Sampai Titik Terakhirmu
| Sampai Titik Terakhirmu | |
|---|---|
Poster rilis di bioskop | |
| Sutradara | Dinna Jasanti |
| Produser |
|
| Skenario | Evelyn Afnilia |
| Pemeran |
|
| Penata musik | Ricky Lionardi |
| Sinematografer | Yudi Datau |
| Editor | Aline Jusria |
Perusahaan produksi |
|
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 114 menit |
| Negara | Indonesia |
| Bahasa | Indonesia |
Sampai Titik Terakhirmu adalah film drama romantis Indonesia yang di produksi oleh LYTO Pictures dan disutradarai oleh Dinna Jasanti, berdasarkan kisah nyata perjuangan dan cinta dari Albi Dwizky dan Shella Selpi Lizah yang viral di media sosial.[1] Film ini dibintangi oleh Arbani Yasiz, Mawar Eva de Jongh, Unique Priscilla, Kiki Narendra, Yasamin Jasem, Shakeel Fauzi, Tika Panggabean, Onadio Leonardo , Siti Fauziah, TJ Ruth, Vonny Felicia, Verina Ardiyanti, Alfie Alfandy, Cemor dan Dana Wardhana.[2] Ceritanya berfokus pada kisah cinta dan perjuangan sepasang kekasih bernama Albi dan Shella, saat Shella divonis mengidap penyakit kanker.
Sampai Titik Terakhimu ditayangkan di bioskop pada 13 November 2025, dan di Netflix pada 26 Maret 2026.
Plot
[sunting | sunting sumber]Albi Dwizky, seorang anak rantau yang bekerja sebagai perencana pernikahan, memimpikan dirinya menikah dan memiliki keluarga bahagia. Namun, karena kondisi ekonomi serta sifatnya yang introvert, ia lebih memilih hidup sederhana dan tidak berani bermimpi lebih jauh. Suatu hari, sepulang dari kantor, kepalanya tanpa sengaja terkena bola futsal yang nyasar. Alih-alih marah, ia justru terpana pada pelakunya, Shella Selpi, si extrovert kembang kompleks, atlet, dan kreator konten.
Pertemuan berikutnya terjadi ketika Albi diminta membantu proses sunat Dide, seorang anak yang ternyata adalah adik Shella. Di sana, mereka baru saling memperkenalkan diri. Sejak itu, keduanya mulai sering bertukar pesan. Hubungan mereka pun semakin dekat hingga akhirnya Albi memberanikan diri menyatakan cinta. Shella menerimanya, dan mereka resmi berpacaran. Beberapa waktu berselang, saat berenang bersama tim futsalnya, Shella tiba-tiba merasakan sakit hebat di perut. Pemeriksaan di rumah sakit mengungkap adanya kista. Shella semula bersemangat menjalani kemoterapi dengan harapan sembuh total. Albi juga tidak henti-hentinya mendampingi Shella, sehingga banyak mempengaruhi pekerjaannya. Namun, kanker Shella kembali kambuh dan menjalar ke ovarium. Dokter menyarankan operasi pengangkatan ovarium. Pada titik itu, Shella mulai menyadari penyakitnya tak dapat disembuhkan, dan hubungannya dengan Albi hanya akan membuat Albi menderita. Putus asa, Shella memutuskan hubungan. Di saat yang sama, Albi benar-benar dipecat karena terlalu sibuk mendampingi Shella. Awalnya Shella enggan menjalani operasi, tetapi Albi yang tak menyerah meminta bantuan ayah Shella untuk membawanya ke sebuah yayasan kanker. Di sana, Shella menemukan kembali semangat untuk berobat, menerima keadaannya, dan berdamai dengan Albi. Ia mencukur rambutnya habis sebagai bentuk tekad menjalani seluruh pengobatan. Operasi kembali berhasil, tetapi kondisi Shella tidak kunjung membaik.
Beberapa bulan kemudian, kanker mulai menjalar ke tulang belakang Shella. Dokter kembali menyarankan operasi karena penyakit tersebut berisiko membuat Shella lumpuh. Operasi pun dilakukan, dan setelahnya Albi melamar Shella untuk menikahinya. Usai pernikahan, Shella meminta pendapat seluruh anggota keluarga mengenai dirinya sebelum ia meninggal. Masing-masing menyampaikan ungkapan jujur sekaligus rasa sayang kepada Shella. Suatu hari, saat menghabiskan waktu di taman, Albi dan Shella ditantang oleh Dide yang sedang menaiki kereta mainan yang didorong oleh seorang penyedia jasa hiburan keliling. Dalam balapan itu, kondisi Shella tiba-tiba memburuk sehingga harus segera dilarikan ke rumah sakit. Di sana, Shella mengucapkan selamat tinggal kepada seluruh anggota keluarga sebelum akhirnya meninggal dunia. Albi kemudian mengungkapan bahwa selama ini dia tidak pernah merasa capek dan merasa senang telah menjalani hubungan dengan Shella.
Pemeran
[sunting | sunting sumber]- Arbani Yasiz sebagai Albi Dwizky
- Mawar Eva de Jongh sebagai Shella Selpi Lizah
- Unique Priscilla sebagai Erna, ibu Shella
- Kiki Narendra sebagai Didin, bapak Shella
- Yasamin Jasem sebagai Lidya, adik Shella
- Shakeel Fauzi sebagai Dide, adik bungsu Shella
- Tika Panggabean sebagai Mamak, ibu Albi
- Onadio Leonardo sebagai Nanang Racing
- Siti Fauziah sebagai Ibu Yeti
- TJ Ruth sebagai Ibu Nurul
- Vonny Felicia sebagai Nia
- Verina Ardiyanti sebagai Rini
- Alfie Alfandy sebagai Deri
- Cemor sebagai Gilang
- Dana Wardhana sebagai Dito
Produksi
[sunting | sunting sumber]Sampai Titik Terakhimu memasuki tahap produksi pada bulan Mei 2025.
Lagu tema
[sunting | sunting sumber]| Judul Lagu | Penyanyi | Pencipta | Produksi |
|---|---|---|---|
| "Bergema Sampai Selamanya" | Nadhif Basalamah | Nadhif Basalamah Petra Sihombing Nareswara Kalingga Murda |
Petra Sihombing After School |
| "Usik" | Feby Putri | Feby Putri Nilam Cahaya | Tumbuh Records |
| "Utuh" | Satine Zaneta | Abimana Aryasatya Ario Bayu |
Anugrah Swastadi Sukma Raya ParanPara Records |
| "Bunga Abadi" | Rio Clappy | Rizky Ceisa Rio | Rio Clappy |
| "Nanti Kita Seperti Ini" | Batas Senja | Reza Lukita Apriadi | Sintesa Pro |
| "Titik Dua & Bintang" | Olski | Olski Dicki Mahardika |
Kitten Records |
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Chozanah, Rosiana (Agustus 30, 2024). "Mengenang Momen Seleb TikTok Shella Selpi Dinikahi Albi Dwizky 2 Minggu Sebelum Meninggal". Suara.com. Diakses tanggal Agustus 30, 2024.
- ↑ Aldiana, Marian Desianty (Mei 3, 2025). "Arbani Yasiz dan Mawar De Jongh, Bintangi Film Sampai Titik Terakhirmu". rri.co.id. Diakses tanggal Mei 3, 2025.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- Sampai Titik Terakhirmu di Instagram
- Sampai Titik Terakhirmu di IMDb (dalam bahasa Inggris)
- Sampai Titik Terakhirmu di Netflix
- Film Indonesia tahun 2025
- Film berbahasa Indonesia
- Film biografi
- Film drama romantis
- Film tentang kanker
- Film yang berdasarkan pada kisah nyata
- Film yang berlatar di rumah sakit
- Film yang berlatar di Jakarta
- Film LYTO Pictures
- Film yang disutradarai Dinna Jasanti
- Film yang ditulis Evelyn Afnilia
- Film Legacy Pictures