Rostam Farrokhzad
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. (Januari 2026) |
| Rostam Farrokhzad | |
|---|---|
Ilustrasi Shahnameh Rostam Farrokhzad dari abad ke-17 | |
| Meninggal | 19 November 636 al-Qadisiyyah |
| Pengabdian | Kekaisaran Sassaniyah |
| Komandan | Spahbed dari Adurbadagan (631–636) |
| Perang/pertempuran | Pertempuran al-Qadisiyyah |
| Hubungan | Farrukh Hormizd (father) Farrukhzad (brother) |
Rostam Farrokhzād ( bahasa Persia : رستم فرخزاد ) atau Rustum adalah seorang anggota dinasti Ispahbudhan , yang menjabat sebagai spahbed ("panglima militer") di wilayah barat laut (kust) Adurbadagan di bawah pemerintahan raja-raja Sassaniyah Boran (630–630, 631–632) dan Yazdegerd III (632–651). Rostam dikenang sebagai tokoh sejarah, karakter dalam puisi epik Persia Shahnameh ("Kitab Raja-Raja"). Ia seorang ahli nujum (atronomer). Ia dikenal sebagai jendral militer terakhir yang tewas dalam Perang Qadisiyah melawan pasukan muslimin pimpinan Saad bin Abi Waqqash.[1]
Rustum lahir dalam keluarga bangsawan ternama dalam kekaisaran Persia Sasania. Ia ikut terlibat dalam pertempuran melawan Heraklius Bizantium pada 624 M. Ketika Persia dilanda perpecahan dalam negeri di mana keluarga kerajaan saling menjatuhkan untuk berebut tahta, akhirnya Rustum dipercaya selama beberapa tahun untuk menstabilkan negara.[1]
Saat invasi pasukan muslim, Yazdegerd menunjuknya sebagai komandan perang. Terjadi dialog negosiasi dengan Sahabat Muhammad, Mughirah bin Syubah berujung kebuntuan dan berakhir dengan pertempuran Qadisiyah.
Rustum terbunuh dalam Pertempuran Qadisiyah di mana kepalanya dipenggal oleh pasukan muslim, Hilal bin Ulafah pada 636 M.[1]