IAIN Kediri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari STAIN Kediri)
Jump to navigation Jump to search
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri
Logo Institut Agama Islam Negeri Kediri
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri
Moto The Islamic Learning Institute
Didirikan 12 Dzulqaidah 1417 H/21 Maret 1997 M (Kepres RI No. 11 Tahun 1997
Jenis Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri di Indonesia
Afiliasi keagamaan Agama Islam
Rektor Dr. H. Nur Chamid. M.M.
Jumlah mahasiswa 11.924
Sarjana 9.645
Magister 279
Lokasi Jalan Sunan Ampel No. 7, Ngronggo, 64127.Kediri, Jawa Timur, Indonesia
Situs web www.iainkediri.ac.id

Institut Agama Islam Negeri Kediri atau IAIN Kediri adalah Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri di Kediri Jawa Timur, Indonesia.

Sejarah Berdirinya IAIN Kediri[sunting | sunting sumber]

Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri di Kediri, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri yang sekarang dikenal sebagai Institut Agama Islam Negeri Kediri, berawal dari munculnya gagasan para tokoh masyarakat Jawa Timur pada tahun 1961. Gagasan itu berupa keinginan untuk memiliki Perguruan Tinggi Agama Islam yang bernaung di bawah Departemen Agama Republik Indonesia. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, para ulama dan tokoh masyarakat Jawa Timur pada tahun itu juga mengadakan pertemuan di Jombang, Jawa Timur . Pertemuan yang bersejarah tersebut menghasilkan beber apa keputusan, antara lain:

  1. Membentuk Panitia Pendirian Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN)
  2. Mendirikan Fakultas Syari'ah di Surabaya
  3. Mendirikan Fakultas Tarbiyah di Malang

Selanjutnya, pada tanggal 28 Oktober 1961 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 17 Tahun 1961, diresmikan berdirinya 2 (dua) fakultas, yaitu Fakultas Syari'ah di Surabaya yang dipimpin oleh Prof. K.H.M. Syafi'i Karim dan Fakultas Tarbiyah di Malang yang dipimpin Prof. Mr. Koesnoe. Kemudian, pada tanggal 1 Oktober 1964, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kompartemen Urusan Agama Nomor 66 Tahun 1964, diresmikan Fakultas Ushuluddin di Kediri yang dipimpin oleh K.H. A. Zaini.

Pada saat diresmikan, ketiga fakultas tersebut belum memiliki fasilitas yang diperlukan seperti gedung, ruang kuliah, prasarana penunjangnya. Oleh karena itu atas saran dan partisipasi para ulama dan tokoh Nahdlatul Ulama Jawa Timur, Fakultas Syariah ditempatkan di Gedung Taman Pendidikan Putri Nahdlatul Ulama di JI. A. Yani 2-4 Wonokromo, Surabaya. Sedangkan Fakultas Tarbiyah Malang ditempatkan di Gedung Tarbiyah wa Talim NU, JI. Dinoyo Malang dan Fakultas Ushuluddin Kediri ditempatkan di gedung SMAN 1 JI. Veteran, Kediri.

Pada tanggal 5 Juli 1965, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 20 Tahun 1965, ketiga fakultas tersebut diresmikan sebagai Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel yang berkedudukan di Surabaya (selanjutnya disebut IAIN Sunan Ampel). Sunan Ampel adalah nama seorang wali yang amat terkenal, bahkan sangat melekat di hati masyarakat Islam Jawa Timur. Beliau adalah sesepuh dan guru dari para mujahid yang terkenal dengan sebutan Wali Songo. Nama asli beliau adalah Raden Rahmatullah, disebut dengan Sunan Ampel karena lembaga pendidikan yang beliau asuh berpusat di Ampel Denta, Surabaya. Kiranya untuk melanjutkan cita-cita perjuangan beliau itulah maka Sunan Ampel diabadikan sebagai nama IAIN milik masyarakat Jawa Timur ini. Pada kurun waktu 1966-1970 IAIN Sunan Ampel tumbuh dengan pesat. Tiga fakultas y ang ada berkembang menjadi 18 fakultas di daerah-daerah yang tersebar di tiga propinsi: Jawa Timur, Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Barat. Namun pada akhir periode 1971-1975, akreditasi kualitas fakultas di IAIN Sunan Ampel mulai dilaksanakan. Hasilnya, lima fakultas yang berlokasi di Bangkalan, Pasuruan, Lumajang, Sumbawa dan Bima dengan terpaksa ditutup dan digabungkan dengan fakultas sejenis yang domisilinya berdekatan dengan fakultas-fakultas tersebut.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1985 satu fakultas lagi dilepas, yaitu Fakultas Tarbiyah Samarinda, Kalimantan Timur, yang selanjutnya diserahkan kepada IAIN Antasari di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Bersamaan dengan itu, Fakultas Tarbiyah Bojonegoro dipindahkan ke Surabaya. Dalam pelaksanaan pendidikan, Fakultas Ushuluddin Kediri pada mulanya hanya menyelenggarakan Program Sarjana Muda (BA). Karena tuntutan dan perkembangan masyarakat sekitarnya untuk mendapatkan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, maka dibuka Program Doktoral (Sarjana Lengkap) Jurusan Perbandingan Agama (PA). Keinginan untuk mengembangkan IAIN Sunan Ampel selalu mendorong para pimpinannya untuk bekerja keras dalam rangka memberikan pelayanan pendidikan tinggi kepada masyarakat di wilayah Karesidenan Kediri. Karena di wilayah Kediri banyak sekali lembaga pendidikan pondok pesantren, maka pada tahun 1994-1995 dibuka Program Studi Tafsir Hadits.

Untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas dan kualitas pendidikan di IAIN dipandang perlu adanya penataan terhadap fakultas-fakultas di IAIN yang berlokasi di luar IAIN induk. Maka melalui Surat Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 1997 berdirilah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) sebagai nama pengganti dari fakultas-fakultas cabang yang berada di luar lAIN induk pada beberapa IAIN di seluruh Indonesia, termasuk Fakultas Ushuluddin Kediri IAIN Sunan Ampel. Berdasarkan Keputusan Presiden tersebut maka Fakultas Ushuluddin Kediri secara kelembagaan lepas dari IAIN Sunan Ampel Surabaya menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri. Sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri, STAIN Kediri mendapat tempat yang sejajar dengan IAIN yang ada di Indonesia. Sebagai lembaga pendidikan, STAIN Kediri secara teknis pembinaannya berada di bawah Kementerian Pendidikan Nasional, sedangkan secara fungsional pembinaannya berada di bawah Kementerian Agama. Secara struktural STAIN Kediri berada di bawah Dirjen Perguruan Tinggi Islam Departemen Agama. Secara manajerial juga telah mandiri. Pengangkatan pegawai, penentuan pemimpin, dan anggaran telah memiliki kewenangan sendiri.

Fakultas[sunting | sunting sumber]

Institut Agama Islam Negeri Kediri saat ini memiliki 3 fakultas yaitu :

Fakultas Ushuluddin, Dakwah dan Komunikasi (FUDK)[sunting | sunting sumber]

Fakultas Ushuluddin, Dakwah dan Komunikasi IAIN Kediri merupakan jurusan tertua yang ada di IAIN Kediri. Jurusan ini merupakan cikal bakal berdirinya STAIN Kediri (yang sekarang beralih menjadi IAIN Kediri) sejak masih menjadi satu dengan IAIN Sunan Ampel Surabaya. Status yang disandang adalah Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Suarabaya Cabang Kediri. Fakultas Ushuluddin, Dakwah dan Komunikasi IAIN Kediri memiliki beberapa Prodi, diantaranya:

  1. Ilmu Al-Quran dan Tafsir
  2. Ilmu Hadits
  3. Komunikasi Penyiaran Islam
  4. Perbandingan Agama
  5. Psikologi Islam
  6. Sosiologi Agama
  7. Tasawuf dan Psikoterapi

Alamat website : http://ushuluddin.stainkediri.ac.id/

Fakultas Tarbiyah & Ilmu Keguruan (FTIK)[sunting | sunting sumber]

Fakultas Tarbiyah & Ilmu Keguruan IAIN Kediri didirikan sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan tenaga pendidik agama islam yang berkualitas, mampu memahami islam secara komprehensif, berakhlak mulia, dan tanggap terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perubahan-perubahan yang terjadi masyarakat. Selain itu, Jurusan ini diselenggarakan sebagai konsekuensi atas perubahan status dari Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya Cabang Kediri menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kediri. Fakultas Tarbiyah & Ilmu Keguruan IAIN Kediri memiliki beberapa Prodi :

  1. Pendidikan Agama Islam
  2. Tadris Bahasa Inggris
  3. Pendidikan Bahasa Arab
  4. Manajemen Pendidikan Islam
  5. Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
  6. Tadris Matematika

Alamat website : http://tarbiyah.stainkediri.ac.id/

Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam (FEI)[sunting | sunting sumber]

Jurusan Syari’ah dan Ekonomi Islam IAIN Kediri memiliki beberapa Prodi antara lain :

  1. Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah
  2. Ekonomi Syari'ah
  3. Hukum Ekonomi Syari'ah (Mu'amalah)
  4. Perbankan Syariah

Alamat website : http://syariah.stainkediri.ac.id/

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

IAIN Kediri