Sambal asam kumbang
| Sajian | Sambal/lauk pendamping |
|---|---|
| Tempat asal | Indonesia |
| Daerah | Lampung, terutama Kotabumi dan Lampung Utara |
| Dibuat oleh | Suku Lampung |
| Suhu penyajian | Suhu ruang |
| Bahan utama | Cabai merah, cabai rawit, terasi, buah asam kumbang (mangga isem kumbang) |
| Variasi | Sambal seruit |
| Informasi lain | Musiman, mengikuti masa panen buah asam kumbang |
Sambal asam kumbang adalah sambal khas Lampung yang paling dikenal di wilayah Kotabumi, Lampung Utara. Sambal ini merupakan variasi dari sambal seruit, sambal khas Lampung yang biasa disajikan bersama olahan ikan. Bahan dasarnya sama dengan sambal seruit pada umumnya, hanya saja sambal asam kumbang mendapat tambahan satu bahan yang membedakannya, yaitu buah asam kumbang, yang memberi rasa asam segar dan aroma khas pada sambal.[1]
Buah asam kumbang
[sunting | sunting sumber]Buah asam kumbang, juga dikenal dengan nama mangga isem kumbang, adalah varietas mangga lokal asal Lampung. Varietas ini telah didaftarkan sebagai varietas lokal Kabupaten Tulang Bawang Barat oleh Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) dengan nomor pendaftaran 1386/PVL/2020 pada 23 Januari 2020.[2]
Buahnya berukuran kecil, dengan kulit berwarna hijau saat masih muda dan berubah ungu tua saat matang. Daging buahnya berwarna kuning keoranyean dan memiliki rasa asam serta aroma khas yang berbeda dari asam jawa, asam kandis, maupun mangga muda pada umumnya.[3] Pohon asam kumbang diperkirakan tersebar di wilayah Lampung bagian tengah, meliputi Tulang Bawang Barat, Tulang Bawang, dan Lampung Timur.[4]
Buah ini tergolong langka karena musim berbuahnya singkat dan tidak setiap tahun melimpah, sehingga sulit dibudidayakan secara luas. Kelangkaan ini membuat harganya bisa melonjak tinggi saat pasokan menipis, sementara pada musim panen harganya turun drastis.[5] Di kalangan masyarakat Kotabumi, buah asam kumbang dipandang sebagai pelengkap wajib bagi sambal seruit, diibaratkan seperti "sayur tanpa garam" apabila tidak ada.[3]
Bahan-bahan
[sunting | sunting sumber]Cara pembuatan
[sunting | sunting sumber]Pembuatan sambal asam kumbang pada dasarnya mengikuti cara pembuatan sambal seruit, yaitu dengan mengulek seluruh bahan menggunakan cobek hingga tercampur rata. Buah asam kumbang ditambahkan bersama bahan-bahan lain saat proses pengulekan, sehingga rasa asam dan aromanya menyatu dengan sambal.[1]
Penyajian
[sunting | sunting sumber]Seperti sambal seruit pada umumnya, sambal asam kumbang biasa disantap bersama olahan ikan, seperti ikan bakar, ikan goreng, atau pindang ikan.[1] Karena bahan utamanya yang musiman dan sulit dibudidayakan, sambal ini kini tergolong langka dibandingkan variasi sambal seruit lainnya, meski masih cukup sering dijumpai di wilayah Lampung Utara dan sekitarnya.[1]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 4 "Sambal Asam Kumbang » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2025-02-22.
- ↑ "Mangga Isem Kumbang, Varietas Lokal Lampung". diskominfotik.lampungprov.go.id.
- 1 2 "Beraroma Khas! Fakta Unik Mangga Isem Kumbang Varietas Lokal". IDN Times Lampung.
- ↑ "Menunggu Setahun demi "Disengat" Wangi Isem Kumbang". Kompas.id. 2024-09-22.
- ↑ "Asam Kumbang: Buah Yang Tak Banyak Orang Tahu". vanrheksa.wordpress.com. 2014-03-25.