Lompat ke isi

Ranu Pakis

Ranu Pakis
Ranu Pakis (2025),
dengan latar belakang Gunung Lamongan
LetakLumajang, Jawa Timur
Jenis perairanDanau vulkanik/maar
Bagian dariLamongan Volcanic Field/LVF
Terletak di negara Indonesia
Panjang maksimal800 m (2.600 ft)
Lebar maksimal710 m (2.330 ft)
Area permukaan112 hektare
Kedalaman rata-rata26 m (85 ft)
Ketinggian permukaan225 m (738 ft)
Peta
Peta

Ranu Pakis adalah sebuah danau maar (danau kawah vulkanik) yang terdapat di Kecamatan Klakah, Lumajang, Jawa Timur. Letaknya sekitar 18 km di sebelah utara kota Lumajang, tidak jauh dari Jalan Nasional Rute 38 dan berdekatan dengan Ranu Klakah serta Ranu Bedali. Dengan luas sekitar 112 ha dan kedalaman 26 m,[1] danau ini berada pada ketinggian 225 m dpl. di lereng Gunung Lamongan.[2] Saat ini Ranu Pakis dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai tempat budidaya ikan mujair dan ikan nila, dan juga sebagai tempat wisata.

Danau kawah

[sunting | sunting sumber]
Pemandangan dari arah puncak G Lamongan ke lereng barat, terlihat samar-samar Ranu Pakis (tengah) dan Ranu Klakah (tengah kanan)
Salah satu keramba jaring apung di Ranu Pakis

Gunung Lamongan dikelilingi oleh sekitar 29 buah cekungan maar (danau kawah) dan 39 kerucut sinder, yang merupakan hasil letusan parasitik gunung tersebut di masa lampau, yang kemudian membentuk apa yang disebut sebagai Bentang Vulkanik Lamongan (LVF, Lamongan Volcanic Field).[2][3] Sebanyak 13 buah dari antara cekungan kawah itu kini terisi air membentuk danau-danau kawah,[4] di antaranya adalah Ranu Pakis, Ranu Klakah, dan Ranu Bedali di sisi barat gunung; Ranu Lading dan Ranu Logung di sisi selatan; serta Ranu Agung, Ranu Segaran, Ranu Segaran Duwas, Ranu Segaran Merah, dan beberapa yang lain di sebelah timur hingga timur laut LVF.[2] Garis tengah Ranu Pakis berkisar antara 710 hingga 800 m, sementara ketinggian muka air danau ada di sekitar 225 m dpl.[2]

Pemanfaatan

[sunting | sunting sumber]

Saat ini perairan Ranu Pakis dimanfaatkan oleh warga setempat untuk memelihara ikan nila dan mujair dalam keramba-keramba jaring apung. Sementara airnya juga digunakan untuk irigasi persawahan di wilayah utara Lumajang.

Meskipun tidak seramai di Ranu Klakah dan Ranu Bedali, wisatawan juga sering mampir di Ranu Pakis. Akan tetapi potensi wisata danau ini belum digarap dengan serius, sehingga tidak tersedia fasilitas wisata kecuali adanya warung-warung yang menjual minuman dan makanan kecil serta beberapa kios penjual ikan danau.

Catatan kaki

[sunting | sunting sumber]
  1. Kecamatan Klakah (tt.) Potensi Kecamatan Klakah. Situs internet diakses pada Senin 23/vi/2025
  2. 1 2 3 4 Carn, SA (2000). "The Lamongan volcanic field, East Java, Indonesia: physical volcanology, historic activity and hazards." Journal of Volcanology and Geothermal Research, Vol 95, Issues 1–4, January 2000, pp 81-108. DOI: https://doi.org/10.1016/S0377-0273(99)00114-6
  3. Gurusinga, MA, T Ohba, A Harijoko, & T Hoshide (2023). "Characteristics of ash particles from the maar complex of Lamongan Volcanic Field (LVF), East Java, Indonesia: How textural features and magma composition control ash morphology." Volcanica, Vol 6 (2): 415–436, Nov 15, 2023. DOI: https://doi.org/10.30909/vol.06.02.415436
  4. Matahelumual, J (1990). "Gunung Lamongan." Berita Berkala Vulkanologi, Edisi Khusus No. 125.

7°59′52″S 113°16′10″E / 7.99778°S 113.26944°E / -7.99778; 113.26944