Psikologi terapan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Psikologi terapan adalah penggunaan metode psikologis dan penemuan psikologi secara ilmiah untuk memecahkan masalah praktis yang terjadi pada perilaku manusia dan hewan. Kesehatan Mental, Psikologi di Organisasi, Manajemen Bisnis, pendidikan, kesehatan, desain produk, ergonomi, dan hukum hanyalah beberapa area yang telah dipengaruhi oleh penerapan prinsip-prinsip dan penemuan-penemuan di bidang psikologi. Beberapa bidang psikologi terapan meliputi psikologi klinis, psikologi konseling, psikologi evolusioner, Psikologi Industri dan organisasi, Psikologi Hukum, neuropsikologi, psikologi kesehatan kerja, faktor manusia, psikologi forensik, psikologi teknik, psikologi sekolah, psikologi olahraga, psikologi yang dipengaruhi oleh padatnya lalu lintas, psikologi komunitas, dan psikologi medis. sebagai tambahan, beberapa area di bidang psikologi khusus telah mememiliki cabang (misalnya, terapan psikologi sosial, psikologi terapan kognitif). Akan tetapi , terkadang batasan antara spesialisasi sub-cabang dan kategori psikologi terapan utama sering terkaburkan. Contohnya, psikologi yang berhubungan dengan faktor manusia dapat menggunakan teori psikologi kognitif. Hal ini dapat digambarkan sebagai psikologi faktor manusia atau sebagai psikologi terapan kognitif.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pencetus dari ilmu psikologi terapan ini adalah Hugo Munsterberg. Ia datang ke America (Harvard) dari Jerman (Laboratorium Stern, Berlin), dikarenakan undangan dari Wiliam James dan mayoritas layaknya seorang psikologis yang terinspirasi di akhir abad 19, mengawali pendidikan dari sebuah ilmu filsafat. Munsterberg memiliki banyak ketertarikan akan bidang-bidang didalam ilmu psikologi seperti psikologi purposive, psikologi sosial dan psikologi forensik. Pada tahun 1907 ia menulis beberapa artikel di majalah mengenai aspek-aspek dari kesaksian hukum,pengakuan dan prosedur-prosedur yang dilakukan di pengadilan, yang pada akhirnya ia terbitkan menjadi buku,On the WItness Stand. Tahun berikutnya Divisi Psikologi terapan bergabung dengan Laboratorium Psikologi Harvard. Dalam 9 tahun, ia telah mengkontribusikan 8 buku dalam bahasa inggris, yang mengaplikasikan psikologi ke bidang pendidikan, efesiensi di bidang industri, bisnus dan pengajaran pendidikan. Pada akhirnya Hugo Munsterberg dan seluruh kontribusinya membuat ia menjadi pencipta akan ilmu psikologi terapan. Di tahun 1920, Asosiasi Internasional Psikologi Terapan (IAAP) didirikan, sebagai wadah komunitas terpelajar yang bergerak didalam bidang psikologi.

Kebanyakan psikolog profesional di AS bekerja di lingkungan akademis hingga terjadi Perang Dunia II. Tetapi selama terjadinya perang, angkatan bersenjata dan Kantor Layanan Strategis menyewa para psikolog untuk menangani permasalahan seperti menangani moral di pasukan dan rancangan-rancangan psikologis untuk propaganda perang. [1] Setelah perang usai, para psikolog menemukan berbagai macam jenis pekerjaan di luar bidang akademis. [2] Sejak tahun 1970 hinggapada tahun 2002, sejumlah lulusan perguruan tinggi dengan gelar sarjana psikologi meningkat lebih dari dua kali lipat, dari 33.679 menjadi 76.671. Selama periode yang sama jumlah tahunan gelar master dan PhD juga meningkat secara drasis . Sementara itu, gelar di bidang terkait ekonomi, sosiologi, dan ilmu politik tetap stabil. [3]

Organisasi profesi telah mengadakan acara dan pertemuan-pertemuan istimewa agar dapat mempromosikan gagasan-gagasan akan ilmu-ilmu psikologi terapan. Pada tahun 1990, Asosiasi Psikolog di Amerika mengadakan KTT Ilmu untuk Perilaku dan membentuk "Inisiatif untuk Sumber Daya Manusia", yang meliputi SDM di sekolah, produktivitas di tempat kerja, obat-obatan, kekerasan, dan kesehatan di masyarakat. Asosiasi Psikolog Manusia menetapkan bahwa tahun 2000–2010 sebagai sang Dekade Tingkah Laku, dengan cakupan yang sama luasnya. [3] Metode-metode psikologis dianggap dapat diterapkan untuk semua aspek-aspek baik di kehidupan manusia dan juga masyarakat. [4]

Periklanan[sunting | sunting sumber]

Para pembuat iklan di dunia bisnis telah lama melakukan konsultasi dengan para psikolog dalam menganalisis akan jenis pesan apa yang paling efektif menbuat seseorang untuk dapat membeli sebuah produk tertentu. Dengan menggunakan metode-metode penelitian psikologi dan penemuan-penemuan dalam sifat kognitif, motivasi, sikap dan pengambilan keputusan pada manusia, yang dapat membantu untuk menciptakan sebuah iklan yang dapat bersifat lebih persuasif. Penelitian mereka mencakup studi akan pengaruh bawah sadar manusia dan loyalitas terhadap sebuah merek. [5] Akan tetapi, efek dari ilmu akan pengaruh bawah sadar manusia tersebut bersifat lebih kontroversial/membawa kontroversi. [6]

Bersifat Klinis[sunting | sunting sumber]

Psikologi klinik mencakup studi dan penerapan ilmu psikologi dengan tujuan memahami,melakukan pencegahan, dan mengurangi tekanan atau disfungsi psikologis dan untuk meningkatkan kesejahteraan yang bersifat subjektif dan perkembangan diri. Inti dari penerapan ini adalah agar dapat melakukan penilaian secara psikologis dan melakukan psikoterapi, meskipun psikolog klinis juga dapat terlibat dalam penelitian, pengajaran, konsultasi, kesaksian forensik, dan pengembangan dalam program serta administrasif. [7] Beberapa psikolog klinis dapat juga berfokus pada manajemen klinis dengan pasien yang menderita cedera otak — area ini dikenal sebagai neuropsikologi klinis . Di banyak negara, psikologi klinis adalah sebuah profesi kesehatan mental yang memiliki aturan.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Cina, "Social Science For Whom?" (1981), pp. 186–187.
  2. ^ Anastasi, Fields of Applied Psychology (1979), p. 19.
  3. ^ a b Stewart I. Donaldson & Dale E. Berger, "The Rise and Promise of Applied Psychology in the 21st Century", in Donaldson, Berger, & Pezdek (eds.), Applied Psychology (2006).
  4. ^ Philip G. Zimbardo, "Does Psychology Make a Significant Difference in Our Lives?", in Donaldson, Berger, & Pezdek (eds.), Applied Psychology (2006).
  5. ^ Kathy Pezdek, Kenneth A. Deffenbacher, Shirley Lam, & Robert R. Hoffman, "Cognitive Psychology: Applications and Careers", in Donaldson, Berger, & Pezdek (eds.), Applied Psychology (2006).
  6. ^ Psychology and Life. 
  7. ^ Brain, Christine. (2002). Advanced psychology: applications, issues and perspectives. Cheltenham: Nelson Thornes. ISBN 0-17-490058-9