Respons meridian dan otonom saraf sensorik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Sebuah ilustrasi jalur pergerakan sensasi ASMR[1]

Respons meridian dan otonom saraf sensorik (bahasa Inggris: Autonomous sensory meridian response (ASMR)) adalah pengalaman yang ditandai dengan sensasi statis atau kesemutan pada kulit yang biasanya dimulai pada kulit bagian kepala dan bergerak ke bagian belakang leher dan tulang belakang bagian atas. Aktivitas ini telah dibandingkan dengan sinestesia auditory-tactile[2][3] dan mungkin muncul bersamaan dengan "sensasi frisson".

ASMR menandakan pengalaman subyektif dari "euphoria tingkat rendah" yang ditandai dengan "kombinasi perasaan baik dan sensasi kesemutan statis pada kulit". Aktivitas ini paling sering dipicu oleh rangsangan audio (pendengaran) atau visual (penglihatan) tertentu, dan tidak biasanya terjadi karena kesengajaan pengendalian perhatian.[4][5]

Penamaan[sunting | sunting sumber]

Sebelum adanya konsensus sosial yang mengarah pada apa yang sekarang menjadi adopsi istilah ini di dunia internet, nama-nama lain juga pernah diusulkan dan dibahas di sejumlah lokasi termasuk forum Steady Health, pada kelompok Society of Sensationalists Yahoo! dan Blog Unnamed Feeling.[siapa?][butuh rujukan]

Nama-nama formal yang pernah diusulkan untuk aktivitas ini antara lain "orgasme kepala yang diinduksi oleh pendengaran" ("bahasa Inggris: auditory induced head orgasm"), "euforia yang diinduksi oleh perhatian" ("bahasa Inggris: attention induced euphoria") dan "euforia yang diinduksi oleh perhatian" ("bahasa Inggris: attention induced observant euphoria"), sementara istilah sehari-hari untuk menyebut aktivitas ini antara lain "pijat otak", "kesemutan kepala", "kesemutan otak", "kesemutan tulang belakang" dan "orgasme otak".[6][7]

Walaupun demikian, banyak istilah sehari-hari dan istillah formal yang digunakan dan diusulkan antara tahun 2007 dan 2010, termasuk sebagai suatu referensi orgasme, dimana pada waktu itu sebagian besar pengguna dunia maya keberatan terhadap penggunaannya, banyak dari pengguna tetap kuat untuk membedakan rasa euforia dan sifat menyantaikan ASMR dari rangsangan seksual.[butuh rujukan] Namun, argumen terhadap rangsangan seksual tetap ada, dan beberapa pendukung telah menerbitkan video yang dikategorikan sebagai ASMRotica (ASMR erotika), yang kontennya sengaja dirancang dan diterbitkan untuk merangsang secara seksual.[8][9]

Pendukung awal aktivitas ASMR menyebut bahwa fenomena ini umumnya tidak terkait dengan gairah seksual, dan Jennifer Allen mengusulkan bahwa fenomena tersebut dinamai "respons meridian dan otonom saraf sensorik" ("bahasa Inggris: autonomous sensory meridian response"). Allen memilih kata-kata yang bermaksud atau berasumsi memiliki makna spesifik berikut:

  • Autonomous - spontan, bergerak sendiri, dengan atau tanpa kendali
  • Sensory - berkaitan dengan indra atau sensasi
  • Meridian - menandakan puncak, klimaks, atau titik perkembangan tertinggi
  • Response - merujuk pada pengalaman atau respons yang dipicu oleh suatu aktivitas eksternal maupun internal

Allen memverifikasi dalam sebuah wawancara tahun 2016 bahwa ia sengaja memilih istilah-istilah ini karena dirasa lebih obyektif, nyaman, dan klinis daripada istilah-istilah alternatif untuk sensasi tersebut.[10] Dalam wawancara itu, Allen menjelaskan bahwa ia memilih kata meridian untuk menggantikan kata orgasm, dan berkata bahwa ia telah menemukan kamus yang mendefinisikan meridian sebagai "titik atau periode perkembangan tertinggi, kemakmuran terbesar, atau sejenisnya".[10][11]

Istilah "respons meridian indra sensorik" ("bahasa Inggris: autonomous sensory meridian response") dan akronim ASMR diadopsi oleh para kontributor aktivitas ini dalam diskusi online, juga diadopsi oleh mereka yang melaporkan dan mengomentari kegiatan ini.

Sensasi dan pemicu[sunting | sunting sumber]

Sensasi[sunting | sunting sumber]

Pengalaman subjektif, sensasi, dan fenomena persepsi yang telah secara luas diidentifikasi dengan istilah 'respons meridian dan otonom saraf sensorik' dijelaskan oleh beberapa orang yang rentan terhadapnya sebagai seuatu yang 'mirip dengan arus listrik ringan ... atau gelembung berkarbonasi dalam segelas sampanye'.[12]

Pemicu[sunting | sunting sumber]

Perasaan ASMR biasanya diterima oleh sebuah stimulus yang disebut sebagai 'pemicu'.[12] Pemicu ASMR yang paling umum adalah auditori dan visual, dapat ditemui melalui interaksi antarpribadi kehidupan sehari-hari. Selain itu, ASMR juga sering dipicu oleh paparan audio dan video tertentu. Media tersebut dapat dibuat secara khusus dengan tujuan spesifik untuk memicu ASMR, atau pada awalnya dibuat untuk tujuan lain dan kemudian terbukti efektif sebagai pemicu pengalaman ASMR.[4]

Stimulus yang dapat memicu ASMR, sebagaimana dilaporkan berdasarkan pengalaman pribadi yakni sebagai berikut:

  • Mendengarkan suara yang diucapkan dengan lembut atau berbisik
  • Mendengarkan suara-suara pelan dan berulang yang dihasilkan dari seseorang yang terlibat dalam tugas duniawi seperti membalik halaman buku
  • Menyaksikan seseorang dengan penuh perhatian melaksanakan tugas biasa seperti menyiapkan makanan
  • Mengunyah, menghirup atau menggigit makanan, minuman, atau permen karet dengan keras
  • Menerima perhatian pribadi
  • Memulai stimulus melalui manipulasi sadar tanpa perlu pemicu video atau audio eksternal
  • Mendengarkan penyadapan, biasanya berupa pemakuan ke permukaan plastik, kayu, logam, dll.
  • Gerakan tangan, terutama ke wajah seseorang

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Barratt, Emma L.; Davis, Nick J. (2015). "Autonomous Sensory Meridian Response (ASMR): a flow-like mental state". PeerJ. 3: e851. doi:10.7717/peerj.851. ISSN 2167-8359. PMC 4380153alt=Dapat diakses gratis. PMID 25834771. 
  2. ^ Simner, Julia; Mulvenna, Catherine; Sagiv, Noam; Tsakanikos, Elias; Witherby, Sarah A.; Fraser, Christine; Scott, Kirsten; Ward, Jamie (2006). "Synaesthesia: the prevalence of atypical cross-modal experiences". Perception. 35 (8): 1024–1033. doi:10.1068/p5469. PMID 17076063. Diakses tanggal 25 November 2016. 
  3. ^ Banissy, Michael J.; Jonas, Clare; Cohen Kadosh, Roi (15 December 2014). "Synesthesia: an introduction". Frontiers in Psychology. 5 (1414): 1414. doi:10.3389/fpsyg.2014.01414. PMC 4265978alt=Dapat diakses gratis. PMID 25566110. 
  4. ^ a b Barratt Emma, Davis Nick (2015). "Autonomous Sensory Meridian Response (ASMR): a flow-like mental state". PeerJ. 3: e851. doi:10.7717/peerj.851. PMC 4380153alt=Dapat diakses gratis. PMID 25834771. 
  5. ^ Ahuja Nitin (2013). "It feels good to be measured: clinical role-play, Walker Percy, and the tingles". Perspectives in Biology and Medicine. 56 (3): 442–451. doi:10.1353/pbm.2013.0022. PMID 24375123. 
  6. ^ Lively, Daniel (19 April 2012). 'That tingling feeling: first international ASMR day'. The Corvallis Advocate. Retrieved 20 January 2016.
  7. ^ Eustache, Louis (22 November 2016). "What Is ASMR And Can It Really Give You Brain Orgasms?". Konbini United States. 
  8. ^ Lindsay, Kathryn (15 August 2015). 'Inside the Sensual World of ASMRotica'. Broadly (Vice). Retrieved 20 January 2016.
  9. ^ Bronte, Georgia (17 December 2015). 'How ASMR purists got into a turf war over porn'. Vice. Retrieved 20 January 2016.
  10. ^ a b Allen, Jennifer (17 May 2016). 'Interview with Jennifer Allen, the woman who coined the term, 'Autonomous Sensory Meridian Response' (ASMR)' ASMR University Website. Retrieved 19 December 2016.
  11. ^ "Meridian". Dictionary.com. Diakses tanggal 23 February 2019. 
  12. ^ a b Ahuja, Nitin (2013). "It Feels Good to Be Measured: clinical role-play, Walker Percy, and the tingles". Perspectives in Biology and Medicine. 56 (3): 442–451. doi:10.1353/pbm.2013.0022. PMID 24375123.