Pulau Linosa

Pulau Linosa adalah salah satu pulau berukuran kecil yang terletak di kepulauan Pelagie, Italia. Luas pulau Linosa adalah 5,34 km2 dan berbentuk segi empat. Pulau Linosa terbentuk melalui aktivitas vulkanik yang dimulai sejak 1,06 ± 0,10 juta tahun yang lalu hingga 0,53 ± 0,07 juta tahun yang lalu. Letak pulau Linosa dekat dengan tanjung Mahdia di Tunisia dalam kawasan Afrika Utara.
Pulau Linosa diperkirakan telah dihuni sejak zaman kuno karena adanya bukti kegiatan permukiman kuno berupa pembuatan waduk dan tembikar kuno. Pada pertengahan abad ke-19, pulau Linosa merupakan wilayah jajahan dari Kerajaan Dua Sisilia. Pada tahun 1889, pulau Linosa menjadi wilayah Kerajaan Italia. Pada Juni 1943, pasukan dari Blok Sekutu dalam Perang Dunia II menduduki pulau Linosa.
Di pulau Linosa terdapat sebanyak 19 spesies hewan dari genus Tentyria dan beberapa spesies hewan endemik Afrika Utara. Selain itu, pulau Linosa menjadi lokai bertelur bagi penyu tempayan. Lahan seluas 266,87 hektare atau 49,5% dari luas pulau Linosa telah ditetapkan sebagai kawasan lindung dengan status sebagai Cagar Alam Pulau Linosa dan Pulau Lampione.
Kondisi geografi
[sunting | sunting sumber]
Pulau Linosa merupakan salah satu dari tiga pulau di kepulauan Pelagie selain pulau Lampione dan pulau Lampedusa.[1] Lokasi pulau Linosa berada di selat Sisilia dalam wilayah Italia.[2][3] Pulau Linosa termasuk dalam wilayah Komune Lampedusa e Linosa di Provinsi Agrigento dalam Daerah Otonomi Sisilia.[4][5]
Pulau Linosa merupakan sebuah pulau berukuran kecil.[5] Luas pulau Linosa hanya 5,34 km2 dengan keliling sepanjang 11 km.[6] Pulau Linosa berbentuk segi empat.[7] Titik koordinat untuk pulau Linosa berada pada garis lintang 35°52’56” dan garis bujur 12°52’.[6] Ketinggian rata-rata di pulau Linosa adalah 520 kaki dengan ketinggian maksimum di pulau Linosa adalah 195 meter di atas permukaan laut.[6][7]
Pembentukan pulau Linosa terjadi melalui letusan gunung berapi pada garis patahan yang menjadi lokasi pergerakan lempeng tektonik di kawasan Eropa.[8] Pulau Linosa memiliki gunung berapi yang bersifat eksplosif dan mafik.[9] Jumlah puncak gunung vulkanik di pulau Linosa ada empat.[10] Pulau Linosa terbentuk melalui tiga tahap aktivitas vulkanik yang masing-masing terjadi pada periode waktu yang berbeda dalam rentang waktu yang panjang. Periode pembentukan pulau Linosa dimulai sejak 1,06 ± 0,10 juta tahun yang lalu hingga 0,53 ± 0,07 juta tahun yang lalu.[11]
Jarak antara pulau Linosa dengan pulau Lampedusa yang berada di dekatnya adalah 42 km dari arah barat daya pulau Linosa.[12] Sedangkan jarak antara pulau Linosa dengan pulau Sisilia adalah 162 km.[5] Letak pulau Linosa juga dekat dengan pesisir kawasan Afrika Utara.[13] Jarak antara pulau Linosa dengan bagian timur tanjung Mahdia di Tunisia adalah 165 km.[5]
Pemerintahan
[sunting | sunting sumber]Kerajaan Dua Sisilia
[sunting | sunting sumber]Pada pertengahan abad ke-19, pulau Linosa merupakan wilayah jajahan dari Kerajaan Dua Sisilia. Setelah menguasai pulau Linosa, Kerajaan Dua Sisilia mengirim pemukim untuk tinggal menetap di pulau Linosa. Para pemukim dari Kerajaan Dua Sisilia memperbaik sumur kuno yang terdapat di pulau Linosa untuk memenuhi kebutuhan pasokan air bagi penduduk.[5]
Blok Sekutu dalam Perang Dunia II
[sunting | sunting sumber]Pada tanggal 11 Juni 1943, pasukan dari Blok Sekutu dalam Perang Dunia II mengadakan Operasi Corkscrew untuk menduduki pulau Pantelleria milik Italia sebagai bagian awal dari rencana invasi pasukan Blok Sekutu ke pulau Sisilia. Operasi Corkscrew berhasil dan pulau Pantelleria diduduki oleh pasukan dari Blok Sekutu. Beberapa hari setelah pendudukan, pulau Lampedusa yang lokasinya berdekatan dengan pulau Pantelleria juga mengalami pendudukan dikuti dengan pendudukan atas pulau Linosa. Keberhasilan pendudukan atas pulau Pantelleria, pulau Lampedusa dan pulau Linosa menjadi keberhasilan awal dalam rencana Invasi Sisilia oleh Sekutu.[14]
Penduduk dan ekonomi
[sunting | sunting sumber]Pulau Linosa diperkirakan telah dihuni sejak zaman kuno karena adanya bukti kegiatan permukiman kuno berupa pembuatan waduk dan tembikar kuno. Waduk dan tembikar kuno ditemukan pada gua-gua di pulau Linosa. Penghunian terhadap pulau Linosa dimulai kembali pada abad ke-19 melalui penjajahan oleh Kerajaan Italia.[15] Pada tahun 1889, pulau Linosa menjadi salah satu daerah penempatan penduduk oleh Kerajaan Italia dengan jumlah penduduk yang sedikit yaitu sekitar 150 orang. Penduduk tetap di pulau Linosa bekerja dalam bidang pertanian dan peternakan. Hasil pertanian berupa sayur beserta dengan hasil peternakan dari pulau Linosa dijual ke Kota Agrigento.[7]
Pasokan air untuk memenuhi kebutuhan air bagi penduduk di pulau Linosa diperoleh melalui penggunaan alat desalinasi.[16] Sementara itu, pemenuhan kebutuhan energi listrik bagi penduduk di pulau Linosa dilakukan melalui pembangkit listrik tenaga surya.[17]
Keanekaragaman hayati
[sunting | sunting sumber]Spesies hewan
[sunting | sunting sumber]Di pulau Linosa terdapat sebanyak 19 spesies hewan dari genus Tentyria. Salah satu spesies endemik di pulau Linosa yaitu Stenosis brignonei.[18] Beberapa spesies endemik pada kawasan Afrika Utara yang hanya dapat ditemukan di Eropa pada pulau Linosa sebagai spesies endemik yaitu Imatismus villosus, Allophylax costatipennis, dan Pseudoseriscius grisevestis.[18] Selain itu, pantai Pozzolana di Ponente yang berlokasi di pulau Lampedusa merupakan salah satu lokasi tetap untuk pembuatan sarang oleh penyu tempayan (Caretta caretta) di kepulauan Pelagie.[19]
Pemanfaatan lahan
[sunting | sunting sumber]Kawasan lindung
[sunting | sunting sumber]Pulau Linosa telah ditetapkan sebagai salah satu pulau di Italia yang memiliki kawasan lindung. Sekitar 80% dari luas pulau Linosa telah ditetapkan sebagai kawasan lindung yang disebut situs Natura 2000. Kode kawasan lindung untuk pulau Linosa dalam situs Natura 2000 adalah ITA040001.[20] Lahan seluas 266,87 hektare yang mencakup 49,5% dari luas pulau Linosa ditetapkan sebagai Cagar Alam Pulau Linosa dan Pulau Lampione.[18]
Referensi
[sunting | sunting sumber]Catatan kaki
[sunting | sunting sumber]- ↑ Grasso, Mario (2001). "The Apenninic-Maghrebian Ororgen in Southern Italy, Sicily and Adjacent Areas". Dalam Vai, G. B., dan Martini, I. P. (ed.). Anatomy of an Orogen: The Apennines and Adjacent Mediterranean Basins (dalam bahasa Inggris). Diterbitkan oleh Kluwer Academic Publishers. hlm. 284. ISBN 978-94-015-9829-3. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Agate, M. (2004). Romagnoli, C., Chiocci, F. L., dan D'Angelo, S. (ed.). Atlas of Submerged Depositional Terraces Along the Italian Coasts (dalam bahasa Inggris). SystemCart. hlm. 73. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Kantor Kebijakan Katalogisasi Subjek (2011). Library of Congress Subject Headings Volume 3 (dalam bahasa Inggris) (Edisi ke-33). Washington, D.C.: Perpustakaan Kongres Amerika Serikat. hlm. 4095. ISSN 1048-9711. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Biondo, dkk. 2020, hlm. 12.
- 1 2 3 4 5 Schön 2020, hlm. 54.
- 1 2 3 Fattorini dan Dapporto 2014, hlm. 188.
- 1 2 3 Kantor Hidrografi, Angkatan Laut Britania Raya (1894). The Mediterranean Pilot Volume I: Comprising Gibralter Strait, coast of Spain, African coast from Cape Spartel to Gulf of Kabes, together with the Balearic, Sardinian, Sicilian, and Maltese Islands (dalam bahasa Inggris). Diterbitkan oleh Kantor Hidrografi, Angkatan Laut Britania Raya. hlm. 347. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Albera, Dionigi (Maret 2026). "Introduction". A Border Island on the Crossroads of History: Lampedusa and the Mediterranean (PDF) (dalam bahasa Inggris). Oxford dan Kota New York: Berghahn Books. doi:10.3167/9781836954378. ISBN 978-1-83695-437-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Fitri, D., dan Yudiantoro, dkk. (2023). Pratomo, Septyo Uji (ed.). Mendalami Batuan Piroklastik (PDF). Yogyakarta: Penerbit LPPM UPN “Veteran” Yogyakarta. hlm. 104. ISBN 978-623-389-233-9. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Reclus, Elisée. Ravenstein, Ernst Georg (ed.). The Earth and Its Inhabitants: Southern Europe (Greece, Turkey in Europe, Rumania, Servia, Italy, Spain and Portugal) (dalam bahasa Inggris). London: J.S. Virtue & Co. hlm. 335. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Leyrit, H., dan Montenat, C., ed. (2000). Volcaniclastic Rocks, from Magmas to Sediments (dalam bahasa Inggris). Amsterdam: Gordon and Breach Science Publishers. hlm. 75. ISBN 90-5699-278-3. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Viganò, M., Janni, O., dan Corso, A. (Juni 2017). "Tramea basilaris on Linosa Island, Italy: A new species for Europe and the Western Palaearctic (Odonata: Libellulidae)" (PDF). Odonatologica (dalam bahasa Inggris). 46 (1/2): 56. doi:10.5281/zenodo.572356. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ↑ Fattorini dan Dapporto 2014, hlm. 187.
- ↑ Nigel, Pat (Desember 2024). Yudhapratama, L. (ed.). Perang Dunia II di Front Mediterania (1943-1945): Kronik Operasi Militer, Pendaratan, Serangan dan Pertempuran. Mandita. hlm. 78–79. ISBN 978-623-89446-5-1. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Schön 2020, hlm. 55.
- ↑ Biondo, dkk. 2020, hlm. 20.
- ↑ Biondo, dkk. 2020, hlm. 18.
- 1 2 3 Fattorini dan Dapporto 2014, hlm. 195.
- ↑ Scaglione, F. E., dkk. (April 2025). "Pathology of Free-Living Loggerhead Turtle (Caretta caretta) Embryos on the Island of Linosa (Italy)" (PDF). Veterinary Sciences (dalam bahasa Inggris). 12 (328): 2. doi:10.3390/vetsci12040328. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ↑ Fattorini dan Dapporto 2014, hlm. 189.
Daftar pustaka
[sunting | sunting sumber]- Biondo, C., dkk. (2020). Sustainable Islands Observatory on Smaller Italian Islands: Energy, Water, Mobiity, Circular Economy, Sustainable Tourism (PDF) (dalam bahasa Inggris). Diterbitkan oleh Isole Sostenibili. ISBN 978-88-6224-020-8. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- Fattorini, S., dan Dapporto, L. (2014). "Assessing small island prioritisation using species rarity: The tenebrionid beetles of Italy" (PDF). Journal of Integrated Coastal Zone Management (dalam bahasa Inggris). 14 (2): 185–197. doi:10.5894/rgci467. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- Schön, Frerich (2020). "Isolation as a Resource for an Island Community in the Strait of Sicily: The Case of Linosa Island (Italy) in Late Antiquity". Dalam Bartelheim, M., dan Scholten, T. (ed.). Waters: Conference Proceedings for 'Waters as a Resource' of the SFB 1070 ResourceCultures and DEGUWA (Deutsche Gesellschaft zur Förderung der Unterwasserarchäologie e.V.) (PDF) (dalam bahasa Inggris). Tübingen: Tübingen University Press. hlm. 49–63. ISBN 978-3-947251-24-7. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)