SHS 23 Aero Movel Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
SHS-23 Aeromovel Indonesia atau Titihan Samirono yang sedang berhenti di Stasiun Aeromovel Taman Nusa

SHS-23 Aeromovel Indonesia atau Titihan Samirono merupakan kereta yang berjalan dengan tenaga angin (Bahasa Jawa: samirana artinya angin), melayang di jalan layang setinggi 6 meter dari atas tanah dengan kecepatan 15–20 km/jam, meskipun sesungguhnya kendaraan ini dapat melaju dengan kecepatan sampai dengan 60 km/jam. Kecepatan 15–20 km/jam merupakan kecepatan ideal mengingat panjang lintasan sekitar 3,2 km sekaligus memungkinkan para penumpang memiliki waktu lebih lama untuk memandang panorama Taman Mini Indonesia Indah lebih nyaman dan aman.

Titihan Samirono adalah suatu sistem angkutan penumpang massal merupakan hasil pengembangan teknologi aeromovel Brazil yang ditemukan dan dirancang oleh Oscar Coster dari Brasil. Salah satu keunikan sistem ini adalah pemanfaatan tenaga dorong-hisap udara sebagai penggerak.

Kereta layang ini dirancang sebagai kendaraan yang ringan karena di dalamnya tidak terdapat mesin, sehingga bebas polusi udara dan suara. Titihan Samirono merupakan salah satu alternatif angkutan yang menyajikan pelayanan murah, cepat, dan aman menjadi salah satu contoh bagi pengembangan transportasi massal pada masa datang.

Rute[sunting | sunting sumber]

Titihan Samirono menempuh jalur sepanjang 3,2 km. Kereta ini hanya berhenti di stasiun-stasiun yang sudah ditentukan. Stasiun-stasiun Kereta Aeromovel ini yaitu:

Tiket[sunting | sunting sumber]

Harga tiket rata-rata untuk menaiki kereta ini senilai Rp 35.000,- dengan operasional sabtu-minggu. Tiket ini hanya berlaku untuk satu orang dan satu kali keliling Taman Mini Indonesia Indah

Peluang[sunting | sunting sumber]

Teknologi kendaraan SHS-23 Aeromovel Indonesia atau Titihan Samirono merupakan peluang bagi teknisi Indonesia untuk mengembangkannya bagi keperluan di Indonesia. Teknologi ini tidak hanya mengutamakan teknik, tetapi juga kedisiplinan tepat waktu dan mematuhi aturan lalu lintas. Keselamatan penumpang menuntut ditaatinya dan dipatuhinya aturan dan disiplin.

Berkeliling TMII dengan Titihan Samirono merupakan pengalaman yang mengasyikkan. Dengan titihan ini penumpang akan dibawa melihat Taman Mini "Indonesia Indah" dari suatu ketinggian, sehingga memberikan pesona yang mengagumkan. Laboratorium Titihan Samirono menyediakan sarana untuk kerja praktik mahasiswa dan kalang perguruan tinggi. Sebagai teknologi yang relatif baru di Indonesia, titihan samirono memberikan peluang bagi tenaga-tenaga ahli di bidang rekayasa transportasi untuk menguasai dan mengembangkan teknologi transportasi yang canggih ini.

Referensi[sunting | sunting sumber]