Purim

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Purim
Teatr zydowski march2009.jpg
Dirayakan olehAgama Yahudi
JenisSukacita
MaknaPerayaan kelepasan orang Yahudi seperti tercatat dalam Kitab Ester.
PerayaanMendengar pembacaan Kitab Ester di sinagog; mengirim makanan (Mishloach manot) dan memberi sedekah; memakai baju kostum; memakan hidangan pesta
TanggalTanggal 14 bulan Adar (di Yerusalem dan kota-kota bertembok kuno pada tanggal 15)
Terkait denganHanukkah, sebagai hari raya yang ditetapkan oleh rabbi; Norouz[1]

Purim (bahasa Ibrani: פּוּרִים, translit. Purím‎, bentuk jamak dari kata פּוּר, pur, diperkirakan dari kata Akkadia 𒁓𒊏, batu, guci, undi; oleh karena itu disebut juga Festival Undi) merupakan hari raya atau pesta Yahudi untuk memperingati pembebasan kaum Yahudi dari Haman dan sekutunya yang hendak membunuh mereka di kekaisaran Persia.[2][3][4] Hamas pada waktu itu menjadi pembesar tertinggi di Kekaisaran Persia, yang di bawahi langsung oleh raja.[4] Alkitab mencatat bahwa Haman merencanakan hari untuk memusnahkan kaum Yahudi.[2][3][4] Purim dirayakan tiap tahun menurut kalender Ibrani oleh kaum Yahudi.[2][3][5] Perayaan ini sebagai bentuk peringatan orang Yahudi bebas dari rencana jahat Haman (Ester 3: 26-32).[4] Rencana itu digagalkan oleh Ester dan Mordekhai.[6][7] Perayaan ini dirayakan pada hari keempat belas dalam kalender Ibrani dan bulan Adar.[2][3][5] Perayaan Purim Yahudi ini kemungkinan diadopsi dari Tahun Baru Persia.[3][5]

Perayaan Purim ini juga merupakan tanda kemenangan orang Yahudi atas musuh-musuh mereka.[3][4][5] Perayaan Purim ini dimulai pada saat matahari terbenam.[3][4][5] Perayaan Purim tidak hanya dirayakan oleh orang Yahudi di Israel.[3][4][5] Secara teoretis, kota-kota yang dilindungi oleh tembok pada masa Yosua, termasuk Shushan (Susan atau Susa) dan Yerusalem merayakan Purim.[3][4][5] Purim dirayakan oleh mereka pada hari yang kelima belas, di kota-kota itu perayaan Purim pada hari keempat belas dikenal sebagai Purim dePrazos.[3][4][5] Di tempat lain Purim dirayakan pada hari keempat belas, sedangkan hari kelima belas dikenal sebagai Purim Shushan.[3][4][5] Di dalam praktiknya, hanya Yerusalem yang secara resmi merayakan Purim pada hari kelima belas.[3][4][5] Meskipun demikian, beberapa kota merayakan Purim pada kedua hari tersebut, yaitu hari empat belas dan lima belas.[3][4][5]

Sejarah Purim[sunting | sunting sumber]

Kitab Ester pada umumnya menceritakan tentang sejarah Perayaan Purim.[3][5] Kisah ini dimulai ketika Ester diangkat menjadi ratu, sebagai pendamping raja Ahasyweros.[3][5] Usaha Ester yang berhasil menggagalkan rencana jahat Haman pun disambut oleh Raja. Kitab Ester menjelaskan bahwa Raja mengadakan pesta besar.[3][5] Pesta besar-besaran itu dirayakan oleh seluruh pasukan Persia dan Media, pelayan, dan seluruh pengeran di 127 provinsi yang dipimpin oleh raja Ahasyweros.[3][5]

Kitab Ester[sunting | sunting sumber]

Megillat Esther

Kitab Ester adalah sumber informasi utama mengenai perayaan Purim.[8][9] Awal dan sejarah dari perayaan Purim ini dijelaskan oleh kitab Ester.[8][9] Kitab Ester ini juga menjadi kitab terakhir dari dua puluh empat kitab yang dikanonisasi dalam Konsili Agung.[8][9] Kanonisasi terhadap kitab Ester ini terjadi sekitar abad keempat sebelum Masehi dan menurut Talmud sendiri kitab Ester ini ditulis oleh Mordekhai.[8][9]

Kitab Ester ini merupakan teks Midras yang dibagi ke dalam dua bagian.[8][9] Bagian yang pertama itu ditulis sekitar tahun 500 Masehi.[8][9] Pada teks ini sudah terdapat komentar eksegetisnya, yaitu pada dua bab bagian awal kitab Ester dalam bahasa Ibraninya.[8][9] Targum Sheni termasuk juga dalam hal ini.[8][9] Sedangkan bagian yang kedua dalam kitab ini disunting sekitar abad 11 Masehi.[8][9] Pada bagian ini berisi komentar eksegetis.[8][9] Tafsiran eksegetis ini terdapat pada bagian akhir kitab Ester.[8][9]

Nyanyian Purim[sunting | sunting sumber]

Nyanyian pada perayaan Purim berasal dari kebudayaan dan ibadah Talmud.[10] Naynyian yang sering dinyanyikan seperti Mishenichnas Adar marbim be-simcha, yang artinya ketika bulan Adar tiba, kita mempunyai banyak sukacita.[10] Naynyian ini dikutip dari kitab Mishnah Taanith 4:1. Selain itu, nyanyian yang dikumandangkan adalah LaYehudim haitah orah ve-simchah ve-sasson ve-yakar.[10] Nyayian ini mengungkapkan bahwa kaum Yahudi memiliki cahaya, kesenangan, sukacita, dan kehormatan.[10] Nyanyian ini terdapat di dalam kitab Ester 8:16.[10] Beberapa nyanyian lainya adalah Shoshanat Yaakov, Ani Purim, Chag Purim, Chag Gadol Hu LaYehudim, Mishenichnas Adar, Shoshanas Yaakov, Al HaNisim, VeNahafoch Hu, LaYehudim Hayesa Orah, U Mordechai Yatza, Kacha Yay'aseh, Chayav Inish, Utzu Eitzah.[10] Nyanyian ini unumnya dinyanyikan oleh anak-anak.[10]

Makanan Pada Perayaan Purim[sunting | sunting sumber]

Ada makanan yang khas sebagai tanda perayaan Purim.[11] Makanan ini tentunya berbeda dengan makanan yang dikonsumsi oleh orang Yahudi sehari-hari.[11] Hal ini yang menunjukkan bahwa hari pada saat perayaan Purim berbeda dengan hari biasanya.[11] Makanan yang terkenal dan menjadi ciri khas di dalam peryaan Purim ini adalah Hamantaschen, artinya kantong Haman.[11] Makanan ini adalah sejenis kue kering yang berbentuk segitiga.[11] Kue ini disebut juga Oznei Haman, yang artinya telinga Haman.[11] Kue kering inilah yang sering dihidangkan pada saat peryaan Purim di kalangan Yahudi.[11]

Selain itu, makanan jenis kacang-kacangan juga menjadi makanan khas pada perayaan Purim.[11] Ratu Ester memakan makanan jenis kacang-kacangan ini ketika menjadi pelayan bagi Raja Ahas.[11] Kisah ini dengan jelas digambarkan oleh kita Talmud.[11] Kreplach, merupakan makanan berbentuk bulat seperti bola, di dalamnya berisi daging yang telah dimasak sebelumnya.[11] Makanan ini biasanya disajikan dengan daging ayam atau hati yang telah disop.[11] Makanan ini menjadi makanan salah satu suku Yahudi, yaitu Ashkenazi.[11] Roti bakar juga menghiasi perayaan Purim ini.[11] Roti yang telah dibakar dihiasi dengan karamel.[11] beberapa makanan khas dan tradisional inilah yang menjadi penghias di dalam peryaan Puri bagi Kaum Yahudi.[11]

Kebiasaan-kebiasaan dalam Perayaan Purim[sunting | sunting sumber]

Perayaan Purim ini lebih bersifat nasionalis dibandingkan keagamaan.[11] Hal ini sama halnya seperti perayaan Hanukkah.[11] Purim yang merupakan perayaan atas bebasnya kaum Yahudi dari rencana jahat Haman yang hendak memusnakan mereka.[11] Oleh sebab itu, perayaan ini lebih bersifat nasionalis dibandingkan keagamaan bagi umat Yahudi.[11] Pembebasan yang mereka dapatkan membuat keturunan Yahudi tidak hilang di dunia ini.[11]

Peryaan purim ini tidak semeriah hari raya yang ditetepkan dalam Torah.[11] Oleh sebab itu, bisnis, perdagangan, dan pekerjaan lainnya dilakukan juga pada peryaan Purim.[11] Perayaan ini pun pada umumnya tidak semeriah perayaan yang ditentukan oleh Torah tersebut.[11] Perayaan Purim ini pun hanya merujuk kepada hal doa yang khusus atau ibadah yang lain dari hari biasanya.[11] Doa tersebut adalah Al ha-Nissim, yang artinya doa untuk keajaiban dari Tuhan.[11] Doa ini dimasukkan ke dalam ibadah Amidah, yaitu yang dilakukan pada doa petang, pagi, dan siang.[11]

Ada empat mitzvot atau kewajiban yang dilakukan pada Perayaan Purim, yaitu:[11]

  1. Mendengarkan pembacaan Kitab Ester di Synagoge pada doa petang dan pagi (k'riat megillah)
  2. Membagi makanan kepada orang sekitar (mishloach manot)
  3. Berderma kepada orang-orang Miskin (matanot la'evyonim)
  4. Makan di dalam Perayaan makaan yang menjadi ciri khas dari peryaan Purim (se`udah)

Tradisi Kristen[sunting | sunting sumber]

Di Injil Yohanes pasal 5 diceritakan bahwa Yesus berada di Yerusalem untuk memperingati hari raya yang tidak disebutkan namanya, selain dari keterangan bahwa hari itu jatuh pada hari Sabat (Yohanes 5:9). Menurut penelitian Lambert Dolphin, satu-satunya hari raya yang jatuh pada hari Sabat antara tahun 25-35 M adalah Purim (tahun 28 M). Mengapa hari raya ini tidak disebut namanya? Mungkin Roh Kudus sengaja tidak menyebutnya, karena Nama Allah juga tidak ditulis dalam Kitab Ester.

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Pranala Lain[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://www.britannica.com/EBchecked/topic/307197/Judaism/35340/Sources-and-development#ref=ref299743
  2. ^ a b c d W.R.F. Browning.2007.Kamus Alkitab.Jakarta.Gunung Mulia.371
  3. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q Edit. Paul J. Achtemeier.1985.Bible Dictionary.San Franscisco.Harper & Row, Publhiser.843.
  4. ^ a b c d e f g h i j k l Walter A. Elwell.1988.Baker Encyclopedia of the Bible.Grand Rapids, Michigan.1805.
  5. ^ a b c d e f g h i j k l m n o Jacob Hoschander.1923.The Book of Esther in the Light of History.Oxford University Press.
  6. ^ Allen C. Myers.1987.The Eerdmas Bible Dictionary.Grand Rapids, Michigan.Wm. B. Eerdmans Publhising.863.
  7. ^ NIV Study Bible.2002.Introductions to the Books of the Bible, Esther.Zondervan.
  8. ^ a b c d e f g h i j k Jacob Neusner.2006.The Talmud: What it is and what it Says. Rowman & Littlefield.
  9. ^ a b c d e f g h i j k Moshe David Herr.1997.Encyclopedia Judaica 1997 CD-ROM Edition, article Esther Rabbah.
  10. ^ a b c d e f g "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-03-11. Diakses tanggal 2011-03-29. 
  11. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa ab Encyclopedia Britannica, 1911 edition: Purim.