Revolusi Donghak

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Donghak Peasant Revolution
Tonghak.jpg
Pasukan Donghak berkumpul di Gunung Baek, Gobu, April 1894.
Tanggal 11 Januari 1894-29 Maret 1895
Lokasi Korea
Hasil Kemenangan pemerintah dan Jepang
Pihak yang terlibat
 Korea Dinasti Joseon
 Dinasti Qing
Jeob Selatan
Jeob Utara
 Kekaisaran Jepang
Komandan
Bendera Korea Kaisar Gojong

Bendera Korea Yi Yongtae
Bendera Korea Hong Gyehun
Bendera Korea Yi Hakseung
Bendera Korea Gu Sangjo
Bendera Korea Seong Hayeong
Bendera Korea Jang Yongjin
Bendera Korea Yi Gidong
Bendera Korea Yi Gyutae

Jeon Bongjun

Kim Gaenam
Son Hwajung
Choe Gyeongseon
Kim Deokmyeong
Choe Sihyeong
Son Byeongheui

Bendera Kekaisaran Jepang Kolonel Moriya

Bendera Kekaisaran Jepang Letnan Suzuku

Kekuatan
3.000-50.000 tentara Korea 15.000-300.000 pemberontak Jeob Selatan

10.000-300.000 pemberontak Jeob Utara

500-3.000 tentara Jepang
Korban
6.000 tentara Korea terbunuh Puluhan hingga ratusan ribu orang terbunuh dari kedua pemberontak Jeob 200 tentara Jepang terbunuh

Revolusi Donghak atau Revolusi Petani Donghak (Hangeul: 동학 농민 운동, Donghak Nongmin Undong, Hanja: 東學 農民 運動), juga dikenal dengan nama Gerakan Petani Donghak, Pemberontakan Donghak, Revolusi Petani 1894, Revolusi Petani Gabo, dan sejumlah nama lainnya, adalah sebuah pemberontakan bersenjata di Korea yang dilakukan oleh petani-petani yang marah dan pengikut agama Donghak, suatu agama panteisme yang dipandang sebagai ideologi politik.

Tahun 1894 hakim wilayah Gobu, Jo Byeonggap, menciptakan sejumlah hukum palsu dan memaksa para petani untuk membangun waduk dan tinggal di tanah-tanah tak bertuan untuk memperoleh kekayaan dari pajak dan denda. Di bulan Maret, para petani yang marah disatukan di bawah pimpinan Jeon Bongjun dan Kim Gaenam dan memulai Pemberontakan Gobu. Tetapi, pemberontakan itu dipadamkan oleh Yi Yongtae dan Jeon Bongjun melarikan diri ke Taein. Bulan April, Jeon mengumpulkan pasukan di Gunung Baek dan merebut kembali Gobu. Para pemberontak kemudian mengalahkan pasukan pemerintah di Jalan Hwangto dan Sungai Hwangryong. Jeon lalu merebut benteng Jeonju dan berjuang melawan kepungan pasukan Joseon yang dipimpin oleh Hong Gyehun. Bulan Mei, pihak pemberontak menandatangani kesepakatan gencatan senjata dengan pasukan pemerintah dan membentuk lembaga bernama Jibgangso untuk menangani semua hal di wilayah yang dikendalikan pemberontak. Gencatan senjata ini berlangsung sepanjang musim panas.

Pemerintah yang mulai ketakutan meminta bantuan pada Dinasti Qing. Tiongkok mengirimkan 2.700 orang tentara ke Korea. Jepang marah karena pemerintah Qing tidak memberitahu Jepang sesuai kesepakatan dalam Konvensi Tientsin, yang memicu Perang Tiongkok-Jepang.[1] Perang itu mengakibatkan penolakan terhadap pengaruh Tiongkok di Korea dan juga menandai akhir Gerakan Penguatan Diri di Tiongkok sendiri.

Dominasi Jepang yang semakin tumbuh di Semenanjung Korea menimbulkan kecemasan di kalangan pemberontak. Dari September hingga Oktober, pemimpin Jeob Selatan dan Utara melakukan negosiasi mengenai rencana berikutnya di Samrye. Tanggal 12 Oktober koalisi pasukan Jeob Utara dan Selatan dibentuk berjumlah antara 25.000~200.000 (terdapat perbedaan catatan sejarah). Koalisi pasukan itu menyerang Gongju. Setelah beberapa pertempuran, pasukan pemberontakan ditaklukkan dalam Pertempuran Ugeumchi dan Pertempuran Taein. Suasana permusuhan berlanjut hingga musim semi 1895. Pemimpin-pemimpin pemberontak ditangkap di berbagai lokasi di Region Honam dan sebagian besar dieksekusi dengan cara digantung secara massal pada bulan Maret.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ McClain 2002, hlm. 297.

Bibliografi[sunting | sunting sumber]

Buku diurut berdasarkan nama keluarga penulis, yaitu nama terakhir untuk nama Inggris dan nama pertama untuk nama Korea.

Buku spesifik[sunting | sunting sumber]

  • Yi, Yihwa (2012). 동학농민운동(평등과 자주를 외친) [Revolusi Petani Donghak: Klaim Kesetaraan dan Kemerdekaan] (dalam bahasa Korea). ilustrasi oleh Kim Tae-hyun. Seoul: Safari. p. 327. ISBN 9788-9648-0765-1. 
  • Badan Studi Kontroversi Sejarah (1994). 다시 피는 녹두꽃 [Bunga Nokdu Mekar Lagi: Testimoni Keturunan Petani Donghak] (dalam bahasa Korea). 역사비평사, Sejarah Bipyeongsa. pp. 1–400. ISBN 9788-9769-6223-2. 학농민군 후손 60여인의 생생한 증언을 모았다 

Survei[sunting | sunting sumber]

  • Lone, Stewart; McCormack, Gawan (1993). Korea Since 1850. Australia: Longman Cheshire Pty Limited. p. 226. ISBN 9780-3120-9686-1. 
  • McClain, James L. (2002). Japan, a Modern History. New York: W.W. Norton & Company. pp. 1–724. ISBN 9780-3930-4156-9. 
  • Boulger, Demetrius Charles; Hazeltine, Mayo W. (1893). "The War with Japan and Subsequent Events". China. Kessinger Publishing (cetak ulang 2010). pp. 1–550. ISBN 9781-1633-3067-8. 

Buku lain[sunting | sunting sumber]

  • Misang, John (1999). 미상 [Pendirian Cheondoisme] (dalam bahasa Korea). 
  • Misang, John (1999). 미상 [Budaya Rakyat Korea] (dalam bahasa Korea). 
  • Pemerintah Korea Selatan (1976). 미상 [Buku Teks Topografi Studi Sosial] (dalam bahasa Korea). pp. 1–128. 
  • Choe, Sihyeong (1862). 용담 유사 : 수운 가사 [Yongdam Yusa] (dalam bahasa Korea). 대원 출판사, Percetakan Daewon. ISBN 8972616087. 
  • 세종 출판 기획; Sejong Chulpan Kihoek (2000). 용담 유사 : 수운 가사 [Yongdam Yusa] (dalam bahasa Korea). 대원 출판사, Percetakan Daewon. pp. 1–141. ISBN 9788-9726-1608-5. 
  • Hwang, Hyeon (1910). 오하기문 [Ohagimun] (dalam bahasa Korea). diterjemahkan oleh 김종익 (1994). 역사비평사, Sejarah Bipyeongsa. pp. 1–351. ISBN 8976962222. 매천(梅泉) 황 현이 19세기 당쟁.세도정치의 폐해, 동학농민전쟁, 일제 침략 항일의병활동 등 한시대를 묘파한 “오하기문” 번역서 
  • Oh, Jiyeong (1987) [1940, Yeongchang Seogwan (?)]. 동학사(대광민속총서 1) [Sejarah Donghak] (dalam bahasa Korea). 대광문화사, Sejarah Budaya Daekwang. pp. 1–243. ISBN 9788-9705-1022-4. 
  • Yi, Deokil (1999). 미상 [Sejarah Kontroversi] (dalam bahasa Korea). 
  • Yi, Guytae (1894). Buku Harian Kepala Pengintai Selatan (dalam bahasa Korea). 
  • Yu, Eunshik (1999). Sifat Konservatif Pemberontakan 1894 (dalam bahasa Korea). 
  • Yu, Hongjun (유홍준) (2011). 남도 답사 일번지 [Menjelajahi Provinsi Ilbeonji]. 나의 문화 유산 답사기 [Menjelajahi Warisan Budayaku] (dalam bahasa Korea) 1. Changbi. pp. 1–348. ISBN 9788-9364-7201-6. 
  • Yu, Hongjun (유홍준) (2011). 산은 강을 넘지 못 하고 [Gunung Tidak Dapat Melewati Sungai]. 나의 문화 유산 답사기 [Menjelajahi Warisan Budayaku] (dalam bahasa Korea) 2. Changbi. pp. 1–466. ISBN 9788-9364-7202-3. 

Manhwa(만화) dan Buku untuk Anak-Anak[sunting | sunting sumber]

  • Choe, Yongbeom (2007). 하룻밤에 읽는 한국사 [Membaca Sejarah Koreda dalam Satu Malam] (dalam bahasa Korea). Seoul: Paper Road. pp. 1–426. ISBN 9788-9958-2663-8. 
  • Gwak, Eunju (2011). 최제우 동경대전(만화)(서울대선정 인문고전 50선 21) [Choe Jeu's Donggyeong Daejeon (Manhwa)] (dalam bahasa Korea). Junior Kim Yeongsa. pp. 1–215. ISBN 9788-9349-3327-4. 
  • Park, Eunbong (2009). 한국사 편지. 4(12살부터 읽는 책과함께 역사편지) [ABC Sejarah Korea (4)] (dalam bahasa Korea). 책과함께어린이, Buku untuk Anak-Anak. pp. 1–260. ISBN 9788-9912-2147-5. 
  • Park, Eunbong (2009). 한국사 편지. 5(12살부터 읽는 책과함께 역사편지) [ABC Sejarah Korea (5)] (dalam bahasa Korea). 책과함께어린이, Buku untuk Anak-Anak. pp. 1–300. ISBN 9788-9912-2148-2. 
  • Yu, Gyeong-won, 유경원 (2005). 이현세의 만화 한국사 바로보기. 9(조선시대) [Pandangan Sepintas Manhwa Yi Hyeonse tentang Sejarah Korea. 9 (Joseon Dynasty)] (dalam bahasa Korea). 녹색지팡이, Noksaek Jipangi. pp. 1–235. ISBN 9788-9914-8109-1. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]