Lompat ke isi

Savin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Savin
Dedaunan pada spesimen yang dibudidayakan
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Gymnospermae
Divisi: Pinophyta
Kelas: Pinopsida
Ordo: Cupressales
Famili: Cupressaceae
Genus: Juniperus
Spesies:
J. sabina
Nama binomial
Juniperus sabina
Sinonim[2]
  • Juniperus alpina Lodd. nom. illeg.
  • Juniperus arenaria (E.H.Wilson) Florin
  • Juniperus davurica Lindl. & Gordon
  • Juniperus davurica Pall.
  • Juniperus excelsa Willd. nom. illeg.
  • Juniperus humilis Salisb. nom. illeg.
  • Juniperus lusitanica Mill.
  • Juniperus officinalis Garcke
  • Juniperus tamariscifolia K.Koch
  • Sabina alpestris Jord.
  • Sabina cupressifolia Antoine ex K.Koch
  • Sabina davurica (Pall.) Antoine
  • Sabina officinalis Garcke nom. illeg.
  • Sabina tamariscifolia K.Koch
  • Sabina villarsii Jord.
  • Sabina vulgaris Antoine

Savin (Juniperus sabina)[3] adalah spesies arar yang berasal dari pegunungan di Eropa Tengah dan selatan serta Asia Barat hingga tengah, dari Spanyol hingga bagian timur Siberia. Tanaman ini biasanya tumbuh di ketinggian antara 1.000 hingga 3.300 meter.[4][5]

Deskripsi

[sunting | sunting sumber]

Semak ini memiliki bentuk yang bervariasi dan dapat tumbuh setinggi 1–4 meter. Daunnya ada dua tipe, yaitu daun muda seperti jarum sepanjang 5–10 mm dan daun dewasa berbentuk sisik sepanjang 1–2 mm yang tumbuh pada tunas tipis setebal 0,8–1 mm. Daun muda biasanya ada pada bibit, tetapi semak dewasa kadang masih menghasilkan beberapa daun muda dan dewasa, terutama pada tunas yang teduh di bagian bawah mahkota. Tanaman ini sebagian besar tumbuhan berumah dua, artinya ada tanaman jantan dan betina yang terpisah, meskipun beberapa individu bisa menghasilkan kedua jenis kelamin. Buahnya berbentuk kerucut seperti beri, berdiameter 5–9 mm, berwarna biru-hitam dengan lapisan lilin keputihan, dan berisi 1–3 biji (jarang sampai 4–5), yang matang sekitar 18 bulan. Kerucut jantan panjangnya 2–4 mm dan melepaskan serbuk sari pada awal musim semi.[4][5] Semua bagian tanaman ini beracun karena mengandung beberapa senyawa beracun termasuk terpena.[6]

Juniperus sabina memiliki dua varietas,[4] yang kadang dianggap sebagai spesies terpisah oleh beberapa ahli botani, yaitu var. sabina yang daun mudanya jarang muncul pada tanaman dewasa, dan var. davurica (Pallas) Farjon, yang daun mudanya sering muncul pada tanaman dewasa. Selain itu, hibrida antara Juniperus chinensis dan Juniperus sabina, yang dikenal sebagai Juniperus × pfitzeriana, ditemukan di alam liar di barat laut Tiongkok di tempat kedua spesies bertemu, dan juga populer sebagai tanaman hias yang dibudidayakan. Hibrida ini merupakan semak yang lebih besar, tumbuh setinggi 30–60 cm.[5]

Juniperus sabina merupakan semak hias yang populer untuk kebun dan taman, dengan berbagai kultivar yang telah diberi nama khusus. Pada abad ke-19 di Amerika, tanaman ini digunakan dalam pengobatan sebagai obat aborsi.[7] Di Iran, buah dari spesies ini yang dikenal dengan nama abhal (ابهل), digunakan secara tradisional untuk membantu mengatasi masalah pada saluran kemih dan pencernaan.[8] Di Mongolia Dalam, penggembala Mongol dari Panji Kanan Bairin dan Panji Kiri Bairin membuat rebusan dari Juniperus sabina segar atau kering, dicampur dengan Artemisia frigida, Sanguisorba officinalis, Rhododendron micranthum, dan Ephedra sinica, yang digunakan sebagai obat tradisional untuk mengurangi nyeri sendi.[9]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Farjon, A. (2013). "Juniperus sabina". 2013 e.T42249A2966599. doi:10.2305/IUCN.UK.2013-1.RLTS.T42249A2966599.en. ;
  2. The Plant List: A Working List of All Plant Species, diakses tanggal 11 February 2017
  3. "PERATURAN BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN NOMOR 25 TAHUN 2023" (PDF). Badan Pengawas Obat dan Makanan. Diakses tanggal 11 September 2025.
  4. 1 2 3 Farjon, A. (2005). Monograph of Cupressaceae and Sciadopitys. Royal Botanic Gardens, Kew. ISBN 1-84246-068-4
  5. 1 2 3 Adams, R. P. (2004). Junipers of the World. Trafford. ISBN 1-4120-4250-X
  6. Plants for a Future: Juniperus sabina
  7. "Aborted Fetus and Pill Bottle in 19th Century New York Outhouse Reveal History of Family Planning". Forbes.
  8. Buso, Piergiacomo; Manfredini, Stefano; Reza Ahmadi-Ashtiani, Hamid; Sciabica, Sabrina; Buzzi, Raissa; Vertuani, Silvia; Baldisserotto, Anna (February 2020). "Iranian Medicinal Plants: From Ethnomedicine to Actual Studies". Medicina. 56 (3): 19. doi:10.3390/medicina56030097. PMC 7143749. PMID 32110920.
  9. Wurchaih; Huar; Menggenqiqig; Khasbagan (2019). "Medicinal wild plants used by the Mongol herdsmen in Bairin Area of Inner Mongolia and its comparative study between TMM and TCM". Ethnobiology Ethnomedicine. 15 (32): 32. doi:10.1186/s13002-019-0300-9. PMC 6609360. PMID 31269968.