Rabdomiolisis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Rabdomiolisis
RhabdoUrine.JPG
Urin pengidap rabdomiolisis memiliki ciri berupa warna coklat yang disebabkan oleh mioglobinuria
Klasifikasi dan rujukan luar
Pengucapan /ˌræbdmˈɒlss/
Spesialisasi Kedaruratan medis

Rabdomiolisis adalah suatu keadaan ketika otot kerangka mengalami pembinasaan yang cepat.[1] Hal ini dapat menyebabkan kebocoran protein otot mioglobin ke dalam urin, sehingga warnanya menjadi seperti teh. Gejala-gejala lainnya adalah sakit otot, rasa lemah, muntah dan pusing.[1][2] Detak jantung mungkin juga menjadi tidak biasa.[1] Mioglobin sendiri dapat membahayakan ginjal dan bisa memicu gagal ginjal.[1]

Kerusakan otot seringkali disebabkan oleh trauma otot atau luka yang menghancurkan, olahraga yang terlalu berat, obat-obatan, atau penyalahgunaan obat-obatan terlarang.[1] Penyebab lainnya adalah infeksi, luka akibat listrik, sengatan panas, kurangnya aliran darah ke kaki, atau gigitan ular.[1] Beberapa orang juga dilahirkan dengan kondisis otot yang lebih rentan terkena rabdomiolisis.[1] Diagnosis biasanya dibuktikan dengan hasil tes urin yang positif "darah" tetapi tidak mengandung sel darah merah saat diperiksa dengan menggunakan mikroskop.[1] Tes darah menunjukkan kinase kreatin yang lebih besar dari 1.000 U/L, dan untuk kasus yang parah bisa mencapai 5.000 U/L.[3]

Penyakit ini biasanya ditangani dengan menyuntikkan cairan infus dalam jumlah besar.[1] Terapi lain adalah dialisis atau hemofiltrasi untuk kasus yang lebih parah.[2][4] Begitu hasil tes urin keluar, natrium bikarbonat dan manitol biasanya digunakan, tetapi keefektifan teknik ini tidak diperkuat oleh bukti.[1][2] Komplikasi yang dapat terjadi adalah kadar kalium dalam darah yang tinggi, kadar kalsium dalam darah yang rendah, persebaran bekuan darah dan sindrom kompartemen.[1]

Rabdomiolisis dialami oleh sekitar 26.000 orang setiap tahunnya di Amerika Serikat.[1] Walaupun sudah pernah dibahas sepanjang sejarah, rabdomiolisis baru dideskripsikan pertama kali pada masa modern setelah terjadinya gempa bumi pada tahun 1908.[5] Penemuan-penemuan penting mengenai mekanisme rabdomiolisis diperoleh selama pengeboman kota London dari udara pada tahun 1941.[5] Kondisi ini menjadi masalah besar bagi mereka yang terluka akibat gempa bumi.[5]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h i j k l Sauret, JM; Marinides, G; Wang, GK (1 March 2002). "Rhabdomyolysis". American Family Physician. 65 (5): 907–12. PMID 11898964. 
  2. ^ a b c Huerta-Alardín AL; Varon J; Marik PE (2005). "Bench-to-bedside review: rhabdomyolysis – an overview for clinicians". Critical Care. 9 (2): 158–69. doi:10.1186/cc2978. PMC 1175909Dapat diakses secara gratis. PMID 15774072. Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 February 2008. 
  3. ^ Chavez, LO; Leon, M; Einav, S; Varon, J (15 June 2016). "Beyond muscle destruction: a systematic review of rhabdomyolysis for clinical practice". Critical care (London, England). 20 (1): 135. doi:10.1186/s13054-016-1314-5. PMC 4908773Dapat diakses secara gratis. PMID 27301374. 
  4. ^ Bosch X; Poch E; Grau JM (2009). "Rhabdomyolysis and acute kidney injury". New England Journal of Medicine. 361 (1): 62–72. doi:10.1056/NEJMra0801327. PMID 19571284. 
  5. ^ a b c Vanholder R; Sever MS; Erek E; Lameire N (1 August 2000). "Rhabdomyolysis". Journal of the American Society of Nephrology. 11 (8): 1553–61. PMID 10906171. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 January 2013.