Lompat ke isi

Savang Vadhana dari Siam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Savang Vadhana)
Sri Savarindira
Kebawah Duli Yang Maha Mulia Ratu Savang Vadhana
Ratu permaisuri Siam
Masa jabatan17 Februari 1881– 23 Oktober 1910
Anggota paling senior dari Dinasti Chakri
Berkuasa1 Desember 1943 – 17 Desember 1955
PendahuluTisavarakumarn, Pangeran Damrong Rajanubhab
PenerusNabhabhorn Prabha, Putri Dibayaratana Kiritkulini
KelahiranPhra Chao Luk Thoe Phra Ong Chao Savang Vadhana
(1862-09-10)10 September 1862
Istana Raja, Bangkok, Siam
Kematian17 Desember 1955(1955-12-17) (umur 93)
Istana Sa Pathum, Bangkok, Thailand
Pemakaman22 April 1956
PasanganChulalongkorn (Rama V)
Keturunan
Nama lengkap
Somdet Phra Nang Chao Savang Vadhana Phra Boromma Rajadevi
WangsaDinasti Chakri
AyahMongkut (Rama IV)
IbuChao Chom Manda Piam Sucharitakul
Tanda tanganSri Savarindira

Sri Savarindira (bahasa Thai: ศรีสวรินทิรา; RTGS: Si Sawarinthira, 10 September 1862  17 Desember 1955), lebih dikenal dengan nama Savang Vadhana (bahasa Thai: สว่างวัฒนา; RTGS: Sawang Watthana), adalah permaisuri dari Raja Chulalongkorn (Rama V) yang juga saudara tirinya. Namun ia bukan Rajini atau permaisuri tertinggi. Ia adalah ibu dari Mahidol, Pangeran Songkhla yang mendirikan Wangsa Mahidol. Semua anaknya meninggal saat ia masih hidup. Karena ia masih hidup maka dapat menyaksikan kedua cucunya Ananda Mahidol dan Bhumibol Adulyadej naik takhta. Setelah cucu pertamanya naik takhta pada 1935, ia dikenal sebagai Somdetch Phra Phan Vassa Ayika Chao (สมเด็จพระพันวัสสาอัยยิกาเจ้า; RTGS: Somdet Phra Phan Watsa Ai-yika Chao; "Permaisuri Nenek").[1]

Kehidupan

[sunting | sunting sumber]

Ia adalah putri ke-27 Raja Mongkut (Rama IV) dari Ibu Piam. Ia juga saudara tiri suaminya Raja Chulalongkorn (Rama V).

Semua anak biologisnya meninggal saat ia masih hidup. Ia memiliki dua putra yang berhak pada takhta yaitu Vajirunhis dan Mahidol.

Saat Raja Prajadhipok (Rama VII) turun takhta pada tahun 1935, anak dari anak bungsunya, Pangeran Ananda Mahidol, berhak atas takhta sebagai Raja Ananda Mahidol (Rama VIII). Ia lalu menerima gelar Nenek Suri Sri Savarindira (nama yang diberikan Raja Prajadhipok yang juga menjadikannya Bibi Suri.

Ratu Sri Savarindira juga merupakan nenek dari Raja Bhumibol Adulyadej (Rama IX). Meskipun anaknya, Pangeran Mahkota Maha Vajirunhis meninggal sebelum ia dapat berkuasa menjadi raja, ia masih hidup ketika dua cucunya menjadi raja.

Keturunan

[sunting | sunting sumber]
Monogram kerajaan Ratu Savang Vadhana

Bersama Raja Chulalongkorn (Rama V) ia memiliki putra:

Selain itu, ia juga mengadopsi beberapa anak suaminya dari istri lain dan membesarkannya seperti anak sendiri:

Gelar dan Gaya

[sunting | sunting sumber]

Pemerintahan Rama IV

  • Yang Amat Mulia Putri Savang Vadhana
    • Phra Chao Luk Thoe Phra Ong Chao Savang Vadhana
      (10 September 1862 – 1868)

Pemerintahan Rama V

  • Yang Amat Mulia Putri Savang Vadhana, Saudari Raja
    • Phra Chao Nong Nang Thoe Phra Ong Chao Savang Vadhana
      (1868 – 1878)
  • Yang Teramat Mulia Putri Savang Vadhana, Permaisuri Putri Siam
    • Phra Nang Chao Savang Vadhana Phra Rajadevi
      (1878 – 12 Agustus 1880)
    • Somdet Phra Nang Chao Savang Vadhana Phra Rajadevi
      (12 Agustus 1880 – 17 Februari 1881)
  • Duli Yang Maha Mulia Ratu Savang Vadhana
    • Somdet Phra Nang Chao Savang Vadhana Phra Boromma Rajadevi
      (17 Februari 1881 – 1911)

Pemerintahan Rama VI & Rama VII

  • Duli Yang Maha Mulia Bibi Ratu Savang Vadhana
    • Somdet Phra Matuccha Chao Savang Vadhana Phra Boromma Rajadevi
      (1911 – 21 Maret 1925)
  • Duli Yang Maha Mulia Bibi Ratu Sri Savarindira
    • Somdet Phra Sri Savarindira Boromma Rajadevi Phra Phan Vassa Matuccha Chao
      (21 Maret 1925 – 25 Maret 1834)

Pemerintahan Rama VIII

  • Kebawah Duli Yang Maha Mulia Nenek Ratu Sri Savarindira
    • Somdet Phra Sri Savarindira Boromma Rajadevi Phra Phan Vassa Ayyika Chao
      (25 Maret 1834 – 17 Desember 1955)

Lihat juga

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Finestone, Jeffrey. The Royal Family of Thailand: The Descendants of King Chulalongkorn. Bangkok: Phitsanulok Publishing, 1989, p. 64

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]