Lompat ke isi

Pulau Hormuz

Pulau Hormuz
Pulau
Gambar satelit Pulau Hormuz
Gambar satelit Pulau Hormuz
Pulau Hormuz di Iran
Pulau Hormuz
Pulau Hormuz
Koordinat: 27°04′03″N 56°27′36″E / 27.06750°N 56.46000°E / 27.06750; 56.46000
Negara Iran
ProvinsiHormozgān
Luas
  Luas daratan420 km2 (16,2 sq mi)
Ketinggian
186 m (610 ft)
Populasi
  Total~6,000
Zona waktuUTC+3:30 (IRST)

Pulau Hormuz, juga dieja Hormoz, Ormoz, Ormuz atau Ormus, adalah sebuah pulau Iran di Teluk Persia. Pulau ini memiliki luas 42 km2 (16 sq mi). Terletak di Selat Hormuz, 8 km (5 mi) dari pantai Iran, pulau ini merupakan bagian dari Provinsi Hormozgan. Pulau Hormuz berpenduduk jarang, tetapi beberapa pembangunan telah terjadi sejak akhir abad ke-20.

Sejarah awal

[sunting | sunting sumber]

Bukti paling awal mengenai keberadaan manusia di pulau tersebut berupa sejumlah artefak batu yang ditemukan di garis pantai timur pulau. Sebaran artefak litik ditemukan di sebuah lokasi bernama Chand-Derakht, yang merupakan teras laut Pleistosen yang terangkat. Situs ini menghasilkan kumpulan artefak litik dari Paleolitikum Tengah yang bercirikan teknik Levallois dan diperkirakan berasal dari lebih dari 40.000 tahun yang lalu.[1]

Abad pertengahan

[sunting | sunting sumber]

Pulau tersebut, yang dikenal sebagai Organa (Όργανα) oleh bangsa Yunani kuno dan sebagai Jarun pada periode Islam, memperoleh nama "Hormuz" dari kota pelabuhan penting Hormuz (Ormus) di daratan utama yang berjarak sekitar 60 kilometer (37 mil). Kota itu merupakan pusat sebuah kepangeranan kecil yang menguasai kedua sisi selat. Kepangeranan tersebut membayar upeti kepada Ilkhanat yang diperintah bangsa Mongol dan menjadi sumber pendapatan penting dari perdagangan maritim.[2] Sekitar tahun 1300, penguasa kota memutuskan memindahkan kediamannya ke pulau itu untuk menghindari serangan kelompok Mongol dan Turki dari pedalaman.[3] Ia kemudian berdamai dengan para Ilkhan.

Ibnu Batutah juga pernah mengunjungi pulau tersebut dan Hormuz Baru.[4]

Pada tahun 1505, Raja Manuel I dari Portugal menetapkan kebijakan ekspansi di Afrika dan Asia Barat. Dalam upaya memperluas pengaruh Portugal ke Samudra Hindia, adipati Portugal Afonso de Albuquerque merebut pulau tersebut pada tahun 1507 dan memasukkannya ke dalam Kekaisaran Portugal. Bangsa Portugal membangun sebuah benteng di pulau itu untuk menghalau calon penyerang dan menamakannya Benteng Bunda Maria Dikandung Tanpa Noda. Pulau tersebut menjadi titik persinggahan darurat bagi kapal-kapal Portugal yang berlayar menuju Goa, Gujarat, dan Kishm di sekitarnya. Kesultanan Utsmaniyah mengepung pulau itu pada tahun 1552 di bawah pimpinan laksamana dan kartografer Piri Reis.[5] Pada tahun 1575, sekelompok pertapa Ordo Augustinian menetap di pulau tersebut dan dari sana mendirikan misi di Isfahan pada tahun 1602.[6]

Syah Abbas I dari Persia tidak mempercayai penduduk setempat dan tidak berminat mempertahankan pulau itu sebagai pusat perdagangan atau pos militer; sebagai gantinya, ia mengembangkan pelabuhan daratan terdekat, Bandar Abbas. Hormuz pun mengalami kemunduran. Banyak penduduknya berpindah secara musiman ke ladang dan kebun mereka di sekitar Hormuz lama di daratan utama, dan hanya para nelayan yang tinggal secara permanen. Pulau itu tetap mengekspor dalam jumlah kecil garam batu dan bongkahan oksida besi, yang digunakan sebagai batu pemberat bagi kapal layar.[7]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Zarei, Sepehr, (2021) The First Evidence of the Pleistocene Occupation in the Hormuz Island: A Preliminary Report, Bulletin of Miho Museum 21:101-110.
  2. Cambridge history of India, vol. 1, p.147
  3. H. Yule, The Book of Ser Marco Polo, 1903, vol. I, p. 110, quoting Abulfeda ("Hormuz was devastated by the incursions of the Tartars, and its people transferred their abode to an island in the sea called Zarun, near the continent, lying west of the old city.") and Odoric for the date.
  4. Battutah, Ibn (2002). The Travels of Ibn Battutah. London: Picador. hlm. 98–99, 308. ISBN 9780330418799.
  5. Pîrî Reis’in Hürmüz Seferi ve İdamı Hakkındaki Türk ve Portekiz Tarihçilerinin Düşünceleri Diarsipkan 2012-12-02 di Wayback Machine. Ertuğrul Önalp. Prof. Dr. Ankara Üniversitesi, Dil ve Tarih-Coğrafya Fakültesi, İspanyol Dili ve Edebiyatı Anabilim Dalı. (dalam bahasa Turki)
  6. Gorder, Christian A. Van (5 January 2010). Christianity in Persia and the Status of Non-Muslims in Modern Iran (dalam bahasa Inggris). Rowman & Littlefield. hlm. 60. ISBN 978-0-7391-3611-9. Diakses tanggal 17 June 2025.
  7. "HORMUZ ii. ISLAMIC PERIOD – Encyclopaedia Iranica". www.iranicaonline.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 20, 2020. Diakses tanggal Mar 31, 2020.