Pulau Sebuku, Lampung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Disambig gray.svg
Untuk kegunaan lain dari Pulau Sebuku, lihat Pulau Sebuku (disambiguasi).
Sebuku
Koordinat 5°55′0″LS,105°31′0″BT
Negara Indonesia
Gugus kepulauan Sumatera
Provinsi Lampung
Kabupaten Lampung Selatan
Luas -km²
Populasi -

Pulau Sebuku adalah sebuah pulau yang terletak di Selat Sunda yang terletak di sebelah selatan perairan Kabupaten Lampung Selatan.

Pulau ini letaknya berada di sebelah utara dari pulau Sebesi dan timur pulau Serdang dan pulau Legundi.

Pandangan panoramis Pulau Sebuku

Kisah & Riwayat Kepemilikan Pulau Sebuku[sunting | sunting sumber]

Pangeran Cecobaian adalah keturunan Keratuan Dibalau Kedamaian, gelar Pangeran diberikan olehSultan Banten, yaitu Sultan Agung Banten pada tahun 1863. Kembalinya Pangeran Cecobaianyang bersama Istrinya yaitu Ratu Minangsih dari Banten menuju Keratuan Dibalau Kedamaian terhalang oleh faktor jarak dan alat transportasi yang digunakan pada saat itu yang hanya berupa gerobak sapi, mengharuskan Pangeran Cecobaian dan Ratu Minangsih untuk tidak kembali lagi ke Keratuan Dibalau Kedamaian dan memutuskan untuk menetap di Gunung Rajabasa yang kemudian mendirikan Keratuan Darah Putih di Gunung Rajabasa. Karena hubungan Pangeran Cecobaian dengan Kesultanan Banten sangatlah dekat, maka Sultan Agung Banten memberikan wilayah kekuasaan dan kedudukan kepada Pangeran Cecobaian yang meliputi wilayah sekitar pulau Krakatau, pulau Sebesi, dan pulau SebukuPangeran Cecobaian dan Ratu Minangsih memiliki keturunan yaitu Pangeran Singa Beranta dan Raden Tinggi.

Pangeran Singa Beranta memiliki 2(dua) Istri yaitu Ratu Munah dan Ratu Galuh. Pangeran Singa Beranta dengan Ratu Galuh tidak memiliki keturunan sedangkan dengan Ratu Munah melahirkanDalom Mangku Minggar dan Khaiya Sabak. Ketika perang terjadi dengan Belanda Sultan Agung Banten memberikan perintahkan kepada Pangeran Singa Beranta agar membuat Benteng pertahanan di Gunung Rajabasa, benteng pertahanan Singa Beranta tersebut bernama Benteng Berhulu, benteng lain yang dibuat adalah Benteng Salai Tabuan dan Benteng Merambung. Tujuan didirikanya benteng-benteng pertahanan tersebut adalah untuk mempersiapkan pertempuran dengan tentara Belanda. Kalahnya Kesultanan Banten oleh tentara Belanda pada saat itu mengharuskan para tentara Kesultanan Banten merapat ke Gunung Rajabasa. Pangeran Singa Beranta dan keluarganya serta pengikutnya terus berjuang menahan serangan Belanda di Benteng Benhulu yang berada di Desa Pangkul (daerah pesisir pantai).

Tentara Belanda pun tidak kehabisan akal, mereka mulai menghasut, menakuti, dan mengiming-imingi masyarakat pribumi yang berada di sekitar daerah tersebut. Akibatnya banyak masyarakat yang menjadi pengkhianat, mereka membela serta membantu Tentara Belanda menyerang Benteng Pertahanan Singa Beranta. Tentara Belanda pun berhasil menjatuhkan Pangeran Singa Beranta dan Sultan Agung. Di dalam pertempuran tersebut keluarga Pangeran Singa Beranta yang selamat adalah anaknya yaitu Khaiya Sabak dan istrinya yang kedua yaitu Ratu Galuh. Ratu Galuh di larikan ke Kota Agung, Sedangkan Khaiya Sabak dan Istrinya melarikan diri dan bersembunyi di Gunung Rajabasa. Belanda pun berhasil mendirikan Pos Opdeling Katimbang di kaki Gunung Rajabasa.

Karena banyak masyarakat pribumi sekitar yang ikut membela tentara Belanda. Keadaan keluarga singa beranta semakin terdesak dan mengharuskan Khaiya Sabak dan istrinya untuk menetap dipulau Sebesi. Khaiya Sabak dan istrinya melanjutkan tanaman Lada yang lama tidak terurus pasca peperangan. Khaiya Sabak dan istrinya beserta keluarga-keluarga yang lain meninggal dunia dalam peristiwa meletusnya Gunung Krakatau tahun 1883. Keberuntungan jatuh pada salah satu anak Khaiya Sabak yaitu, Batin Mangukhum karena tidak dibawa kepulau Sebesi melainkan tinggal bersama dengan saudara-saudara yang lain di Desa Merah Saka. Setelah keadaan kembali normal pasca meletusnya Gunung KrakatauBatin Mangukhum melanjutkan berladang di Pulau Sebuku (suak)Batin Mangukhum pun memiliki anak yaitu Samik yang merupakan  seorang ibu dari orang tua ayahanda dari Drs. Sofyan Raden Kemala PS (Narasumber).

Silsilah Keratuan Darah Putih.jpg

Kisah dan Keterangan ini dibuat berdasarkan fakta dari Narasumber yang merupakan keturunan langsung Pangeran Singa Beranta. Pulau Sebuku kini ditanami Kelapa, Pisang, serta Cengkeh.


Sumber Data :[sunting | sunting sumber]

  • Keterangan dari Keluarga Besar Marga Balau Kp. Kedamaian
  • Keterangan dari Dalom Mangku Minggar
  • Keterangan dari Hi. Yusuf, Aminah, & Pangeran Raden Kemala, PS.
  • Buku Perang Lampung di Kalianda Staats Blad Gouverment “Zuid Sumatera”
Drs. Sofyan Raden Kemala.jpg

Drs. Sofyan Raden Kemala, PS.

(Narasumber)