Ratu Intan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Ratu Intan (ke-1)
Kerajaan Tjantoeng (Cantung) dan Batoe Litjin (Batulicin)
Masa kekuasaan1780-1800
GelarRaja Cantung dan Batulicin
PemakamanBakau
PendahuluRatu Mas binti Pangeran Mangu
Pengganti♀ Raja Gusti Besar
Pasangan♂ Aji Dipati gelar Sultan Dipati Anom Alamsyah
Anaktidak ada keturunan
WangsaDinasti Tanah Bumbu
AyahDaeng Malewa (Pangeran Dipati)
IbuRatu Mas binti Pangeran Mangu

Ratu Intan binti Pangeran Dipati atau Ratu Intan I adalah penguasa negeri Tjantoeng (Cantung) dan Batoe Litjin (Batulicin) pada tahun 1780-1800.[1][2]

Dia adalah puteri tunggal Ratu Mas Raja (Ratu) Tanah Bumbu ke-3[3] dan Daeng Malewa (bergelar Pangeran Dipati). Ratu Mas (ibunda Ratu Intan) menikah dengan seorang pedagang dari Gowa bernama Daeng Malewa yang bergelar Pangeran Dipati. Pasangan suami isteri inilah merupakan orang tua dari Ratu Intan I. Sepeninggal Daeng Malewa (Ratu Mas telah meninggal terlebih dahulu), maka sejak 1780, kerajaan Tanah Bumbu dibagi menjadi beberapa divisi (negeri). Ratu Intan I memperoleh negeri Cantung dan Batulicin.[1]

Daeng Malewa (ayahanda Ratu Intan I) juga memiliki keturunan dari isteri-isteri selir. Ratu Intan I memiliki dua orang saudara laki-laki yang sebapak yaitu Pangeran Prabu dan Pangeran Layah yang dilahirkan dari selir-selir. Dari pecahan kerajaan Tanah Bumbu maka Pangeran Layah memperoleh negeri Buntar Laut. Sedangkan Pangeran Prabu bergelar Sultan Sepuh sebagai Raja Sampanahan, Bangkalaan, Manunggul dan Cengal.[1]

Ratu Intan I menikahi Aji Dipati yang bergelar Sultan Dipati Anom Alamsyah (Sultan Pasir III tahun 1768-1799).[4] Pernikahan Ratu Intan I dengan Sultan Anom tidak memiliki keturunan, tetapi dari istri selir Sultan Anom memiliki anak bernama:

  1. Pangeran Aji Muhammad
  2. Andin Kedot
  3. Andin Girok
  4. Andin Proah.

Sampai sekarang, Ratu Intan I masih dikenang dalam ingatan suku Dayak Meratus.[5]


Kekerabatan dengan Raja Pulau Laut =[sunting | sunting sumber]

Kekerabatan Ratu Intan dengan Raja Pulau Laut.

KESULTANAN BANJAR
* ♂ Sulthan Tahlillillah / Sulthan Amarullah Bagus Kasuma / Suria Angsa dari Banjar
↓ (berputera)
RAJA TANAH BUMBU 1
* ♂ Pangeran Dipati Tuha / Pangeran Dipati Mangkubumi
↓ (berputera)
RAJA TANAH BUMBU
  • ♂ Raja Tanah Bumbu 2: Pangeran Mangun Kasuma
↓ (berputra)
  • ♀ Raja Tanah Bumbu 3: Ratu Mas + Daeng Malewa
↓ (berputra)
  • ♀ Raja Cantung 1 & Batulicin 1: Ratu Intan 1
↓ (berputra)
  • Pangeran Daud
SULTHAN KELUA
  • ♂ Sulthan Kelua: Pangeran Citra Yuda
↓ (berputra)
  • ♂ Raja Sela Selilau: Pangeran Hadji Mohamad
↓ (berputra)
↓ (berputra)
  • ♂ Raja Kusan, Batulicin, Pulau Laut: Pangeran Abdoel Kadir
↓ (berputra)
  • ♂ Raja Pulau Laut: Pangeran Berangta Kasuma
↓ (berputra)
  • ♂ Raja Pulau Laut: Pangeran Amir Husin Kasuma + ♀ Ratoe Bese
↓ (berputra)
  • ♂ Raja Pulau Laut: Pangeran M. Aminullah Kasuma + ♀ Ratu Tajeng
↓ (berputra)
  • ♀ Putri Jahrah Kasoema
↓ (berputra)
  • ♂ Gusti Chaldoen + ♀ Gusti Rohana
↓ (berputra)
  1. ♀ Gusti Mahrita
  2. ♀ Gusti Risnawati
  3. ♀ Gusti Megaria
  4. ♀ Gusti Helyani
  5. ♀ Gusti Helnawati
  6. ♂ Gusti Helyadi

Referensi[sunting | sunting sumber]