Lompat ke isi

Sang Maestro FC

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sang Maestro
Nama lengkapSang Maestro Football Club
JulukanBoyo Keren
Berdiri2016; 10 tahun lalu (2016) sebagai FC Maestro
Dibubarkan2025; 1 tahun lalu (2025)
StadionLapangan Jala Krida Mandala
(Kapasitas: 1.000)
PemilikJunianto
PelatihKhoirul Anam
Kostum kandang
Kostum tandang

Persinab Sang Maestro FC adalah sebuah klub sepak bola asal Indonesia yang berbasis di Kota Nabire, Provinsi Papua Tengah. Kini lisensi dibeli oleh Persinab Nabire.

Sang Maestro diakuisisi oleh klub dari Provinsi Papua Tengah, Persinab Nabire, dan memindahkan markasnya dari Kota Surabaya ke Kabupaten Nabire.[1]

Kontroversi

[sunting | sunting sumber]

Sorakan mafia bola berkumandang dalam babak 8 besar Grup NN Liga 4 Kapal Api PPSI Jatim, yang mempertemukan Persewangi Banyuwangi versus Sang Maestro FC. Luapan kekecewaan atas kepemimpinan wasit Farid Riesdianto asal Sidoarjo, tersebut kompak terlontar dari seluruh tribun tempat pertandingan, Stadion Diponegoro Banyuwangi.

Kepemimpinan wasit yang terkesan berat sebelah karena lebih tegas dan teliti terhadap skuad Persewangi Banyuwangi dan terlihat longgar serta irit kartu kuning kepada pemain tim Sang Maestro. Hujatan dan lontaran mafia bola pun makin lantang diseluruh tribun Stadion Diponegoro Banyuwangi.[2]

Kontroversi kembali terjadi pada babak nasional Liga 4. Laga Persinga Ngawi kontra Sang Maestro FC di Stadion Kota Barat, Surakarta, menyisakan polemik. Manajemen Persinga resmi melayangkan surat protes ke Ketua PSSI terkait kepemimpinan wasit dan insiden keamanan yang dinilai merugikan tim. Salah satu keputusan yang disorot adalah peluit panjang yang ditiup di menit 90+1 padahal bola masih dalam keadaan play on. Selain itu, pelanggaran di menit ke-26 di area penalti yang tidak diberi hukuman serta keputusan offside di menit ke-31 turut dipermasalahkan.

Tak hanya soal kepemimpinan wasit, Persinga juga mengecam keras tindakan aparat TNI yang masuk ke lapangan usai laga dan melakukan kontak fisik dengan pemain.

Persinga mengajukan dua tuntutan ke PSSI. Pertama, evaluasi terhadap perangkat pertandingan. Kedua, evaluasi terhadap panitia pelaksana dan sistem keamanan.[3]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Bupati Mesak: Persinab Siap Bersaing di Liga 3". rri.co.id. Diakses tanggal 7 September 2025.
  2. "Sorakan Mafia Bola Warnai Laga Persewangi Banyuwangi Vs Sang Maestro FC". timesindonesia.co.id.
  3. Syaeful, Asep. "Persinga Ngawi Surati PSSI, Protes Wasit dan TNI yang Masuk Lapangan Usai Lawan Sang Maestro". Radar Madiun. Diakses tanggal 15 Mei 2025.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]