Lompat ke isi

Raja Zhuangxiang dari Qin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Raja Zhuangxiang dari Qin
Raja Qin
Berkuasa15 September 250 – 7 Mei 247 SM
Lahir281 SM
Meninggal247 SM (usia 33–34)
AyahRaja Xiaowen dari Qin
IbuJanda Ratu Xia
PasanganJanda Ratu Zhao
KeturunanQin Shi Huang
Chengjiao, Lord Chang'an
Nama lengkap
Nama marga: Ying
Nama pemberian: Yiren / Zichu
Raja Zhuangxiang dari Qin
Hanzi tradisional: 秦莊襄王
Hanzi sederhana: 秦庄襄王
Yiren
Hanzi tradisional: 異人
Hanzi sederhana: 异人
Silsilah Raja Zhuangxiang dalam garis keturunan penguasa Qin (306–206 SM). Zhuangxiang (Ying Zichu) memerintah singkat pada 249–247 SM, menjembatani masa kekuasaan kakeknya, Raja Zhaoxiang, dengan putranya, Qin Shi Huang

Raja Zhuangxiang dari Qin (281–247 SM), nama pribadi Yiren dan Zichu, merupakan seorang pemimpin negara Qin pada abad ketiga SM selama Periode Negara Perang Tiongkok kuno.[1]

Kehidupan

[sunting | sunting sumber]

Yiren merupakan putra kedua dari Lord Anguo, putra kedua dan ahli waris Raja Zhaoxiang, dan Nyonya Xia (夏姬). Ia diutus ke negara Zhao sebagai seorang sandera politik. Ia dan ibunya awalnya tidak disukai oleh Lord Anguo dan ia sendiri memiliki lebih dari 20 anak. Setelah Pertempuran Changping dimana pasukan Qin pimpinan Bai Qi mengubur 400,000 pasukan Zhao secara hidup-hidup, hubungan Qin dan Zhao semakin memburuk. Yiren menetap di Liaocheng pada saat itu dan pemerintah Zhao memperlakukannya dengan sangat buruk. Ia tidak mendapatkan kebutuhan pokok maupun kereta, hidup seperti orang miskin dibawah siksaan negara Zhao dan menjadi sangat depresi.[2][3]

Di Handan, ia bertemu seorang pedagang bernama Lu Buwei yang melihat Yiren sebagai "komoditas langka". Lu Buwei bertemu dengan Yiren yang sangat gusar akibat siksaan negara Zhao dan memercayai bahwa asalkan ia membawa Yiren kembali ke Qin dan memahkotainya, ia akan menjadi sangat kaya. Lü Buwei kemudian pergi membujuk Yiren agar menyetujui rencananya untuk kembali ke negeri asal dan naik takhta. Yiren pun setuju untuk memerintah Qin bersama Lü Buwei setelah rencana tersebut berhasil dilaksanakan.[4] Lu Buwei kemudian menjaga Yiren dengan baik dan mempersembahkan selirnya, Zhao Ji untuk dinikahkan dengan Yiren. Zhao Ji kemudian melahirkan seorang anak yang bernama Ying Zheng.[5]

Lu Buwei juga memberikan uang saku kepada Yiren untuk keperluan sehari-hari dan juga menjamu tamu, sementara ia sendiri juga melakukan manuver politik serta penyogokan terhadap politikus Qin. Lu Buwei juga akhirnya membawa Yiren kembali ke Qin, dimana Lu Buwei kemudian bertemu dengan Lord Yangquan untuk meminta pertemuan dengan kakaknya, istri utama Lord Anguo, Nyonya Huayang yang tidak mempunyai anak kandung. Sementara memuji Yiren dihadapan Nyonya Huayang, ia beserta kerabat permaisuri membujuk Nyonya Huayang untuk mengadopsi Yiren sebagai anak kandungnya. Nyonya Huayang kemudian membujuk Lord Anguo untuk membuat Yiren sebagai putra mahkotanya, dimana Lord Anguo kemudian membuat sebuah prasasti giok untuknya, berjanji akan membuat Yiren sebagai penerusnya. Kedua orang tua kemudian menunjuk Lu Buwei sebagai gurunya dan mengirimkan hadiah kepada Yiren, membuatnya langsung menjadi orang terkenal.[6][7]

Pulang ke Qin dan Pengangkatan

[sunting | sunting sumber]

Pada 257 SM, Raja Zhaoxiang dari Qin mengirim Wang He untuk menyerang Handan dan sebagai balasannya, Raja Xiaocheng dari Zhao membalas dengan berniat untuk membunuh Yiren untuk menenangkan amarahnya. Lu Buwei dan Yiren kemudian berencana untuk menyogok penjaga kota dengan 600 koin emas dan kabur ke Qin melalui pasukan Wang He yang bergerak menuju Handan.[8] Yiren kemudian berhadapan langsung dengan Nyonya Huayang. Karena ia berasal dari Chu, Nyonya Huayang meminta Yiren untuk memakai busana Chu untuk menemuinya. Yiren mematuhi dan memakai busana tersebut. Nyonya Huayang menjadi sangat terkesan terhadapnya dan kemudian mengadopsi Yiren sebagai putranya sendiri dan menggantikan namanya sebagai Ying Zichu (子楚; secara harafiah "Putra Chu").[9] Raja Xiaocheng juga mengambil inisiatif untuk memperbaiki hubungan dengan Qin dengan mengirimkan Zhao Ji dan Ying Zheng kembali ke Qin.[10] Pada 251 SM, Raja Zhaoxiang meninggal dan digantikan oleh Lord Anguo sebagai Raja Xiaowen. Zichu kemudian menjadi pangeran mahkota. Tetapi tiga hari kemudian, Raja Xiaowen meninggal dunia dan Zichu naik takhta sebagai Raja Zhuangxiang.

Setelah naik tahta raja, Raja Zhuangxiang memberlakukan amnesti, memberi penghargaan kepada para pejabat yang berjasa selama masa pemerintah kakek dan ayahnya, memperlakukan keluarga kerajaan dengan baik, memberikan bantuan kepada rakyat miskin, serta mengangkat ibu kandungnya, Nyonya Xia dan ibu angkatnya, Permaisuri Huayang menjadi Janda Permaisuri. Ia juga mengangkat Lu Buwei sebagai kanselir dan memberikan gelar bangsawan Marquis Wenxin.[11]

Meninggal dunia

[sunting | sunting sumber]

Pada 6 Juli 247 SM, Raja Zhuangxiang meninggal dunia setelah 3 tahun berkuasa. Ia dikuburkan di Zhiyang.[12] Makamnya dikenal sebagai Mausoleum Zichu tetapi makamnya juga dikenal sebagai Mausoleum Jianzi karena berdekatan dengan Mausoleum Qin Shi Huang di utara. Ia digantikan oleh Ying Zheng.[13][14] Ying Zheng kemudian menyatukan Tiongkok dan mendirikan Dinasti Qin pada 221 SM dan dikenal dalam sejarah sebagai Qin Shi Huang.

Setelah menyatukan seluruh kerajaan di Tiongkok, Qin Shi Huang menghormati ayahnya dengan gelar Taishang Huang.[15]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ‘‘Records of the Grand Historian: Qin Dynasty (English translation). (1996). Ssu-Ma, Ch'ien. Sima, Qian. Burton Watson as translator. Edition: 3, reissue, revised. Columbia. University Press. ISBN 0231081693, 9780231081696. pg 35. pg 59.
  2. 《史记·卷八十五·吕不韦列传》:安国君有子二十馀人…安国君中男名子楚,子楚母曰夏姬,毋爱。子楚为秦质子于赵。秦数攻赵,赵不甚礼子楚。子楚,秦诸庶孽孙,质于诸侯,车乘进用不饶,居处困,不得意。
  3. 《战国策·卷七·秦策五·吕不韦贾于邯郸》:秦子异人质于赵,处于聊城。
  4. 《史记·卷八十五·吕不韦列传》:吕不韦贾邯郸,见而怜之,曰“此奇货可居”。乃往见子楚…子楚乃顿首曰:“必如君策,请得分秦国与君共之。”
  5. 《史记·卷六·秦始皇本纪》:秦始皇帝者,秦庄襄王子也。庄襄王为秦质子於赵,见吕不韦姬,悦而取之,生始皇。
  6. 《史记·卷八十五·吕不韦列传》:吕不韦乃以五百金与子楚,为进用,结宾客;而复以五百金买奇物玩好,自奉而西游秦,求见华阳夫人姊,而皆以其物献华阳夫人。因言子楚贤智,结诸侯宾客遍天下,常曰“楚也以夫人为天,日夜泣思太子及夫人”。夫人大喜。不韦因使其姊说夫人曰:“吾闻之,以色事人者,色衰而爱弛。今夫人事太子,甚爱而无子,不以此时蚤自结于诸子中贤孝者,举立以为适而子之,夫在则重尊,夫百岁之後,所子者为王,终不失势,此所谓一言而万世之利也。不以繁华时树本,即色衰爱弛後,虽欲开一语,尚可得乎?今子楚贤,而自知中男也,次不得为适,其母又不得幸,自附夫人,夫人诚以此时拔以为适,夫人则竟世有宠于秦矣。”华阳夫人以为然,承太子间,从容言子楚质于赵者绝贤,来往者皆称誉之。乃因涕泣曰:“妾幸得充後宫,不幸无子,原得子楚立以为适嗣,以讬妾身。”安国君许之,乃与夫人刻玉符,约以为适嗣。安国君及夫人因厚餽遗子楚,而请吕不韦傅之,子楚以此名誉益盛于诸侯。
  7. 《战国策·卷七·秦策五·吕不韦贾于邯郸》:(吕不韦)乃说秦王后弟阳泉君…阳泉君曰:‘然。’入说王后,王后乃请赵而归之。
  8. 《史记·卷八十五·吕不韦列传》:秦昭王五十年,使王齮围邯郸,急,赵欲杀子楚。子楚与吕不韦谋,行金六百斤予守者吏,得脱。亡赴秦军,遂以得归。
  9. 《战国策·卷七·秦策五·吕不韦贾于邯郸》:异人至,不韦使楚服而见。王后悦其状,高其知,曰:“吾楚人也。”而自子之,乃变其名曰楚。
  10. 《史记·卷八十五·吕不韦列传》:秦昭王五十六年薨,太子安国君立为王,华阳夫人为王后,子楚为太子。赵亦奉子楚夫人及子政归秦。秦王立一年,薨,谥为孝文王。太子子楚代立,是为庄襄王。庄襄王所母华阳后为华阳太后,真母夏姬尊以为夏太后。庄襄王元年,以吕不韦为丞相,封为文信侯。
  11. 《史记·卷六·秦始皇本纪》:庄襄王元年,大赦,修先王功臣,施德厚骨肉,布惠於民。
  12. 《史记·卷五·秦本纪》:东周君与诸侯谋秦,秦使相国吕不韦诛之,尽入其国。秦不绝其祀,以阳人地赐周君,奉其祭祀。
  13. 《史记·卷五·秦本纪》:使蒙骜伐韩,韩献成皋、巩(应为荥阳)。秦界至大梁,初置三川郡。
  14. 《史记·卷十五·六国年表》:秦庄襄王元年,蒙骜取成皋、荥阳。初置三川郡。
  15. Eisenberg, Andrew (2008). Kingship in Early Medieval China. Leiden: Brill. hlm. 24–25. ISBN 9789004163812.
Raja Zhuangxiang dari Qin
Meninggal: 247 SM
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Raja Xiaowen
Raja Qin
250–247 SM
Diteruskan oleh:
Ying Zheng