Psoriasis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Psoriasis adalah penyakit autoimun yang mengenai kulit, ditandai dengan sisik yang berlapis berwarna keperakan, disertai dengan penebalan warna kemerahan dan rasa gatal atau perih. Bila sisik ini dilepaskan maka akan timbul bintik perdarahan di kulit dibawahnya.

Psoriasis sering timbul di kuku, dimulai dari bintik putih pada kuku sampai ke penebalan kuku, juga mengenai kulit kepala (skalp) ditandai dengan sisik besar dan penebalan dengan warna kemerahan yang akan melewati batas rambut. Selain itu penyakit ini sering mengenai siku dan lutut, walaupun dapat juga mengenai wajah, lipat lutut dan siku, genitalia, telapak tangan dan kaki, sesuai tingkat keparahannya penyakit ini bisa meluas keseluruh tubuh (eritroderma) yang akan menimbulkan kegawatan dan dapat mengancam jiwa.

Psoriasis merupakan inflamasi kronis pada kulit yang sering terjadi.[1]

Epidemiologi[sunting | sunting sumber]

- Penyebaran terjadi di seluruh dunia sekitar 1-2%
- 10-25% pasien mengalami psoriasis arthritis.
- kedua jenis kelamin dengan kemungkinan yang sama.
- Terjadi awal pada usia 20an hingga usia 50an. [2]

Faktor Pencetus[sunting | sunting sumber]

Faktor-faktor yang dapat memicu psoriasis diantaranya adalah :
1. Trauma fisik (Koebner Phenomenon), akibat gesekan atau garukan.
2. Infeksi  : infeksi streptokokus dapat menyebabkan psoriasis gutata
3. Stress : faktor lain yang memicu timbulnya psoriasis yaitu stress, insidensi nya sebanyak 40% dan lebih tinggi lagi pada anak-anak.
4. Obat : obat-obatan yang dapat memicu timbulnya psoriasis yaitu glukokortikoid, lithium, obat antimalaria, dan B blocker. [2]


Klasifikasi[sunting | sunting sumber]

Psoriasis dibagi kedalam beberapa bagian, yaitu :
1. Psoriasis Vulgaris
2. Psoriatik Eritroderma
3. Psoriasis Pustular
4. Psoriasis gutata
5. Fleksural psoriasis[3]


Manifestasi Klinis[sunting | sunting sumber]

Ada 2 tipe utama lesi dari psoriasis yaitu :
a. Tipe inflamatori : manifestasi yang timbul yaitu adanya inflamasi, eruptif, yang kecil. Lesi bisa berbentuk gutata (seperti tetesan air) atau nummular (seperti koin).
b. Tipe plak yang stabil.
Gejala lain yang timbul pada kulit diantaranya gatal (pruritus) terutama di daerah kepala dan anogenital, akantosis, parakeratosis, dan lesi biasanya ditutupi oleh plak berwarna keperakan. [2]


Distribusi dan Letak Predileksi[sunting | sunting sumber]

Ada lokasi-lokasi khusus dimana psoriasis sering terjadi, yaitu :
1. Kepala (scalp) : timbul plak yang berbatas tegas, dengan scaling yang tebal.
2. Telapak tangan dan kaki : adanya plak keabuan yang tebal, hyperkeratosis, dan scaling. deskuamasi menunjukan proses inflamasi.
3. Batang tubuh (trunk) : lesi yang timbul biasanya berbentuk gutata.
4. Wajah : jarang mengenai area ini. [2]


Patogenesis[sunting | sunting sumber]

Psoriasis merupakan proses inflamasi yang terjadi akibat kelainan sistem imun, hal ini dipengaruhi oleh faktor genetic dan faktor lingkungan. Diketahui bahwa terjadi akumulasi sel CD4+ TH1 dan CD8+ T di lapisan epidermis. Sel T yang ada dilapisan kulit mensekresi sitokin dan growth factor yang menginduksi hiperproliferasi keratinosit yang menyebabkan timbulnya lesi. Lesi yang timbul akibat trauma, prosesnya dikenal sebagai Koebner phenomenon. [1]


Diagnosis[sunting | sunting sumber]

Diagnosis dilakukan dengan :
1. Melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik : pemeriksaan yang dilakukan meliputi seluruh daerah kulit terutama kepala serta kuku. Dilakukan juga pemeriksaan auspitz sign dengan melihat timbulnya bercak darah yang ada dibawah lesi, yang merupakan khas dari psoriasis.
2. Biopsi, walaupun jarang dilakukan. [4]


Manajemen Terapi[sunting | sunting sumber]

Pengobatan untuk pasien psoriasis bergantung pada lokasi, tipe, dan keparahan dari penyakit. Beberapa agen yang sering digunakan yaitu :
a. Agen sistemik :
- Methotrexate, golongan antimetabolit.
- Sintesis retinoid
- siklosporin
b. Analog vitamin D.
c. Sinar UV-B
d. Psoralen PUVA (UV-A) [5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b (Inggris) Kumar, Vinay (2004). Robbins & Cotran Pathologic Basis of Disease. Elsevier. ISBN 978-0721601878. 
  2. ^ a b c d (Inggris) Wolff, Klaus (2009). Fitzpatrick's Color Atlas and Synopsis of Clinical Dermatology. McGraw-Hill's company. ISBN: 978-0-07-163342-0. 
  3. ^ (Inggris) AAD Psoriasis, AAD Psoriasis . Diakses pada 4 Agustus 2012.
  4. ^ (Inggris) Diagnosis Psoriasis, Diagnosis Psoriasis . Diakses pada 4 Agustus 2012.
  5. ^ (Inggris) Fauci, Anthony S. (2008). principles of Internal medicine. McGraw-Hill's company. ISBN 978-0-07-147691-1. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Organisasi Nirlaba[sunting | sunting sumber]

Informasi dan Komunitas[sunting | sunting sumber]