SH (15 Januari 1980–19 Januari 1990)
  • Kol. H. Soetrisno Suharto (19 Januari 1990–19 Januari 2000)
  • H. Sukawi Sutarip SH. (19 Januari 2000–2010)
  • Drs. H. Soemarmo HS, MSi. (2010–2013)
  • Hendrar Prihadi, SE, MM. (2013-2015; 2016-sekarang)
  • Tavip Supriyanto (Pejabat Sementara, 2015-2016)

Daftar penguasa Semarang[sunting | sunting sumber]

Di bawah Kerajaan Demak[sunting | sunting sumber]

Di bawah Kesultanan Pajang dan Kesultanan Mataram[sunting | sunting sumber]

  • Pangeran Kanoman atau Pandan Arang III (1553-1586)
  • Mas R.Tumenggung Tambi (1657-1659)
  • Mas Tumenggung Wongsorejo (1659 - 1666)
  • Mas Tumenggung Prawiroprojo (1666-1670)
  • Mas Tumenggung Alap-alap (1670-1674)
  • Kyai Mertonoyo, Kyai Tumenggung Yudonegoro atau Kyai Adipati Suromenggolo (1674 -1701)

Di bawah VOC[sunting | sunting sumber]

  • Raden Martoyudo atau Raden Sumoningrat (1743-1751)
  • Marmowijoyo atau Sumowijoyo atau Sumonegoro atau Surohadimenggolo (1751-1773)
  • Surohadimenggolo IV (1773-?)
  • Adipati Surohadimenggolo V atau kanjeng Terboyo (?)

Pemerintahan Hindia Belanda[sunting | sunting sumber]

  • Raden Tumenggung Surohadiningrat (?-1841)
  • Putro Surohadimenggolo (1841-1855)
  • Mas Ngabehi Reksonegoro (1855-1860)
  • RTP Suryokusurno (1860-1887)
  • RTP Reksodirjo (1887-1891)
  • RMTA Purbaningrat (1891-?)

Pemerintahan kemudian dibagi dua, yakni Kota Praja dan Kabupaten. Penguasa pribumi kemudian menjadi Bupati Semarang:

  • Raden Cokrodipuro (?-1927)
  • RM Soebiyono (1897-1927)
  • RM Amin Suyitno (1927-1942)
  • RMAA Sukarman Mertohadinegoro (1942-1945)

Sementara penguasa Belanda menjadi Wali Kota Semarang:

  • D. de Jongh (1916-1927)
  • A. Bagchus (1928-1935)
  • H.E. Boissevain (1936-1942)

Pemerintahan Republik Indonesia[sunting | sunting sumber]

  • R. Soediyono Taruna Kusumo (1945-1945), hanya berlangsung satu bulan
  • M. Soemardjito Priyohadisubroto (tahun 1946)

Pemerintahan Republik Indonesia Serikat[sunting | sunting sumber]

  • RM. Condronegoro hingga tahun 1949

Setelah pengakuan kedaulatan[sunting | sunting sumber]

  • M. Soemardjito Priyohadisubroto (1946-1952)
  • R. Oetoyo Koesoemo (1952-1956).

Untuk bupati selanjutnya lihat Kabupaten Semarang.

Kotamadya Semarang secara definitif ditetapkan berdasarkan UU Nomor 13 tahun 1950 tentang pembentukan kabupaten-kabupaten dalam lingkungan Provinsi Jawa Tengah.

Pembagian administratif[sunting | sunting sumber]

Kota Semarang terdiri atas 16 kecamatan dan 177 kelurahan

Kecamatan Kelurahan
Banyumanik Pudakpayung, Gedawang, Jabungan, Padangsari, Banyumanik, Srondol Wetan, Pedalangan, Banyumanik, Semarang, Sumurboto, Banyumanik, Semarang, Srondol Kulon, Banyumanik, Semarang, Tinjomoyo, Ngesrep
Candisari Candi, Jatingaleh, Jomblang, Kaliwiru, Karanganyargunung, Tegalsari, Wonotingal
Gajahmungkur Bendanduwur, Bendanngisor, Bendungan, Gajahmungkur, Karangrejo, Lempongsari, Petompon, Sampangan
Gayamsari Gayamsari, Kaligawe, Pandean Lamper, Sambirejo, Sawah Besar, Siwalan, Tambakrejo
Genuk Bangetayu Kulon, Bangetayu Wetan, Banjardowo, Gebangsari, Genuksari, Karangroto, Kudu, Muktiharjo Lor, Penggaron Lor, Sembungharjo, Terboyo Kulon, Terboyo Wetan, Trimulyo
Gunungpati Cepoko, Gunungpati, Jatirejo, Kalisegoro, Kandri, Mangunsari, Ngijo, Nongkosawit, Pakintelan, Patemon, Plalangan, Pongangan, Sadeng, Sekaran, Sukorejo, Sumurejo
Mijen Bubakan, Cangkiran, Jatibaran, Jatisari, Karangmalang, Kedungpani, Mijen, Ngadirgo, Pesantren, Polaman, Purwosari, Tambangan, Wonolopo, Wonoplumbon,
Ngaliyan Bambankerep, Beringin, Gondoriyo, Kalipancur, Ngaliyan, Podorejo, Purwoyoso, Tambak Aji, Wonosari
Pedurungan Gemah, Kalicari, Muktiharjo Kidul, Palebon, Pedurungan Kidul, Pedurungan Lor, Pedurungan Tengah, Penggaron Kidul, Plamongan Sari, Tlogomulyo, Tlogosari Kulon, Tlogosari Wetan,
Semarang Barat Bojongsalaman, Bongsari, Cabean, Gisikdrono, Kalibanteng Kidul, Kalibanteng Kulon, Karangayu, Kembangarum, Krapyak, Krobokan, Manyaran, Ngemplaksimongan, Salamanmloyo, Tambakharjo, Tawangmas, Tawangsari
Semarang Selatan Barusari, Bulustalan, Lamper Kidul, Lamper Lor, Lamper Tengah, Mugassari, Peterongan, Pleburan, Randusari, Wonodri
Semarang Tengah Bangunharjo, Brumbungan, Gabahan, Jagalan, Karangkidul, Kauman, Kembangsari, Kranggan, Miroto, Pandansari, Pekunden, Pendrikan Kidul, Pendrikan Lor, Purwodinatan, Sekayu
Semarang Timur Bugangan, Karangtempel, Karangturi, Kebonagung, Kemijen, Mlatibaru, Mlatiharjo, Rejomulyo, Rejosari, Sarirejo, Bandarharjo
Semarang Utara Bulu Lor, Dadapsari, Kuningan, Panggung Kidul, Panggung Lor, Plombokan, Purwosari, Tanjungmas
Tembalang Bulusan, Jangli, Kedungmundu, Kramas, Mangunharjo, Meteseh, Rowosari, Sambiroto, Sendangguwo, Sendangmulyo, Tandang, Tembalang
Tugu Jerakan, Karanganyar, Mangkang Kulon, Mangkang Wetan, Mangunharjo, Randu Garut, Tugurejo

Perwakilan[sunting | sunting sumber]

DPRD Kota Semarang hasil Pemilihan Umum Legislatif 2014 tersusun dari 9 partai, dengan perincian sebagai berikut:

Partai Kursi
PDI-P 15
Partai Gerindra 7
PKS 6
Partai Demokrat 6
Partai Golkar 5
PKB 4
PAN 4
PPP 2
Partai NasDem 1
Total 50

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Penduduk Semarang umumnya adalah suku Jawa dan menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari. Agama mayoritas yang dianut adalah Islam. Semarang memiliki komunitas Tionghoa yang besar. Seperti di daerah lainnya di Jawa, terutama di Jawa Tengah, mereka sudah berbaur erat dengan penduduk setempat dan menggunakan Bahasa Jawa dalam berkomunikasi sejak ratusan tahun silam.

Julukan[sunting | sunting sumber]

Kota Semarang mempunyai mempunyai beberapa julukan, antara lain:

  • Venetië van Java[8]

Semarang dilalui banyak sungai di tengah kota seperti di Venesia (Italia), sehingga Belanda menyebut Semarang sebagai Venetië van Java.

  • Kota Lumpia

Lumpia adalah makanan khas Semarang, yang terbuat dari akulturasi 2 budaya yaitu budaya Jawa dan China.

  • Kota Atlas

Semarang memiliki semboyan Kota ATLAS akronim (Aman, Tertib, Lancar, Asri dan Sehat), sebagai slogan pemeliharaan keindahan kota.

  • The Port of Java

Untuk kepentingan pemasaran pariwisata, Wali Kota Semarang mengambil slogan pariwisata Semarang, The Port of Java (Pelabuhannya Jawa) sebagai upaya pencitraan kota Semarang sebagai pusat Pelabuhan Jawa. Karena Setiap orang yang hendak pergi dari Jakarta atau Jawa Barat ke Surabaya atau Jawa Timur dan juga sebaliknya, harus melewati dan singgah di Kota Semarang. Bahkan menurut sejarah Laksamana Ceng Ho pun berlabuh di Kota Semarang untuk singgah.

  • Semarang Pesona Asia

Pada tahun 2009 dari wacana beberapa pihak, Wali Kota Semarang menyetujui slogan "SPA", di mana konsekuensinya, dilakukan pembersihan dan pembangunan di mana mana, (perbaikan saluran, jalan, trotoar, taman, penataan pkl)

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Obyek Wisata Lawang Sewu
Taman Rekreasi Wonderia

Wisata Alam[sunting | sunting sumber]

Wisata sejarah[sunting | sunting sumber]

Wisata religius[sunting | sunting sumber]

Wisata keluarga[sunting | sunting sumber]

Wisata belanja[sunting | sunting sumber]

  • Pasar Johar, di Kelurahan Kauman
  • Mall Ciputra (Ramayana), Simpang Lima City Center
  • Simpang Lima Plaza (Matahari), Simpang Lima City Center
  • Java Super Mall (Hypermart), di Kelurahan Peterongan
  • Paragon City Mall (Matahari), Pemuda Central Business District (PCBD) di Kelurahan Sekayu
  • Sri Ratu (Matahari), di Kelurahan Peterongan
  • DP Mall (Carrefour), di Kelurahan Pekunden Jl. Pemuda Semarang Tengah
  • M-Art Shop, Jl. Mataram 653 Semarang

Perayaan[sunting | sunting sumber]

Kota Semarang memiliki beberapa event perayaan, yaitu:

Kuliner[sunting | sunting sumber]

Masakan[sunting | sunting sumber]

Makanan khas Semarang antara lain adalah:

Jajanan[sunting | sunting sumber]

Jajanan Pasar khas Semarang antara lain adalah:

Minuman[sunting | sunting sumber]

Minuman khas Semarang antara lain adalah:

Oleh-oleh[sunting | sunting sumber]

Media[sunting | sunting sumber]

Surat kabar[sunting | sunting sumber]

Kota Semarang memiliki beberapa surat kabar di antaranya:

Nama Jenis Jaringan Perusahaan Bahasa
Koran SINDO Edisi Jawa Tengah Nasional Koran SINDO SINDOMedia
(melalui MNC)
Indonesia
Suara Pembaruan Edisi Jawa Tengah Suara Pembaruan BeritaSatu
Republika Edisi Jawa Tengah Republika MAHAKA
Kompas Edisi Jawa Tengah Kompas KG
Bisnis Indonesia Edisi Jawa Tengah Bisnis Indonesia JAG
Media Indonesia Edisi Jawa Tengah Media Indonesia MEDIA
Koran Tempo Edisi Jawa Tengah Koran Tempo Tempo Media
Radar Semarang Lokal Jawa Pos Grup Jawa Pos
Meteor
Suara Merdeka Suara Merdeka Suara Merdeka
Wawasan
Tribun Jateng Kompas KG
Bisnis Semarang Bisnis Indonesia JAG

Terrestrial televisi[sunting | sunting sumber]

Kota Semarang juga memiliki beberapa terdiri dari 18 stasiun televisi (15 siaran nasional & 3 siaran lokal) seperti:

Kanal Signal Frekuensi Nama Jaringan Nama perusahaan Pemilik Status Negara
23 487,25 MHz UHF TVRI Nasional TVRI Lembaga Penyiaran Publik TVRI Pemerintah Indonesia Nasional  Indonesia
TVRI Jawa Tengah Pemerintah Jawa Tengah Lokal
25 503,25 MHz ANTV PT Cakrawala Andalas Televisi Semarang dan Palangkaraya VIVA Nasional
27 519,25 MHz Indosiar PT Indosiar Semarang Televisi Surya Citra Media
29 535,25 MHz Trans TV PT Trans TV Semarang Makassar Trans Media
31 551,25 MHz MNCTV PT TPI Dua MNC
33 567,25 MHz RCTI PT RCTI Dua MNC
35 583,25 MHz SCTV PT Surya Citra Wisesa Surya Citra Media
37 599,25 MHz Global TV PT GTV Dua MNC
39 615,25 MHz tvOne PT Lativi Media Karya Semarang dan Padang VIVA
41 631,25 MHz Trans7 PT Trans 7 Semarang Makassar Trans Media
43 647,25 MHz MetroTV PT Media Televisi Semarang Media Group
45 663,25 MHz iNews TV PT Global Telekomunikasi Terpadu MNC
47 679,25 MHz Kompas TV PT Televisi Semarang Indonesia Kompas Gramedia
49 695,25 MHz TVKU Semarang TVE dan SM Network PT Televisi Kampus Universitas Dian Nuswantoro Universitas Dian Nuswantoro Lokal
50 703,25 MHz IMTV Semarang STTV (TV9) PT Semarang Inti Media Televisi Siantar Top
53 727,25 MHz Cakra Semarang TV Indonesia Network PT Mataram Cakrawala Televisi Indonesia Kelompok Media Bali Post
54 735,25 MHz NET. PT Industri Televisi Semarang Indika Group Nasional
56 751,25 MHz Rajawali Televisi PT Semuwas Citra Mandiri Rajawali Corpora

Televisi berlangganan[sunting | sunting sumber]

Kota Semarang juga memiliki beberapa televisi berlangganan seperti:

Radio[sunting | sunting sumber]

Kota Semarang juga memiliki 42 stasiun radio seperti:

Frekuensi Sinyal Nama Stasiun
720 KHz AM Radio Silaturahim
801 KHz Radio Programma 1 RRI
999 KHz RRI Pro 3 RRI
1062 KHz Sultan Agung Radio Universitas Sultan Agung
1125 KHz Radio Suara Diponegoro
1476 KHz Radio Mutiara Quran
87,8 MHz FM Radio Gaul FM Universitas Wahid Hasyim
88,2 MHz RRI Semarang Pro 4 RRI
88,6 MHz Radio Rhema Jemaat Kristen Indonesia Injil Kerajaan Semarang
89,0 MHz RRI Semarang Pro 1 RRI
89,4 MHz USM Top FM Universitas Semarang
89,8 MHz Sindo Trijaya FM Semarang Sindo Trijaya FM
90,2 MHz Trax FM Semarang Trax FM
91,0 MHz Elshinta Semarang Elshinta
91,8 MHz RDI Semarang Radio Dangdut Indonesia
92,2 MHz RRI Pro 3 RRI
92,6 MHz Radio Idola
93,4 MHz C-Radio Semarang C-Radio
94,5 MHz Radio Agape FM
94,9 MHz GoodNews FM
95,3 MHz RRI Semarang Pro 2 RRI
95,7 MHz Radio On Semarang Fit Radio
96,1 MHz Delta FM Semarang Delta FM
96,5 MHz Radio Ichthus
96,9 MHz Radio Suara Semarang Gajahmada Group
97,7 MHz Radio Pro Alma Universitas Diponegoro
98,5 MHz UP Radio Universitas PGRI Semarang
98,9 MHz Radio Sonora Semarang Radio Sonora (Kompas Gramedia)
99,3 MHz Best FM Semarang Best FM (CPP RadioNet)
100,1 MHz Rasika Semarang Rasika
101,2 MHz RCTFM (Radio Chandra Taruna) CPP RadioNet
101,6 MHz USM Jaya FM Universitas Semarang
102,0 MHz Radio Prambors Semarang Radio Prambors
102,4 MHz Gajahmada FM Gajahmada Group
102,8 MHz JFM
103,2 MHz KISFM
103,6 MHz POPFM Semarang POPFM (CPP RadioNet)
104,4 MHz Imelda FM Gajahmada Group
105,2 MHz SSFM Suara Merdeka
106,0 MHz PAS FM Semarang PAS FM (CPP RadioNet)
106,8 MHz Radio Thomson Semarang Thomson Radionet
107,9 MHz Radio Dakwah Islam Masjid Agung Jawa Tengah

Sarana umum[sunting | sunting sumber]

Olahraga[sunting | sunting sumber]

PSIS Semarang merupakan satu-satunya klub sepak bola profesional di Kota Semarang. Pada musim 1999, PSIS berhasil menjadi juara Liga Indonesia, namun pada musim kompetisi 2000 terdegradasi ke Divisi I. Pada musim 2006 bermain di Divisi Utama Liga Djarum Wilayah 1 dan meraih juara kedua setelah dalam final kalah 0–1 oleh Persik Kediri Pada tahun ini PSIS kembali berlaga di Indonesia Super League tanpa dana bantuan APBD sama sekali.

Semarang United FC merupakan klub sepak bola yang mengikuti turnamen dalam ajang Liga Primer Indonesia.

Sasana Tinju Tugu Muda Semarang merupakan sasana tinju yang membina amatir dan profesional tingkat dunia di Kota Semarang. Perjalanan Sasana Tinju Tugu Muda Semarang yang dirintis oleh Muklis Sutan Rambing Th 1970 (1976 s/d 1978)Membentuk Sasana Tinju Adam (dengan latar belakang sponsorship Bis Adam). Th 1980 (1978 s/d 1989) Membentuk Sasana Tinju Orang Tua (dengan latar belakang sponsor jamu cap Orang Tua) Selama tahun 1984 – 1985 memiliki beberapa petinju amatir dan profesional, namun kurang maksimal karena iklim pertandingan yang jarang. Rata-rata pertandingan profesional setahun sekali, saat itu Sasana Orang Tua sempat mencetak juara Nasional atas nama Agus Suyanto. Th 1990 (1989 s/d 2008). Th 1990 membentuk Sasana Tinju Bank Buana dengan konsentrasi pembinaan tinju amatir. Th 1997 ketika tinju profesional boming di televisi, Muklis Sutan Rambing mencoba fokus kepada tinju pro dengan nama Sasana Tinju Tugu Muda Semarang (Tugu Muda merupakan lambang kota Semarang). Saat itu Sasana Tinju Bank Buana tetap jalan namun konsen di Tinju amatir, untuk Tinju profesional dengan nama Sasana Tinju Tugu Muda Semarang. Pada akhir tahun 1999 Sasana Tinju Tugu Muda Semarang berhasil mencetak 3 (tiga) juara Nasional : Chris Jhon (57 Kg / kelas Bulu), Arthur Rambing (58,1 Kg / kelas Ringan Jr) dan Sonny Rambing (63 Kg / kelas Welter Jr). Karena tertarik , Sponsorship Bank Buana ikut merambah pada pembinaan tinju profesional. Lama kelamaan ketika berprestasi tingkat internasional , berubah menjadi Sasana Tinju Bank Buana Semarang, hingga tahun 2006 menjadi Sasana Tinju UOB Buana Semarang / UOB Boxing Camp (karena nama perusahaan sponsor berubah menjadi UOB Buana). Th 2009 (2008 s/d 2011)Perubahan nama Sasana menjadi Kuku Bima Energy, menurunnya minat atlet untuk berlatih mempengaruhi prestasi tinju kota Semarang kususnya Jawa Tengah menjadi minim juara. Th 2010 (2009 s/d sekarang) Perubahan nama sasana menjadi “Sasana Tinju Temujin Rambing” sebagai wujud mengenang meninggalnya putra, pelatih sekaligus promotor tinju penggerak roda pertinjuan tanah air dan Jawa Tengah (Semarang)khususnya.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Kota Semarang dapat ditempuh dengan perjalanan darat, laut, dan udara. Semarang dilalui jalur pantura yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota di pantai utara Pulau Jawa. Saat ini sedang dibangun jalan tol yang menghubungkan Semarang dengan Solo. Angkutan bus antarkota dipusatkan di Terminal Terboyo, Kecamatan Genuk. Angkutan dalam kota dilayani oleh bus kota, angkot, dan becak. Pada tahun 2009 mulai beroperasi TransSemarang, yang juga dikenal dengan BRT (Bus Rapid Transit), sebuah moda angkutan massal meskipun tidak menggunakan jalur khusus seperti busway (Trans Jakarta) di Jakarta.

Semarang memiliki peranan penting dalam sejarah kereta api Indonesia. Di sinilah tonggak pertama pembangunan kereta api Hindia Belanda dimulai, dengan pembangunan jalan kereta api yang dimulai dari desa Kemijen menuju desa Tanggung sepanjang 26 Km) dengan lebar sepur 1435 mm. Pencangkulan pertama dilakukan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr LAJ Baron Sloet van den Beele, Jumat 17 Juni 1864. Jalan kereta api ini mulai dioperasikan untuk umum Sabtu, 10 Agustus 1867.

Pembangunan jalan KA ini diprakarsai sebuah perusahaan swasta Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NV NISM) (terjemahan: Perseroan tak bernama Perusahaan Kereta Api Nederland-Indonesia) yang dipimpin oleh Ir JP de Bordes. Kemudian, setelah ruas rel Kemijen - Tanggung, dilanjutkan pembangunan rel yang dapat menghubungkan kota Semarang - Surakarta (110 Km), pada 10 Februari 1870. Semarang memiliki dua stasiun kereta api: Stasiun Semarang Tawang untuk kereta api kelas bisnis dan eksekutif, serta Stasiun Semarang Poncol untuk kereta api kelas ekonomi dan angkutan barang. Kereta api di antaranya jurusan Semarang-Jakarta, Semarang-Bandung, Semarang-Surabaya, Jakarta-Semarang-Jombang, Jakarta-Semarang-Malang, Semarang-Tegal, dan Semarang-Bojonegoro.

Angkutan udara dilayani di Bandara Ahmad Yani, menghubungkan Semarang dengan sejumlah kota-kota besar Indonesia setiap harinya. Sejak tahun 2008 Bandara Ahmad Yani menjadi bandara Internasional dengan adanya penerbangan langsung ke luar negri, contohnya ke Singapura dan Kualalumpur. Pelabuhan Tanjung Mas menghubungkan Semarang dengan sejumlah kota-kota pelabuhan Indonesia; pelabuhan ini juga terdapat terminal peti kemas.

Untuk memperlancar jalur transportasi ke arah kota/kabupaten di Jawa Tengah di Bagian Selatan terutama jalur padat Semarang-Solo, saat ini sedang dibangun Jalan Tol Semarang-Solo. Pada tahap pertama, pembangunan jalan tol tersebut telah dioperasikan sebagian, yaitu Semarang-Ungaran yang telah mulai digunakan tahun 2011. Saat ini, pembangunan jalan tol ruas Ungaran-Bawen sedang dilakukan.

Kesehatan (rumah sakit)[sunting | sunting sumber]

Terdapat beberapa rumah sakit besar di Semarang antara lain:

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Semarang terdapat sejumlah perguruan tinggi ternama baik negeri maupun swasta. Bahkan berdasarkan Peringkat universitas di Indonesia menurut Webometrics terdapat 6 universitas di Semarang termasuk 100 universitas terbaik Indonesia. Berdasarkan data dari DAPODIK Kota Semarang 2010/2011, perguruan tinggi di Kota Semarang:

Perguruan tinggi negeri[sunting | sunting sumber]

Perguruan tinggi negeri tersebut adalah:

Perguruan tinggi swasta[sunting | sunting sumber]

Perguruan tinggi swasta antara lain:

Sekolah menengah atas[sunting | sunting sumber]

Kota kembar[sunting | sunting sumber]

Lain-lain[sunting | sunting sumber]

  • Semarang memiliki slogan sebagai Kota ATLAS (Aman, Tertib, Lancar, Asri dan Sehat).
  • Beberapa pasar besar anatara lain pasar Johar, pasar Peterongan, pasar Jatingaleh, pasar Banyumanik, pasar Kobong, pasar Karangayu, pasar Bulu, pasar Gang Baru, dll.
  • Perusahaan Farmasi antara lain Phapros, Saka Farma, DGPharm, dan Zenith.
  • Pabrik Jamu antara lain Jamu Jago, Sido Muncul, Nyonya Meneer, Jamu Leo, dll.
  • Pernah populer penggunaan bahasa pergaulan yang disebut bahasa Walikan.

Seniman dan selebriti[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Kota-kota besar di Indonesia
  Kota Provinsi Populasi     Kota Provinsi Populasi
1 Jakarta DKI Jakarta 9.607.787 Kota Semarang
Kota Semarang
7 Makassar Sulawesi Selatan 1.338.663
2 Surabaya Jawa Timur 2.765.487 8 Batam Kepulauan Riau 944.285
3 Bandung Jawa Barat 2.394.873 9 Pekanbaru Riau 897.767
4 Medan Sumatera Utara 2.097.610 10 Bandar Lampung Lampung 881.801
5 Semarang Jawa Tengah 1.773.905 11 Padang Sumatera Barat 833.562
6 Palembang Sumatera Selatan 1.455.284 12 Malang Jawa Timur 820.243
Sumber: Sensus Penduduk 2010 (tidak termasuk kota satelit)