Quercetin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Quercetin
Gambar
Identifikasi
Nomor CAS 117-39-5
PubChem 5280343
DrugBank DB04216
KEGG C00389
ChEBI 16243
ChemSpider 4444051
SMILES O=C1c3c(O/C(=C1/O)c2ccc(O)c(O)c2)cc(O)cc3O
InChI 1/C15H10O7/c16-7-4-10(19)12-11(5-7)22-15(14(21)13(12)20)6-1-2-8(17)9(18)3-6/h1-5,16-19,21H
Sifat
Rumus molekul C15H10O7
Massa molar 302.236 g/mol
Penampilan bubuk kristalin kuning[1]
Densitas 1.799 g/cm3
Titik lebur 316 °C
Kelarutan dalam air Tidak larut dalam air; larut dalam larutan alkalin encer[1]
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku
pada temperatur dan tekanan standar (25 °C, 100 kPa)

Sangkalan dan referensi

Quercetin /ˈkwɜːrstn/ adalah flavonol yang dapat ditemui dalam berbagai buah, sayur, dan daun. Quercetin dapat digunakan sebagai bahan suplemen, minuman, atau makanan.

Kemunculan[sunting | sunting sumber]

Quercetin adalah flavonoid yang tersebar luas di alam. Nama quercetin digunakan semenjak tahun 1857, dan berasal dari kata quercetum (hutan ek).[2][3] Flavonol ini merupakan inhibitor pengangkut auksin polar yang muncul secara alami.[4]

Pada bawang merah, konsetrasi quercetin terbesar ada pada cincin paling luar dan di bagian yang paling dekat dengan akar.[5] Menurut satu penelitian, tomat yang tumbuh secara organik memiliki 79% lebih banyak quercetin daripada yang tumbuh secara kimiawi.[6] Quercetin ada pada berbagai jenis madu dari berbagai jenis tanaman.[7]

Pengaruh[sunting | sunting sumber]

Walaupun masih dalam tahap awal penelitian klinis, tidak ada bukti bahwa quercetin memiliki efek positif terhadap tubuh manusia.[8][9] Food and Drug Administration Amerika Serikat telah mengeluarkan peringatan[10] bahwa quercetin bukan nutrien dan bukan obat untuk menyembuhkan penyakit manusia.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Quercetin dihydrate safety sheet on http://www.pvp.com.br (Inggris)
  2. ^ "Quercetin". Merriam-Webster. 
  3. ^ "Quercitin (biochemistry)". Encyclopædia Britannica. 
  4. ^ Fischer C, Speth V, Fleig-Eberenz S, Neuhaus G (October 1997). "Induction of Zygotic Polyembryos in Wheat: Influence of Auxin Polar Transport". Plant Cell 9 (10): 1767–80. PMC 157020. PMID 12237347. doi:10.1105/tpc.9.10.1767. 
  5. ^ Smith C, Lombard KA, Peffley EB, Liu W (2003). "Genetic Analysis of Quercetin in Onion (Allium cepa L.) Lady Raider" (PDF). The Texas Journal of Agriculture and Natural Resource (Agriculture Consortium of Texas) 16: 24–8. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal February 25, 2007. 
  6. ^ Mitchell AE, Hong YJ, Koh E, Barrett DM, Bryant DE, Denison RF, Kaffka S (July 2007). "Ten-year comparison of the influence of organic and conventional crop management practices on the content of flavonoids in tomatoes". J. Agric. Food Chem. 55 (15): 6154–9. PMID 17590007. doi:10.1021/jf070344. 
  7. ^ Petrus K, Schwartz H, Sontag G (June 2011). "Analysis of flavonoids in honey by HPLC coupled with coulometric electrode array detection and electrospray ionization mass spectrometry". Anal Bioanal Chem 400 (8): 2555–63. PMID 21229237. doi:10.1007/s00216-010-4614-7. 
  8. ^ Gross P (March 1, 2009), New Roles for Polyphenols. A 3-Part report on Current Regulations & the State of Science, Nutraceuticals World 
  9. ^ "Scientific Opinion on the substantiation of health claims related to quercetin and protection of DNA, proteins and lipids from oxidative damage (ID 1647), “cardiovascular system” (ID 1844), “mental state and performance” (ID 1845), and “liver, kidneys” (ID 1846) pursuant to Article 13(1) of Regulation (EC) No 1924/2006". EFSA Journal. 8 April 2011. Diakses tanggal 24 September 2014. 
  10. ^ "River Hills Harvest dba Elderberrylife". Adams, AM, Inspections, Compliance, Enforcement, and Criminal Investigations, US FDA. 22 April 2014. Diakses tanggal 5 November 2014. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]