Rochmat Wahab

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta
Masa jabatan
22 Maret 2013 – 22 Maret 2017
Didahului oleh Sugeng Mardiyanto
Digantikan oleh Sutrisna Wibawa
Informasi pribadi
Lahir 10 Januari 1957 (umur 60)
Bendera Indonesia Jombang, Jawa Timur
Kebangsaan  Indonesia
Alma mater College of Education, The Univ of Iowa
Universitas Pendidikan Indonesia
Profesi Dosen
Agama Islam

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A. (lahir di Jombang, 10 Januari 1957; umur 60 tahun adalah Guru Besar dalam bidang ilmu Pendidikan Anak Berbakat pada Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta[1]. Ia menjabat rektor Universitas Negeri Yogyakarta untuk periode 2009-2017[2], ketua III Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) masa bakti 2014-2019[3], ketua umum Asosiasi Profesi Pendidikan Khusus Indonesia (APPKhI) periode 2011-2016[4], dan Ketua Tanfidliyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama DIY masa bakti 2011-2016[5].

Riwayat Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Sosok yang dekat dengan kyai ini memulai pendidikan di SD Negeri Karangprabon, Blimbing, Kesamben, Jombang (1971). Setelah itu melanjutkan pada Pendidikan Guru Agama (PGA) 4 Tahun Pancasila, Kesamben, Jombang, Jatim (1975) dan Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) 6 Tahun Mojokerto, Jawa Timur (1977) dan SGPLB Surabaya (1980).

Jenjang S-1 ia selesaikan pada jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB), FIP, IKIP Bandung. Jenjang S-2 berhasil ia selesaikan pada program Bimbingan dan Konseling, PPS IKIP Bandung dan Curriculum and Instruction for Elementary Education, College of Education, University of Iowa Amerika Serikat (1995). Sedangkan S-3-nya lulus 2003 pada konsentrasi Bimbingan dan Konseling, PPS Universitas Pendidikan Indonesia.

Kehidupan Masa Kecil[sunting | sunting sumber]

Rochmat kecil lahir dari keluarga sederhana di Jombang. Ayahnya merupakan seorang petani di Blimbing, Kesamben, Jombang, yang tidak lulus SD. Kondisi keluarganya yang sederhana tidak menghalangi ia untuk meraih sukses. Rochmat kala itu memiliki motivasi belajar yang tinggi. Pagi belajar di SD sedang sore hari menuntut ilmu pada madrasah diniyah (madin). Pria berkacamata ini saat masih sekolah senang membantu pekerjaan orang tuanya di kebun. Ia tidak lelah untuk terus belajar walaupun merasa capek karena membantu pekerjaan orang tua. Di samping itu, ketika berangkat sekolah, ia juga bonceng temannya yang sudah mempunyai sepeda onthel[6].

Pengalaman Organisasi[sunting | sunting sumber]

Debut organisasi alumnus UPI ini cukup tinggi. Ia pernah menjabat ketua I pengurus besar Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) periode (2009-2013), ketua umum pengurus pusat Asosiasi Profesi Pendidikan Khusus Indonesia (APPKhI) periode 2011-2015, ketua pengurus wilayah Nahdlatul Ulama provinsi DIY masa bakti 2011-2016, ketua III pengurus pusat Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) masa bakti 2014-2019, bendahara Umum Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) periode 2014-2016, ketua umum Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tingggi Negeri (SNMPTN) tahun 2015 dan anggota dewan pertimbangan Forum Rektor Indonesia (FRI) tahun 2015.

Menjabat Rektor UNY untuk Kedua Kalinya[sunting | sunting sumber]

Rochmat Wahab yang senang berorganisasi itu terpilih kembali menjadi rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk periode kedua kalinya, periode 2013-2017. Ia berhasil menyisihkan pesaing beratnya,Prof. Dr. Pratomo Widodo, MPd dari FBS dan Dr. Suyanta dari FMIPA. Saat pemilihan rektor yang kedua tersebut berhasil meraih suara sebanyak 88 suara[2]. Sebelumnya Rochmat Wahab menjabat Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) periode 2009-2013.

Aktif di ormas keagamaan[sunting | sunting sumber]

Kesibukannya sebagai pimpinan UNY tidak menghalanginya untuk aktif di organisasi keagamaan. Rochmat Wahab memimpin ormas keagamaan dengan didaulat menjadi ketua PWNU DIY periode 2011-2016. Ia yang dibesarkan dari keluarga nahdiyin berkomitmen untuk terus di NU. Istri dari Rochmat Wahab merupakan anak dari tokoh pendiri NU, KH A. Wahab Hasbullah. Para gurunya juga ustadz dan kiai yang dilahirkan dari rahim pesantren. Maka dari itu, ia tidak meninggalkan NU dan ingin terus mengabdikan diri di ormas Nahdlatul Ulama[6].

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

Jabatan akademik
Didahului oleh:
Prof. Sugeng Mardiyanto, Ph.D.
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta
2013-2017
Diteruskan oleh:
Sutrisna Wibawa