Sajibu Nongma Panba
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
Sajibu Nongma Panba, atau Meitei Cheiraoba, atau disebut juga dengan nama Sajibu Cheiraoba, adalah perayaan tahun baru menurut kalender lunar yang dirayakan oleh masyarakat Meitei yang mengikuti Sanamahism (agama tradisional masyarakat Meitei).[1] Perayaan ini terutama dirayakan di negara bagian Manipur, India. Perayaan ini diadakan pada bulan pertama tahun kalender lunar Meitei yang biasanya jatuh pada bulan April. Nama Sajibu Nongma Panba sendiri berasal dari bahasa Manipuri: "Sajibu," yang merujuk pada bulan pertama pada tahun baru. Kemudian "Nongma," yang berarti tanggal pertama bulan, dan "Pānba," yang berarti menjadi. Oleh karena itu, perayaan ini menandai hari pertama bulan Sajibu dalam kalender Meitei.[2]
Jelang perayaan
[sunting | sunting sumber]Jelang festival, masyarakat Meitei juga melakukan kegiatan bersih-bersih, membersihkan pakaian, peralatan rumah tangga, dan barang-barang di sekitar rumah. Tradisi lain adalah memberi hadiah berupa kain kepada ayah dan saudara laki-laki sebelum festival dimulai.[3]
Perayaan
[sunting | sunting sumber]Perayaan ini dimulai dengan ritual persembahan pertama yang dilakukan pada pagi hari festival. Masyarakat Meitei melakukan persembahan berupa buah-buahan, sayuran, nasi, dan makanan mentah lainnya kepada dewa Lainingthou Sanamahi. Setelah itu, sejumlah hidangan yang jumlahnya ganjil biasanya 3, 5, 7, atau 9 dimasak oleh para pria di rumah dengan bantuan wanita yang mempersiapkan bahan-bahan masakan. Setelah itu, hidangan tersebut dipersembahkan pada dua titik tempat yang telah disucikan di sekitar rumah, seperti di gerbang depan dan belakang rumah. Ritual ini dilakukan untuk menghormati tiga dewa utama yaitunya dewa Kumsana Kumliklai, Lamsenba Tusenba, dan Lammaba Tumaba.[3]
Pasca perayaan
[sunting | sunting sumber]Selesai ritual persembahan, hidangan untuk pesta akan dibagikan kepada kerabat dan tetangga, dalam tradisi yang disebut "Mathel Laanba." Pada hari tersebut, diyakini bahwa apa yang terjadi akan mencerminkan nasib sepanjang tahun jika seseorang sehat dan bahagia pada hari itu, maka kebahagiaan dan kesehatan tersebut akan berlanjut sepanjang tahun. Setelah itu, keluarga akan melakukan kegiatan mendaki bukit kecil yang dikenal sebagai "Ching Kāba," untuk memberikan penghormatan kepada dewa bukit yang melambangkan pengangkatan roh menuju yang sang pencipta.[3]
Rujukan
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Sajibu Cheiraoba New Year Observation of Meeteis". e-pao.net. Diakses tanggal 2025-11-05.
- ↑ "A Brief history of the Meiteis of Manipur". themanipurpage.tripod.com. Diakses tanggal 2025-11-05.
- 1 2 3 "The concept of Sajibu Cheiraoba". e-pao.net. Diakses tanggal 2025-11-05.