Sejarah Yahudi di bawah kekuasaan Muslim

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Komunitas Yahudi telah ada di Timur Tengah dan Afrika Utara sejak Zaman Kuno. Sampai dengan saat Penaklukan Islam pada abad ke-7, komunitas kuno ini telah diperintah oleh berbagai imperium dan termasuk Babilonia, Persia, Kartago, Yunani, Romawi, Romawi Timur, Utsmaniyah, dan Yahudi Yaman.

Yahudi di bawah kekuasaan Islam diberi status dhimmi, bersama dengan beberapa kelompok keagamaan pra-Islam lainnya.[1] Meskipun warga negara kelas dua, kelompok non-Muslim ini tetap memiliki hak dan perlindungan tertentu sebagai "ahli kitab". Selama gelombang penindasan di Eropa Abad Pertengahan, banyak orang Yahudi mencari perlindungan di negeri-negeri Muslim.[2] Pada masa Islam awal, Leon Poliakov menulis, Yahudi menikmati hak keistimewaan, dan komunitas mereka menjadi makmur. Tidak ada batasan atau pembatasan sosial yang mencegah mereka terlibat dalam kegiatan komersial. Banyak orang Yahudi memasuki wilayah yang baru saja ditaklukkan dan membangun komunitas di sana. Wizurai dari Baghdad mengamanahkan ibu kotanya kepada pengurus bank Yahudi. Pelabuhan Siraf bahkan mempunyai gubernur Yahudi.[3]

Namun, sepanjang sejarah, terdapat juga kejadian pembunuhan massal orang Yahudi.[4] Contohnya adalah pembantaian Granada 1066 yang membunuh sebagian besar warga Yahudi di kota Grenada pada tahun 1066.[5] Di Afrika Utara, terdapat kasus-kasus kekerasan terhadap Yahudi pada Abad Pertengahan,[6] dan di tanah Arab lain termasuk Mesir,[7] Suriah,[8] dan Yaman.[9] Muwahhidun yang telah mengambilalih sebagian besar wilayah Al-Andalus pada tahun 1172 jauh lebih fundamentalis daripada Murabithun dan mereka juga memperlakukan kelompok dhimmi secara keras. Orang Yahudi dan Kristen telah diusir dari Maghreb dan Al-Andalus.[10] Dihadapkan dengan pilihan kematian atau menjadi Islam, beberapa orang Yahudi, seperti keluarga Maimonides, lari ke selatan dan timur ke tanah Muslim yang lebih toleran, sementara yang lain menuju ke utara untuk menetap di kerajaan Kristen yang sedang berkembang.[11][12]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Bat Ye'or (1985), p. 45
  2. ^ Lewis 1984 p. 62
  3. ^ Poliakov (1974), hlm.68-71
  4. ^ The Treatment of Jews in Arab/Islamic Countries
  5. ^ Granada by Richard Gottheil, Meyer Kayserling, Jewish Encyclopedia. 1906 ed.
  6. ^ "The Jews of Morocco". 
  7. ^ "The Jews of Egypt". 
  8. ^ "The Jews of Syria". 
  9. ^ "The Jews of Yemen". 
  10. ^ The Forgotten Refugees
  11. ^ Sephardim
  12. ^ Kraemer, Joel L., Moses Maimonides: An Intellectual Portrait in The Cambridge Companion to Maimonides hlm. 16-17 (2005)

Bacaan lebih lanjut[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]