SMP Negeri 1 Ngawi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
SMP Negeri 1 Ngawi
Informasi
Nama latin Spensa
Didirikan 1, oktober, 1946
Jenis Negeri
Kepala Sekolah H. Hadi Santoso, S.Pd, M.M.Pd
Rentang kelas VII, VIII, VIII-IX Akselerasi, IX
Kurikulum Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Alamat
Lokasi JL. Ronggowarsito, No. 1, Kec. Ngawi, Ngawi, jawa timur, IndonesiaBendera Indonesia
Situs web http://www.smpn1ngawi.sch.id/
Moto

SMP Negeri 1 Ngawi merupakan salah satu sekolah menengah pertama negeri yang berada di kabupaten ngawi, jawa timur, Indonesia. Sama dengan SMP pada umumnya di Indonesia, masa pendidikan sekolah di SMP Negeri 1 Ngawi ditempuh dalam waktu tiga tahun pelajaran, mulai dari Kelas VII sampai Kelas IX

Sejarah Berdirinya SMP Negeri 1 Ngawi[sunting | sunting sumber]

Latar Belakang Berdirinya[sunting | sunting sumber]

Beberapa hal yang melatarbelakangi berdirinya SMP Ngawi (nama SMPN 1 Ngawi dulu) di antaranya adalah: waktu itu untuk masuk SMP pelajar Ngawi harus ke Madiun, kost di Madiun mahal untuk rata-rata penghasilan waktu itu, transportasi Ngawi–Madiun waktu itu belum ada. Satu-satuanya yang ada adalah lori tebu dengan menggunakan gerbong ampas tebu.[1]

Pembentukan Panitia[sunting | sunting sumber]

Masyarakat Ngawi yang rukun dan bersatu menggalang kekuatan dan bertetap hati membentuk panitia mendirikan SMP. Susunan Panitia sebagai berikut:

  • Ketua : Bp.dr Soeroto
  • Bendahara : Karjodjoemeno (pedagang)
  • Sekretaris : M.Soejanto (Bagian Keuangan Kabupaten)
  • Bagian Pendidikan : Hoedan Dsoerjohoedojo (PS Pusat)
  • Anggota Kehormatan : HK Moekti (Angg.BE, BPRD)
  • Anggota : Sulaiman (Pj.Kepala Sekolah)
  • Anggota : Soejono (guru)

Setelah panitia terbentuk maka mulai bulan Agustus 1946 dimulailah kegiatan-kegiatan seperti: pengumpulan dana, pengumpulan bangku-bangku, pengumpulan buku-buku pelajaran, gedung oleh BPRD ditunjuk bekas ”Landraad” (Pengadilan Negeri) sekarang di tempati Banwas letak di utara lapangan tenis alun-alun.[1] =

Berdirinya SMP Negeri 1 Ngawi (dulu bernama SMP Negeri Kabupaten Ngawi)=[sunting | sunting sumber]

Tanggal 1 Oktober 1946 satu-satunya SMP di Kabupaten Ngawi dibuka, ditandai dengan pemancangan papan nama dan selamatan sederhana. Hadir memberikan kesaksian semua pengurus termasuk Badan Eksekutif BPRD Kabupaten Ngawi, Bupati Ngawi RM Sidarta, 2 orang guru dan 1 orang pesuruh waktu itu yaitu Bapak Gijo Wongso. Jumlah kelas ada 2, jumlah guru 2 dan Bapak M.Sulaiman bertindak sebagai Pj.Kepala Sekolah dan Bapak Soejono sebagai guru. Semua pelajaran ditulis di papan tulis untuk kemuian dikutip para siswa dengan tinta, pensil. Pada bulan Desember 1946 datang guru yaitu Bapak Koermen sebagai pengungsian dari Surabaya.

Tahun 1942 guru-guru mulai berdatangan antara lain: Bapak Dwidjojoewono (dari Solo), Bapak Ibnu Darmawan (dari Semarang), Bapak Kasmadi (dari Tegal) dan Bapak Soekarjan (dari Paron). Setelah kenaikan kelas (bulan Agustus) status sekolah menjadi S.M.U.P Kabupaten Ngawi dengan SK B.E.P.R.D Kabupaten Ngawi. Gedung sekolah pindah ke kediaman Asisten Residen (timur alun-alun).

Tahun 1948 berdasar SK Meneteri P dan K, Ki Mangunsarkoro bulan maret 1948 diakui sebagai Sekolah Negeri berlaku surut mulai berdirinya. Diangkat seorang kepala sekolah yaitu Bapak Sutarman dari Purworejo. Guru-guru sudah lengkap dan memenuhi syarat dan ruang guru sudah ada.

Tahun 1949, akibat adanya huru hara dan pembunuhan yang dilakukan oleh Tentara Merah tahun 1948 kota Ngawi praktis kosong dan pengungsian ke segala penjuru. SMP pecah ke Ngrayudan, Kedunggalar, dan lain-lain. Bahkan murid-murid ada yang tidak belajar sama sekali. Tahun 1949 seharusnya sudah bissa ditempuh Ujian Akhir tetapi karena kondisi dengan terpaksa diundur 1 tahun.

Tahun 1950, tenaga pengajar terus bertambah, proses belajar mengajar sudah mulai baik, buku tulis dan alat tulis sudah mudah didapat. Toko buku sudah ada yaitu ”Toko Buku Hono” yang merupakan toko buku pertama di Ngawi. Ujian Akhir yang sempat mengalami penundaan akhirnya dilaksanakan. Hasil Ujian Akhir 95% murid dinyatakan lulus. Lulusan pertama ini tentu saja disambut dengan suka cita.

Tahun 1951, jumlah guru yang berkurang dapat teratasi dengan dikrimnya guru-guru dari Dinas P dan K, tenaga Tata Usaha juga ditambah. Ujian Akhir berhasil dilaksanakan dengan lancar.

Tahun 1952, Kepala Sekolah diganti Bapak Soemadi, ada tambahan beberapa guru. Pada pertengahan tahun 1952 gedung sekolah pindah ke bekas gedung Sempurna 1 (Ex NIS). Gedung inilah yang sampai sekarang dipakai SMP Negeri 1 Ngawi.

Tahun 1953 – 1956 Bapak Koermen diangkat sebagai Kepala Sekolah. Atas usaha bersama guru, wali murid dan masyarakat tambahan gedung mulai diusahakan. Di gedung itu pula didirikan SMP PGRI untuk kebutuhan belajar.

Tahun 1957 – sekarang. Tahun 1975 Bapak Soepardio Hadi BA diangkat sebagai Kepala Sekolah. Tahun 1976 – 1985 Bapak H.Djaswadi Hadi Martono diangkat menjadi Kepala SMPN 1 Ngawi. Bapak M.Soedarto, BA menjadi Kepala Sekolah tahun 1985 – 1993. Antara tahun 1993 – 1998 biduk SMPN 1 Ngawi di bawah kendali Bapak H.Parlan S.Pd, M.M. Kemudian Bapak Soeharjo, SH, S.Pd, M.Pd menjadi Kepala SMPN 1 Ngawi dari tahun 2001 – 2007. Bapak Drs.Soehartoyo, S.Pd menjadi Kepala SMPN 1 Ngawi dari tahun 2007 – 2008. Sejak bulan Nopember 2008 - sekarang Bapak H. Hadi Santoso, S.Pd, M.M.Pd diangkat menjadi Kepala SMPN 1 Ngawi.

Setelah selama 3 tahun menjadi Sekolah Standar Nasional (SSN), sejak tahun 2008 SMP Negeri 1 Ngawi dipercaya oleh pemerintah menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) sampai sekarang. Dengan berubahnya status dari SSN menjadi RSBI maka SMP Negeri 1 Ngawi mulai berbenah dan akan terus berbenah agar status RSBI benar-benar menjadi kenyataan bukan hanya sekadar istilah. Gedung-gedung dan fasilitas sarana prasarana sekolah terus dilengkapi. Lingkungan sekolah kini tampak lebih asri, sejuk dan indah. Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan juga terus berusaha mengasah pengetahuan dan skill-nya agar lebih profesional dan kompeten.[1]

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

  • 1. Ruang kelas dilengkapi : AC, LCD, Komputer, sound class.
  • 2. Perpustakaan yang memadai.
  • 3. Free Internet Hotspot
  • 4. Laboratorium : Fisika, Biologi, TIK,Keterampilan, Musik, Karawitan, Tata Boga
  • 5. Mushola, Aula, Kantin, Taman belajar.

Prestasi[sunting | sunting sumber]

A. Perolehan Kejuaraan/Prestasi Akademik: Lomba-lomba[sunting | sunting sumber]

No. Nama Lomba Tahun 2006/2007
Juara

ke:
Tingkat Kab/Kota
Provinsi Nasional

Tahun 2007/2008
Juara

ke:
Tingkat Kab/Kota
Provinsi Nasional

1. LKTI Bid. Kesehatan . I . v I V
2. Olimpiade Sain II V
3. LKTI Bid. Lingkungan II & III V 1,2,3 V
4. English Challenge II V 1 V
5. Lomba Pidato BIN 1,2,3 V
6. Olimpiade MIPA 3 V
7. Lomba Pelajar Prestasi II, III v II,II V

B. Perolehan Kejuaraan/Prestasi Non Akademik[sunting | sunting sumber]

No. Nama Lomba Tahun 2006/2007
Juara

ke:
Tingkat Kab/Kota
Provinsi Nasional

Tahun 2007/2008
Juara

ke:
Tingkat Kab/Kota
Provinsi Nasional

1. Vocal grup 1 V 1 V
2. Tari 1 v 1 V
3. Sepak bola mini 1 V
4. Lomba SH Teratai 3 v
5. Lomba Whushu 3 V
6. Lomba Vokal 1 v 1 V
7. Karate 1 V
8. Tenis Meja 1 V 1 V
9. Bulu Tangkis 2 V 1 V

Tujuan sekolah dalam waktu 4 tahun[sunting | sunting sumber]

Dalam kurun waktu 4 tahun tujuan sekolah yang ingin dicapai sebagai berikut:

  • Sekolah mampu meningkatkan perolehan hasil ujian nasional
  • Sekolah mampu meningkatkan prestasi dibidang karya tulis mencapai tingkat nasional.
  • Sekolah mampu meningkatkan prestasi bidang olahraga baik tingkat provinsi, nasional,* maupun internasional.
  • Sekolah mampu memiliki kurikulum yang bertaraf internasional.
  • Sekolah mampu melaksanakan proses pembelajaran dengan menerapkan bilingual berbasis ICT.
  • Sekolah mampu melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan CTL.
  • Sekolah mampu memiliki tenaga pendidik yang berkualifikasi S1 maupun S2.
  • Sekolah mampu memiliki tenaga kependidikan yang mampu berbahasa inggris dan menggunakan ICT.
  • Sekolah mampu memiliki tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan yang mempunyai kemampuan menajerial.
  • Sekolah mampu memenuhi sarana prasarana yang sesuai dengan SNP da berstandar internasional.
  • Sekolah mampu memiliki media pembelajaran yang berkualitas dan kuantitas bertaraf internasional.
  • Sekolah mampu menerapkan adminstarasi sekolah dengan menggunakan ICT.
  • Sekolah mampu menggalang pembiayaan sekolah per siswa mencapai Rp 6.300.000,- pertahun.
  • Sekolah mampu menggali dana dari 6 sumber.
  • Sekolah mampu menerapkan sistem penilaian sesuai dengan kurikulum betaraf internasional.
  • Sekolah mampu melaksanakan budaya sekolah yang berwawasan lingkungan.

Tata tertib[sunting | sunting sumber]

A. KEWAJIBAN
  • Siswa sudah datang disekolah 15 menit sebelum ber masuk jam pertama (1) berbunyi
  • Siswa wajib mengikuti upacara rutin setiap hari Senin dan Hari Besar Nasional
  • Siswa wajib memakai seragam sekolah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan selama berada di sekolah atau mendapat tugas dari sekolah
  • Siswa wajib memakai seragam secara benar dengan ketentuan sebagai berikut:
    • Memakai topi pada saat upacara rutin atau penugasan
    • Bersepatu warna hitam, berkaus kaki putih dengan panjang di bawah lutut pada hari Senin sampai dengan Kamis, dan bersepatu hitam berkaus kaki hitam untuk hari Jum’at dan Sabtu
    • Ikat pinggang warna hitam dengan timangan bentuk persegi serasi dengan ukuran ikat pinggangnya serta kelihatan pada saat dipakai
    • Baju seragam dimasukkan dan berdasi, dan pada saat seragam pramuka lengkap dengan stangan lehernya
    • Celana putra panjang di atas lutut dan rok putri panjang di bawah lutut
  • * Berseragam olahraga pada saat mengikuti jam olahraga
  • Siswa wajib mengikuti (Kegiatan Belajar Mengajar) KBM mulai jam pertama sampai terakhir kecuali yang mendapatkan tugas untuk mengikuti kegiatan di luar sekolah
  • Siswa wajib mengikuti kegiatan belajar mengajar baik di dalam maupun di luar sekolah
  • Siswa wajib mengerjakan atau melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh sekolah
  • Siswa wajib mengerjakan atau melaksanakan piket kelas sebagaimana yang telah diatur oleh kelasnya masing-masing
  • Siswa wajib memberitahu pihak sekolah bilamana tidak masuk dengan membuat surat izin yang ditandatangani oleh oranng tua atau walinya
  • Siswa wajib menunjukkan surat dokter bilamana sudah (dua) hari sakit dan tidak bisa masuk untuk hari yang ketiga atau hari berikutnya
  • Siswa wajib menggunakan peralatan sekolah secara bertanggung jawab
  • Siswa wajib membawa buku pelajaran sesuai dengan jam pelajaran yanng telah ditetapkan
  • Siswa wajib mengikuti ulangan harian, semester,dan mengerjakan tugas kelompok/ individu serta Ujian akhir Sekola/ Nasional juga Ujian praktik.
  • Siswa wajib mengikuti remidi dan atau pengayaan pelajaran sebagai konsekuensi dari hasil ulangan yang telah dilaksanakan
  • Siswa wajib mengikuti pengembangan diri sebagaimana yang telah diatur oleh sekolah
  • Siswa wajib bersikap sopan kepada Bapak/Ibu Guru dan Karyawan Sekolah serta kepada sesama siswa lain disekolah
B. LARANGAN DAN SANKSI
  • No Larangan Point
  • 1 Siswa tidak memakai seragam selain yang telah ditentukan oleh sekolah
  • 2 Siswa meniggalkan upacara rutin
  • 3 Siswa meninggalkan upacara penugasan
  • 4

Siswa terlambat masuk jam pertama

  • Terlambat ≤10 menit
  • Terlambat ≥ 10 s/d 15 menit
  • Terlambat ≥ 15 s/d 20 menit
  • Terlambat ≥ 20 menit
  • Terlambat 3 hari berturut-turut dan atau lebih


  • 5 Siswa terlambat masuk pada pergantian jam pelajaran
  • 6 Siswa membawa HP berkamera
  • 7 Siswa tidak membuat sura izin pada saat tidak masuk
  • 8 Siswa Meninggalkan jam pelajaran tertentu sebelum berakhir
  • 9 Siswa membolos/ meninggalkan jam pelajaran
  • 10 Siswa tidak mengerjakan tugas-tugas sekolah (mata pelajaran)
  • 11 Siswa tidak mengikuti kegiatan yang diadakan sekolah
  • 12 Siswa bermain di tempat parkir sekolah
  • 13 Siswa membuat gaduh di kelasnya
  • 14 Siswa mengganggu kelas lain saat pelajaran berlangsung
  • 15 Siswa menerima tamu tanpa seizin dari sekolah
  • 16 Siswa mencorat-coret(meja,kursi,tembok dll) atau merusak fasilitas sekolah
  • 17 Siswa memakai sarana sekolah tanpa izin dari sekolah
  • 18 Siswa membawa bacaan-bacaan yang berbau porno
  • 19 Siswa membawa gambar porno (buku, majalah, poster, HP, VCD)
  • 20 Siswa membawa dan atau menkonsumsi minuman keras
  • 21 Siswa terlibat perkelaian di dalam sekolah
  • 22 Siswa terlibat perkelahian dengan siswa sekolah lain
  • 23 Siswa mengkonsumsi Narkotika dan Zat Adiktif (NAPZA)
  • 24 Siswa terlibat pengedaran NAPZA
  • 25 Siswa meminta barang siswa lain secara paksa (malak)
  • 26 Siswa mengambil barang siswa lain tanpa izin
  • 27 Siswa membawa senjata tajam
  • 28 Siswa merokok disekolahan
  • 29 Siswa menyebarkan selebaran yang dapat menimbulkan keresahan di sekolah
  • 30 Siswa mengubah nilai raport
  • 31 Siswa membuat surat izin palsu
  • 32 Siswa memalsu tanda tangan Kepala sekolah, Guru dan Karyawan SMPN 1 Ngawi
  • 33 Siswa Memalsukan tanda tangan Orang tua
  • 34 Siswa terlibat tindak pidana asusila
  • 35 Siswa terlibat penyebaran gambar-gambar porno

Ekstrakulikuler[sunting | sunting sumber]

  • NO JENIS JUMLAH PEMBINA TARGET KET. PENGEMBANGAN PESERTA
  • 1 Tenis Meja 12 siswa Alexander, S.Pd Bisa mewakili SMPN 1 dalam lomba tk.kabupaten dan provinsi serta meraih kejuaraan
  • 2 Olimp.Matematika Klas 7= 15 siswa Endang Puji H,S.Pd Bisa mewakili SMPN 1
  • Klas 8= 15 siswa Suyoko, S.Pd dalam lomba tk.kabupaten
  • Bisa mewakili SMPN 1 ke
  • tingkat provinsi
  • 3 Olimp.Biologi Klas 7= 15 siswa Tony Aristyanto, S.Pd Bisa mewakili SMPN 1
  • Klas 8= 15 siswa Sulityowati, S.Pd dalam lomba tk.kabupaten
  • Bisa mewakili Kab.Ngawi ke
  • tingkat provinsi
  • 4 Olimp.Fisika Klas 7= 15 siswa Dra Dwi Wahyuning Bisa mewakili SMPN 1
  • Klas 8= 15 siswa Mintarsih dalam lomba tk.kabupaten
  • Bisa mewakili Kab.Ngawi ke
  • tingkat provinsi
  • 5 Bhs.Inggris Klas 7= 15 siswa Nurhety Setyani, S.Pd Bisa mewakili SMPN 1
  • Klas 8= 15 siswa Endang Widayatni, S.Pd dalam lomba tk.kabupaten
  • Bisa mewakili Kab.Ngawi ke tingkat provinsi
  • 6 Tari 60 siswa Endang Kusringish, S.Pd Mengisi acara-acara di sekolah
  • Susanna Sri H, S.Pd Bisa mewakili SMPN 1 dalam lomba tk.kabupaten
  • Bisa mewakili Kab.Ngawi ke tingkat provinsi
  • 7 KIR 30 siswa Artati Rahmiati, S.Pd Bisa mewakili SMPN 1
  • Kunni Masruhati, S.Pd, M.Pd dalam lomba tk.kabupaten
  • dan karesidenan Madiun
  • Bisa mewakili Kab.Ngawi ke
  • tingkat provinsi
  • 8 Musik Band 25 siswa Edo Muftiandar, S.Pd Mengisi acara-acara di sekolah
  • Didik Nurwanto, S.Pd Mewakili SMPN 1 Ngawi
  • dalam lomba band pelajar/umum
  • 9 Hadrah 20 siswa Syaifudin Zuhri, S.Ag Mengisi acara-acara di sekolah
  • Ngatini, S.Pd Mewakili SMPN 1 Ngawi
  • dalam lomba hadrah
  • 10 PMR 50 siswa Heri Hastuti, S.Pd, Djumariati, S.Pd Mewakili SMPN 1 Ngawi dalam lomba-lomba PMR
  • 11 Jurnalistik 15 siswa Sutiyo, S.Pd, Budi Hantara, S.Pd Bisa membuat majalah dinding/majalah sekolah atau lomba-lomba yang relevan
  • 12 Baca Tulis Semua siswa yang Abdullah, S.Ag Mengisi acara-acara di sekolah
  • Al Qur;an memilih BTA dan Endang Sri Lestari, S.Ag Mewakili SMPN 1 Ngawi dalam
  • siswa yang tidak Siti Musyarofah, S.Pd i lomba-lomba tingkat kabupaten
  • terpilih dalam Sunarsih, S.Pd Bisa mewakili Kab.Ngawi dalam
  • seleksi yang diada Indah Hastuti, S.Pd lomba tingkat provinsi
  • kan pembina Titik Gindarsih, S.Pd
  • pengembangan diri Drs Sunardianto
  • Dra Umi Rhosidah

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Sumber: dari Bapak Soejono mantan guru Ilmu Bumi dan Menyanyi yang juga salah satu tokoh pelaku perjuangan pendiri SMP Ngawi.