Sejarah Yahudi di Libya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Sinagoga Slat Abn Shaif di Zliten sebelum Perang Dunia II.

Sejarah Yahudi di Libya bermula pada abad ke-3 SM, ketika Cyrenaica berada di bawah kekuasaan Yunani. Penduduk Yahudi di Libya, yang sebagian adalah komunitas Yahudi Sephardik-Maghrebi, masih bermukim di wilayah tersebut sampai masa modern. Pada Perang Dunia II, penduduk Yahudi di Libya menjadi subyek hukum antisemitik oleh rezim Fasis Italia dan deportasi oleh pasukan Nazi.[1]

Setelah perang, kekerasan anti-Yahudi menyebabkan beberapa Yahudi meninggalkan negara tersebut, utamanya ke Israel, meskipun jumlah signifikan menetap di Roma dan beberapa kemudian beremigrasi ke berbagai komunitas di Amerika Utara. Di bawah pemerintahan Kolonel Muammar Gaddafi, yang memerintah negara tersebut dari 1969 sampai 2011, situasi menjadi semakin runyam, kemudian berujung kepada emigrasi para penduduk Yahudi yang masih tersisa. Yahudi terakhir di Libya, Rina Debach yang berusia 80 tahun, meninggalkan negara tersebut pada 2003.[1]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Peringkat populasi menurut tahun[sunting | sunting sumber]

Tahun Populasi Perubahan
1911 21,000 n/a
1939 30,387 31%
1948 38,000 21%
1967 7,000 82%
1968 1,000 86%
1969 100 90%
1972 50 50%
2001 2 96%
2002 1 50%
2003 0 100%
2015 0 0

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Fendel, Hillel: "New Middle East at a Glance-Leader by Leader: Part II" Diakses pada 29 Maret 2011.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Templat:Topik Yahudi Maghrebi