Saur Sepuh The Series

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Untuk kegunaan lain dari Saur Sepuh, lihat Saur Sepuh (disambiguasi).
Saur Sepuh The Series
Telop Saur Sepuh The Series.jpg
Genre Epos
Laga
Format Sinetron
Berdasarkan Saur Sepuh
Penulis Imam Tantowi
Sutradara Karsono Hadi
Pemeran Samuel Zylgwyn
Cut Meyriska
Meriam Bellina
Fendy Pradana
Adjie Pangestu
Anissa Aziza
Ichal Muhammad
Juan Christian
Hikmal Abrar
Johan Morgan Purba
Benny Ruswandi
Sabina Katya
Negara  Indonesia
Bahasa Indonesia
Jumlah episode 3 (14 Agustus 2017)
Produksi
Lokasi  Indonesia
Skenario Feri Gumpa
Rumah produksi SinemArt
Siaran
Stasiun televisi SCTV
Format gambar 4:3 SDTV
Siaran perdana 14 Agustus 2017
Siaran sejak 14 Agustus 2017  sekarang
Kronologi
Diawali oleh Putri Titipan Tuhan

Saur Sepuh The Series adalah sinetron laga kolosal Indonesia yang diproduksi oleh SinemArt dan tayang di stasiun televisi SCTV sejak 14 Agustus 2017.[1] Sinetron ini merupakan adaptasi sinetron kelima dari sandiwara radio Saur Sepuh karya almarhum Niki Kosasih. Sinetron ini dibintangi di antaranya Samuel Zylgwyn, Cut Meyriska, Sabina Katya, Meriam Bellina, dan Adjie Pangestu.[2]

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Kisah ini dimulai saat Kerajaan Kuntala takhluk oleh pasukan perang Dewangga. Pasukan perang Dewangga merupakan pasukan gabungan enam kerajaan jajahan Kuntala dibawah pimpinan Prabu Brama Kumbara.

Enam kerajaan ini adalah kerajaan Madangkara, Niskala, Sanggam, Selimbar, Saptarema dan Salingkuh.

Setelah digempur selama tiga hari tiga malam, kerajaan Kuntala akhirnya menyerah kalah. Tumenggung Raksa yang mengangkat dirinya sebagai Raja pasca pengkhianatannya pada Raja Kuntala Rentabala, tewas dalam adu ilmu kesaktian melawan Brama.

Tumenggung Gardika dan Senopati Kendala, dua kaki tangan Tumenggung Raksa ditawan dipenjara bawah tanah Kuntala. Lalu, Raja Rentabala yang terbaring sakit akibat diracun oleh Tumenggung Raksa dikembalikan statusnya sebagai raja dengan didampingi oleh kedua adik kandungnya yaitu Pangeran Jagadnata dan Pangeran Giripatih.

Status dari kerajaan Kuntala sendiri sudah tidak lagi sama, sebab pasca penaklukan oleh enam kerajaan Dewangga pimpinan Brama, maka kerajaan Kuntala menjadi kerajaan administratif. Disebabkan letak wilayah Kuntala paling dekat dengan Madangkara maka kelima kerajaan sekutu sepakat Kuntala menjadi bawahan Madangkara.

Pemeran[sunting | sunting sumber]


Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]