Rajab Ritonga

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Rajab Ritonga
Rajab Ritonga.jpg
Lahir30 Desember 1958
Sipirok, Sumatera Utara
KebangsaanIndonesia
AlmamaterUniversitas Gadjah Mada dan Universitas Indonesia
OrganisasiPersatuan Wartawan Indonesia
Dikenal atasProfesor Komunikasi

Rajab Ritonga, lahir di Sipirok, Sumatera Utara, 30 Desember 1958, adalah wartawan senior dan Profesor Ilmu Komunikasi di Universitas Gunadarma, Jakarta. Rajab Ritonga pernah menjadi Direktur SDM dan Umum Lembaga Kantor Berita Nasional Antara pada tahun 2007 sampai 2012. Saat ini dia menjabat sebagai Direktur Uji Kompetensi Wartawan PWI Pusat, dan Pemimpin Redaksi Jurnal Ilmiah di bidang ilmu komunikasi yang diterbitkan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI). Saat ini, Rajab menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI), Periode 2022- 2026, dan menjadi Penanggung Jawab indomaritim.id, sebuah portal berita yang sedang dalam proses verifikasi di Dewan Pers.

Profesor Rajab Ritonga dikukuhkan sebagai Guru Besar berdasarkan Keputusan Menristek RI No. 30121/M/KP/2019 tanggal 5 September 2019. Surat Keputusan yang ditandatangani Menristekdikti Mohamad Nasir.

Rajab Ritonga memulai karir kewartawanannya di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta setelah lulus dari Jurusan Ilmu Komunikasi UGM tahun 1985. Sejak tahun 1987 dia menjadi wartawan Kantor Berita Antara hingga mencapai puncak pada jabatan Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum.

Jejak sejarah di Antara yang dia torehkan adalah menginisiasi perubahan badan hukum Antara menjadi BUMN dengan status Perusahaan Umum tahun 2007. Di Kampus Fisipol UGM semasa mahasiswa, Rajab bersama teman-temannya mendirikan pers mahasiswa Sintesa yang hingga saat ini masih eksis sebagai lahan persemaian jurnalisme mahasiswa.

Rajab Ritonga menempuh pendidikan lanjutan di Program S-2 di Sekolah Kajian Strategik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia dalam bidang Kajian Ketahanan Nasional (lulus tahun 2001), serta Program S-3 di Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI (lulus tahun 2007). Rajab Ritonga juga lulusan Lemhannas RI tahun 2012 pada Program Pendidikan Singkat Angkatan ke-18 (PPSA-18) bersama para perwira tinggi TNI/Polri, dan para pejabat tinggi Aparatur Sipil Negara.

Karir akademiknya sebagai dosen dimulai tahun 1999 di Universitas Bung Karno, Universitas Moestopo, lalu Institut Komunikasi dan Bisnis The London School of Public Relation (LSPR), serta Universitas Gunadarma.

Saat aktif sebagai wartawan, Rajab banyak meliput kegiatan kemiliteran yang membawa dia ke berbagai liputan perang dan konflik seperti Bosnia Herzegovina, Kamboja, dan Vietnam. Di dalam negeri, dia meliput berbagai operasi militer di Aceh, Irian Jaya dan Timor Timur. Puncak kariernya sebagai wartawan lapangan adalah menjadi wartawan istana kepresidenan di masa Presiden Soeharto, Presiden BJ Habibie, dan Presiden Abdurrahman Wahid.

Pengalamana liputannya yang lain landing dan take off di kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, berlayar dengan kapal selam KRI Cakra-401, serta berbagai jenis kapal perang TNI AL lainnya. Dia juga pernah mengikuti terjun tandem dan menyelam untuk mendapatkan brevet Selam Dasar TNI AL. Sebagai wartawan istana, Rajab telah melanglang buana mendatangi lima benua dan melintasi tiga samudera, mengunjungi berbagai kota di Asia, Timur Tengah, Eropa Barat, Eropa Timur, Amerika Utara, Amerika Latin, Afrika, Australia.

Sejumlah buku biografi para Jenderal dan Laksamana telah dia hasilkan, baik secara mandiri maupun bersama teman-temannya. Buku-buku biografi itu antara lain, tentang perjalanan hidup Jenderal Susilo Bambang Yudoyono, Jenderal Feisal Tanjung, Jenderal Pramono Edi Wibowo, Laksamana Widodo AS, Laksamana Bernard Kent Sondakh, Laksamana Sumardjono, Laksamana Marsetio, dll

Sebagai ilmuwan ilmu komunikasi, karya-karya hasil penelitiannya dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi (terindeks Scopus Q-1, Q-2, dan Q-3) yang terbit di berbagai negara, serta di jurnal nasional terakreditasi (Sinta-2). Ia juga dipercaya menjadi Reviewer di sejumlah jurnal internasional bereputasi dan jurnal nasional terakreditasi. Dalam bidang penerbitan jurnal ilmiah, Prof. Rajab mengelola tiga terbitan berkala ilmiah, yaitu Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi (Sinta-2), Jurnal Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (Sinta-4), dan Jurnal Pewarta Indonesia (Sinta-4).

Riwayat Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  • S-1; Universitas Gadjah Mada Bachelor of Art (B.A)/Sarjana Muda dan Doktorandus (Drs) Ilmu Komunikasi, lulus tahun 1985
  • S-2; Universitas Indonesia Magister Pengkajian Ketahanan Nasional (M.Si) Sekolah Kajian Strategis dan Global, lulus tahun 2001
  • S-3; Universitas Indonesia Doktor Ilmu Komunikasi, lulus tahun 2007
  • Kursus Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XVII Lemhannas RI tahun 2012

Pengalaman Kerja[sunting | sunting sumber]

  • Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma
  • Dewan Penasihat LP3M Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Jakarta 2020 - sekarang
  • Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Moestopo 2016 - 2019
  • Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Pusat 2018 - sekarang
  • Sekretaris Lembaga LKBN ANTARA, 2005 - 2007
  • Direktur SDM dan Umum LKBN Antara 2007-2012
  • Redaktur Internet LKBN , 1996
  • Reporter Istana Kepresidenan RI, 1996-2001
  • Reporter Hankam/ABRI, 1990-1995
  • Reporter Olahraga (SIWO), 1987-1993
  • Kepala Biro LKBN ANTARA, Pekanbaru, Riau, 1995-1996
  • Wartawan SKH Kedaulatan Rakyat Yogyakarta, 1985-1987

Pengalaman Organisasi[sunting | sunting sumber]

  • Sekretaris Jenderal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI), 2022-2026
  • Wakil Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia 2017- 2021
  • Wakil Ketua Asosiasi Pengelola Jurnal Ilmu Komunikasi (APJIKI) 2020 - sekarang
  • Pendiri Asosiasi Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (AJPKM)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  • Rajab Ritonga Raih Gelar Doktor Ilmu Komunikasi [1]
  • Profil Rajab Ritonga di Kemenristekdikti [2]
  • Pengukuhan Guru besar [3]
  1. ^ [1]
  2. ^ [2][pranala nonaktif permanen]
  3. ^ [3]