Ramdan Alamsyah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search


Ramdan Alamsyah atau yang biasa dipanggil Ramdan (lahir di Jakarta, 15 Juni 1983; umur 35 tahun[1]) adalah seorang pengacara Indonesia. Ia lahir dari dari pasangan orang tua bernama Machfur Ghozalie dan Sri Mulyani, tumbuh dan besar di bilangan Jakarta Barat tepatnya Kp. Baru Sukabumi Selatan, berasal dari keluarga Betawi sederhana dan bersahaja orang tua yang berlatar belakang pengusaha dan pedagang mampu mendidik dan memberikan kehidupan yang layak bagi Ramdan.

Dengan bercita-cita sejak kecil ingin menjadi seorang akhirnya pada umur 30 tahun dia menjadi salah satu Pengacara yang banyak dikenal pada media massa. Ramdan banyak menangani permasalahan yang di sorot publik melibatkan tokoh publik, artis dan kontroversi di antara para klien klien - nya.

Pada 2013, ia sempat dikenal sebagai pengacara dari Eyang Subur ketika melawan Adi Bing Slamet dan Arya Wiguna. Ia juga dijanjikan Ferrari karena telah membela Eyang Subur.[2] Pada tahun yang sama, ia juga menjadi pengacara dari Ahmad Al Ghazali (Al) dan El Jalalludin Rumi (El), putra Ahmad Dhani ketika melawan Farhat Abbas.[3] Pada tahun yang sama pula, ia menjadi pengacara dari Rachmawati ketika melawan Hanung Bramantyo.[4] Pada 2015, ia menjadi pengacara dari Lulung Lunggana.[5]

Ramdan juga memiliki usaha Kuliner (pemilik beberapa restoran) dan mengembangkan bisnisnya ke Periklanan (Advertisement agency) serta memiliki Rumah Produksi (PH) dengan harapan mampu menggarap Film. Orang - orang dekat Ramdan menilai bahwa dia telah menggeluti bisnisnya dengan baik dan teliti.

Ramdan pun terlibat dalam beberapa organisasi yang memang sudah dimulai sejak bangku sekolah tingkat pertama hingga perguruan tinggi. Salah satunya adalah aktif di BEM saat menjadi mahasiswa. Pernah menjadi pengurus dalam kelompok kecil di beberapa partai politik seperti Barisan Muda PDP, Badan Advokasi Hukum Partai Nasdem, hingga akhirnya menjadi pengurus Partai Nasdem. Organisasi masyarakat juga tidak luput dari perhatiannya, Komunitas Intelektual Muda Betawi (KIMB) yang memiliki basis rekruitment pemuda. Melalui peran sertanya dalam organsiasi Ramdan cukup dikenal di lingkungan masyarakat maupun pada politik, ditingkat lokal maupun nasional.

Sikap kedaerahan-nya terukir dengan kuat sebagai salah satu Pemuda Betawi. Ucapannya yang paling dikenal adalah "Giliran Pemuda Betawi Unjuk Gigi" menjadi landasan berkarya Ramdan. Sikap akar rumput yang kuat ini, mendorong Ramdan untuk berkarya demi tanah kelahirannya dan mendedikasiakan diri untuk Indonesia melalui pencalonan diri-nya sebagai salah satu Anggota DPRD DKI Jakarta para 2014.

Referensi[sunting | sunting sumber]