Sederhana (restoran)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
PT. Sederhana Citra Mandiri
Perusahaan swasta
IndustriRestoran
Didirikan1972
PendiriBustaman
Cabang
+100
Wilayah operasi
Indonesia, Malaysia
Tokoh
kunci
Bustaman (pendiri dan pemilik)
ProdukMasakan Padang
Situs websederhana.co.id

Sederhana adalah perusahaan waralaba Indonesia yang bergerak di bidang jasa boga atau makanan dengan ciri khas masakan Padang.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Restoran Sederhana di Jakarta Barat.

Restoran Sederhana berawal pada tahun 1972 dari sebuah rumah makan Padang kecil milik Bustaman di Pasar Bendungan Hilir, Jakarta. Dalam mengelola restorannya, Bustaman yang berasal dari Lintau, Sumatra Barat, selalu menyesuaikannya dengan lidah orang kebanyakan, sehingga ia mengurangi rasa pedas dalam masakan Padang buatannya. Ia juga memiliki hidangan khusus, yakni Ayam Pop yang telah dikenal luas.[1]

Pada tahun 1997, Bustaman mematenkan merek dagang "Sederhana" ke Direktorat Jenderal Hak atas Kekayaan Intelektual, dan mewaralabakan merek tersebut. Sejak itu usahanya terus berkembang. Bustaman sempat bersengkata dengan Djamilus Djamil, salah seorang kerabatnya yang juga menggunakan merek dagang "Sederhana" pada restoran yang dikelolanya. Namun akhirnya mereka berdamai, dan Djamilus diwajibkan untuk menambahkan merek dagangnya menjadi "Sederhana Bintaro". Untuk melindungi merek Sederhana, pada tahun 2000 Bustaman membentuk perusahaan berbadan hukum yang diberi nama PT Sederhana Abadanmitra.[2]

Saat ini, lebih dari 100 restoran Sederhana tersebar di berbagai kota di Indonesia dan Malaysia. Restoran Sederhana telah membuka outletnya di setiap provinsi di Indonesia, kecuali Provinsi Papua. Hingga saat ini, jaringan Restoran Sederhana adalah jaringan rumah makan Padang terbesar di Indonesia.[3]

Belanda pun ikut senang memakan masakan padang

Reputasi[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan penelitian Roy Morgan tahun 2018, Restoran Sederhana merupakan restoran yang paling banyak dikunjungi masyarakat Indonesia. Menurut hasil penelitian tersebut, sebanyak 28,4 juta orang pada rentang waktu April 2017 hingga Maret 2018 telah mengunjungi restoran tersebut. Jumlah itu di atas pengunjung restoran cepat saji lainnya, seperti Kentucky Fried Chicken dan McDonald's.[4]

Sederhana Bintaro[sunting | sunting sumber]

Restoran Padang Sederhana Bintaro merupakan pecahan dari Restoran Sederhana. Sederhana Bintaro didirikan oleh Djamilus Djamil pada tahun 2004. Sampai tahun 2007, usahanya telah berkembang menjadi 28 restoran dengan berbagai pola, seperti waralaba (franchise), kerja sama, dan yang dimiliki sendiri. Restoran Sederhana Bintaro tersebar di berbagai kota, seperti Jakarta, Bandung, Medan, Semarang, dan lainnya.

Setelah mendirikan Sederhana Bintaro, Djamilus Djamil kemudian bersengketa dengan Bustaman, pendiri jaringan Restoran Sederhana yang masih berkerabat dengannya, dalam hal pemakaian merek dagang "Sederhana". Pengadilan Niaga Jakarta Pusat sesuai keputusan Mahkamah Agung tanggal 5 Oktober 2009 menetapkan H. Bustaman sebagai pemilik sah merek dagang dengan kata "Sederhana" pada bulan September 2014.[5][6] Sepeninggal Djamilus Djamil, pengelolaan Sederhana Bintaro kemudian dilanjutkan oleh istrinya, Purnama Sari Djamilus.[7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Mila Rachmawati, Sukses Bisnis Rumah Makan Padang, Kriya Pustaka, 2009
  2. ^ "Kisah H Bustaman Kembangkan RM Padang Sederhana" Ciputra Entrepreneurship, 24-06-2013. Diakses 24-11-2014.
  3. ^ "Tukang Cuci Piring Itu Kini Jadi Bos Rumah Makan" Suara Merdeka, 31-08-2004. Diakses 24-11-2014.
  4. ^ Menurut Penelitian Roy Morgan, Ini 10 Restoran yang Paling Diminati Masyarakat Indonesia
  5. ^ "Rumah Makan Sederhana Bintaro Diminta Hapus Kata "Sederhana"" Kompas.com, 05-09-2014. Diakses 24-10-2014.
  6. ^ "Sengketa Merek: RM. Sederhana Bintaro Diharuskan Hilangkan Nama Sederhana" Bisnis.com, 04-09-2014. Diakses 24-10-2014.
  7. ^ "Profil Sederhana Bintaro" Website Sederhana Bintaro. Diakses 28-10-2014.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]