Psikofisika

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Psikofisika adalah sebuah kajian ilmiah yang membahas mengenai hubungan antara stimulus (rangsangan) dengan sensasi dan persepsi yang ditimbulkan oleh stimulus tersebut. Dalam psikofisika, diasumsikan adanya suatu hubungan secara fungsional antara psikologis dengan stimulus fisik. contohnya, Weber tertarik untuk menganalisis kesadaran manusia dalam mengenali berat suatu benda. Jika seseorang mengangkat suatu beban, kemudian beratnya ditambah sedikit demi sedikit, maka berapakah berat yang mungkin ditambahkan sebelum orang tersebut menyadari bahwa ada pertambahan berat benda yang diangkatnya?

Penelitian Weber ini kemudian menghasilkan JND (Just Noticeable Difference) atau perbedaan antara dua perangsang yang sangat sedikit sehingga hampir-hampir tidak dapat dirasakan oleh indera. Kontribusi penting dari penelitian Weber ini adalah perkirakan terhadap berat benda tersebut mengikuti rumus-rumus matematika, sehingga kita dapat memperkirakan JND dengan menggunakan rumus-rumus matematika. Dengan kata lain, JND mempunyai ciri-ciri sebagai sebuah "hukum".

Para Ilmuwan psikofisika lainnya tertarik untuk mengembangkan konsep ambang perseptual (Perceptual Threshold), yakni ambang batas berat yang bisa ditambahkan sampai seseorang menyadari bahwa ada berat yang ditambahkan dalam beban yang diangkatnya. Fechner mengembangkan beragam metode psikofisika, diantaranya adalah batas absolut (Absolute Threshold), perbedaan ambang batas, dan metode penyesuaian.

Selain meneliti ambang batas perseptual mengenai berat benda, ada juga ilmuwan yang meneliti mengenai ambang batas absolut terhadap persepsi cahaya. Partisipan ditempatkan di ruangan yang gelap total, kemudian ilmuwan secara sistematis meningkatkan intensitas cahaya tersebut sampai bisa dideteksi oleh partisipan.

Pelaksanaan percobaan psikofisika ini biasanya seorang individu, dan individu tersebut adalah peneliti atau ilmuwan itu sendiri. Bahkan tekadang peneliti selain sebagai seorang pengamat, juga menerapkan percobaan tersebut terhadap diri mereka sendiri. sekarang inipun kita dapat menemukan suatu artikel tentang grafik persepsi visual yang diperoleh hanya dari seorang pengamat tunggal saja, umumnya penulis artikel itu sendiri. suatu hal yang masuk akal apabila seorang peneliti menggunakan pengalaman persepsi pribadi sebagai suatu standar ukuran dalam psikofisika, karena psikofisika mengasumsikan bahwa kita memersepsikan segala sesuatu dengan cara yang sama.[1]


  1. ^ Robert, dkk, L. Solso (2008). Psikologi Kognitif. Jakarta: Erlangga. hlm. 24–25. ISBN 978-979-033-740-4.